Jumat, Maret 01, 2013

Wireless Controller DWC-1000: Solusi Wireless 2M (Mudah dan Murah)

Bila anda adalah seorang Network Admin yang diminta untuk mengelola sebuah jaringan wireless SMB yang terdiri dari banyak access point (katakanlah 6 AP) maka hal pertama yang mungkin terbesit dalam pikiran anda adalah repotnya mengelola semua perangkat tersebut. Setiap kali hendak melakukan perubahan konfigurasi dalam 1 AP, maka perubahan yang sama harus dilakukan ulang pada 5 AP lainnya.

Atau apakah anda adalah seorang pengguna jaringan wireless yang ingin di setiap sudut kantor atau rumahnya mendapatkan signal wireless, supaya di bagian manapun anda berada, anda dapat tetap terhubung ke jaringan nirkabel anda tanpa terputus? Misalnya anda berada di lantai 1, dan saat anda pindah ke lantai 3, maka anda akan tetap terhubung ke jaringan tanpa terputus?

Well, the good news is : D-Link memiliki solusi untuk permasalahan diatas dan tentu dalam post ini, kami juga akan menunjukkan cara konfigurasinya untuk menunjukkan kemudahannya.

To the point aja deh…
Wireless Controller yang digunakan adalah DWC-1000 dengan spek sbb:
  • 1 port WAN 10/100/1000 Base-T (WAN1)
  • 4 port LAN 10/100/1000 Base-T
  • 2 port USB 2.0 (untuk print/file sharing)
  • 1 port RJ-45 Console
  • Mengelola 6AP (max 24AP dengan penambahan lisensi)
  • 4 controller per peer group
  • 24 AP dalam peer group menjadikan max 96 AP


Sementara untuk AP kami menggunakan DWL-3600AP (singleband) dan DWL-6600AP (dualband) dengan spek sbb:
  • 802.11n 2.4GHz
  • 2 x 2 antennas
  • 802.3af PoE

topologi yang digunakan adalah seperti ini:


Dan begini step pengaturannya:
1.       Set alamat IP LAN dari DWC-1000
Alamat IP LAN DWC-1000 secara default adalah 192.168.10.1 dengan username/password bawaan admin/admin
Buka SETUP > NETWORK SETTINGS > LAN SETUP kemudian ubah alamat IP LAN dari perangkat DWC-1000.
Set DHCP mode menjadi “DHCP SERVER”

2.       Aktifkan VLAN
Buka SETUP > VLAN SETTING > VLAN CONFIGURATION. Pastikan VLAN sudah di-enable (aktif)
Buka VLAN SETTING > AVAILABLE VLAN. Tambahkan VLAN baru dengan nama “STAFF” dengan ID “2” dan “GUEST” dengan ID “3”.
Pastikan “Inter-VLAN Routing” di aktifkan.

3.       Set alamat IP subnet ke VLAN
Buka VLAN SETTINGS > MULTIPLE VLAN SUBNET. Klik “Edit” pada VLAN yang hendak di ubah pengaturannya.
Ubah alamat IP dari VLAN STAFF menjadi 192.168.2.0/24 (sesuai sample diatas)
Ubah alamat IP dari VLAN GUEST menjadi 192.168.3.0/24 (sesuai sample diatas)
Set DHCP Mode menjadi DHCP Server dan spesifikasikan kembali alamat IP dari DHCP Server. Alamat Gateway harus menjadi alamat IP dari VLAN Interface (192.168.2.1 untuk STAFF dan 192.168.3.1 untuk GUEST)

4.       Set port controller dengan VLAN
Buka VLAN SETTINGS > PORT VLAN. Tentukan port yang hendak terkoneksi dengan switch kemudian klik “Edit”. Dalam contoh topologi kami, adalah port 1. Pastikan mode “General” kemudian klik “Apply”. Konfigur kembali port dengan menambahkan VLAN2 dan VLAN3 pada membership.

5.       Buat Profile untuk AP
Buka tab ADVANCED > AP PROFILE.
Klik “Add” untuk menambahkan Profile AP baru atau anda juga dapat mengubah profile default anda.
Pilih profile anda, kemudian klik “Configure SSID”
Edit SSID dan tetapkan pengaturan untuk WLAN STAFF (VLAN2). Jangan lupa untuk Save Setting.


Sekarang set SSID berikutnya menjadi SSID GUEST (VLAN3) dan jangan lupa untuk Save Setting.

Catatan: Bila anda menginginkan pengguna pada GUEST untuk melakukan otentikasi menggunakan web browser (seperti pada Wi-Fi Hotspot), maka pilih Security menjadi “None”. Aktifkan Captive Portal untuk otentikasi via web. Hal ini akan di bahas pada posting berikutnya.. so bersabar ya J


6.       Set supaya DWC-1000 mengirimkan informasi profile ke AP yang ada (DWL-3600AP)
Sambungkan AP ke LAN. Buka STATUS > ACCESS POINT INFO > AUTHENTICATION FAILURE STATUS. Pada halaman ini akan terdaftar AP anda. Pilih AP kemudian klik pada “Manage”.
Pilih profile yang anda inginkan pada AP pilihan anda. (pada contoh kami menggunakan profile “Default). Ulangi hal yang sama untuk AP lainnya.




Apabila anda sukses mengkonfigurasi AP, maka AP anda akan terdaftar pada ACCESS POIN INFO > MANAGED AP STATUS


Step pengaturan switch:
Karena pada contoh ini kita menggunakan multi-SSID (“STAFF” dan “GUEST”), maka switch VLAN juga perlu untuk kita konfigurasi.
Dalam contoh ini, switch DGS-1210-28P terhubung ke DWC-1000 di port 1. Sementara port 2-16 terhubung ke LAN VLAN2 (VLAN yang sama dengan SSID “STAFF”) serta port 17-24 digunakan untuk AP.



Konfigurasi VLAN “STAFF”dengan VID2


Konfigurasi VLAN “GUEST” dengan VID3


Demikian konfigurasi untuk scenario kita. Lain kali kita akan bahas lebih lanjut lagi tentang Captive Portal…
Ditunggu saja ya… J

Bagi anda yang ingin menanyakan harga dapat menghubungi distributor kami:

  • PT. Berca Computel (021-231 6352)
  • PT. SiSTech Kharisma (021-350 5668)

Kamis, Februari 14, 2013

mydlink zero configuration

mydlink Cloud : Membuat Jaringan itu mudah (Zero Configuration)

Apakah anda sering merasa melakukan konfigurasi perangkat jaringan itu sulit? Apakah anda sering melihat perkembangan teknologi yang ada membuat anda ingin memilikinya namun anda berpikir ulang karena dalam melakukan instalasinya pasti akan rumit? Well, jangan khawatir karena kami mengeluarkan jajaran produk jaringan mydlink yang pastinya akan berguna untuk anda, namun tidak membuat anda pusing dalam melakukan instalasinya.

Pertama-tama, apa sih yang dimaksud dengan “mydlink cloud” itu sendiri? Pada dasarnya “mydlink cloud” adalah sebuah layanan portal milik D-Link (www.mydlink.com) yang diberikan secara gratis kepada anda bila anda membeli produk-produk D-Link yang memiliki label seperti gambar ini


Dengan kata lain, produk-produk yang memiliki logo tersebut dapat anda daftarkan secara free ke portal mydlink kami dan anda dapat memantau alat tersebut dimanapun anda berada dan kapanpun anda mau selama anda memiliki perangkat Laptop/PC/Mobile yang terhubung ke internet.

Produk-produk D-Link yang support oleh mydlink cloud adalah sebagai berikut:
·         Cloud Router: untuk menghubungkan jaringan rumah/kantor anda ke internet
o   DIR-600L (wireless N150, single band, 4x10/100 Ethernet, 1x5dBi antenna)
o   DIR-605L (wireless N300, single band, 4x10/100 Ethernet, 2x5dBi antenna)
o   DIR-636L (wireless N300, single band, 4x10/100/1000 Ethernet, internal 2x2dBi)
o   DIR-826L (wireless N300, dual band, 4x10/100/1000 Ethernet, internal 2x2dBi)

·         Cloud IP Camera: kamera CCTV untuk memantau keadaan rumah/toko/kantor anda
o   DCS-932L (wireless indoor statis, IR 5mtr, resolusi 640x480)
o   DCS-942L (wireless indoor statis, IR 5mtr, SD Card, resolusi 640x480)
o   DCS-5222L (wireless indoor PTZ, IR 5mtr, SD Card, resolusi HD ready 1280x720)
o   DCS-2132L (wireless indoor statis, IR 5mtr, DI/DO, micro SD card, resolusi HD 1280x720)
o   DCS-6010L (wireless indoor fisheye 360°,  micro SD card, resolusi 1600x1200)

·         Cloud Storage: media penyimpanan video/data/musik/dokumen
o   DNS-320L (media penyimpanan data online)
o   DNR-322L (network video recorder dan/atau media penyimpanan data)

Untuk informasi lebih detil dari produk-produk diatas, anda dapat cek spesifikasinya di www.dlink.co.id

Sekarang to the pointnya aja. Berikut kami akan tunjukkan step-by-step proses instalasi perangkat mydlink untuk membuktikan bahwa pemasangan perangkat jaringan tidaklah sulit.

Kita akan melakukan pengaturan jaringan seperti ini:



Instalasi Router:
1. Sambungkan kabel Internet dari ISP anda ke port Internet pada router DIR-605L.
2. Sambungkan kabel Ethernet dari port LAN Router ke port LAN PC/Laptop anda.
3. Buka web browser dan masukkan alamat 192.168.0.1



4. Secara otomatis anda akan diarahkan ke installation wizard.
5. Pada langkah instalasi koneksi internet, pilih sesuai dengan jenis langganan anda ke ISP anda (pada umumnya bila anda berlangganan paket DSL Speedy, anda harus memilih PPPoE untuk melakukan dial PPPoe dan masukkan username dan password dari Telkom yang anda terima. Namun bila anda berlangganan Broadband Cable maka pada umumnya pilih Dynamic DHCP)




6. Bila konfigurasi internet sudah benar, maka pada tampilan “Easy Setup” bagian Internet Setting akan tertera status “Connected”
   

7. Bagian “Wireless Setting” mengatur security, SSID jaringan wireless anda.
8.  “mydlink Account” merupakan bagian dimana anda dapat mendaftarkan perangkat router ini.
Klik “Configure” untuk masuk ke halaman konfigurasi mydlink. Bila anda belum memiliki account mydlink, pilih opsi “No, I want to register and login with a new mydlink account” dan anda akan diminta untuk mengisi informasi untuk registrasi awal. Lengkapi data dan klik pada “Register”

9. Bila anda sudah memiliki mydlink account, pilih “Yes, I have a mydlink account” kemudian klik pada tombol “Login”

Bila semua konfigurasi sudah berhasil maka tampilan akan menjadi sepeti dibawah ini

10. Cek untuk masuk ke akun mydlink anda melalui www.mydlink.com dengan menggunakan user name dan password yang telah anda konfigur pada langkah no 8 diatas.


Instalasi IP Kamera (Zero Configuration)
1. Dengan Router DIR-605L anda yang sudah terhubung ke internet dan yang sudah terdaftar ke mydlink, login ke mydlink dengan menggunakan akun anda tersebut dan hubungkan mydlink Cloud Camera D-Link anda ke router tersebut dengan kabel Ethernet atau WPS

2. Tunggu beberapa saat dan lihat pada halaman mydlink anda akan tampil “pop-up message” yang menyatakan ada kamera baru yang terhubung. Klik pada “Yes” untuk menerima konfirmasinya. Secara otomatis, kamera akan menyamakan SSID, serta konfigurasi mydlink dari router DIR-605L anda, sehingga anda tidak perlu mengatur kamera seperti pada step “Instalasi Router” diatas

Dengan step diatas anda sudah bisa melakukan “Live View” dari kamera anda. Mudah bukan? Bagi anda yang ingin melihat contoh mydlink account namun belum memiliki perangkatnya, bisa coba askses ke www.mydlink.com dan login dengan :

Username : dlink.indonesia@gmail.com
Password : letmeinplease