Firmware-nya bisa didownload di http://support.dlink.co.id/firmware/DIR600B_FW203INB03.rar
Setelah upgrade spt biasa, fitur Traffic Control dapat ditemukan di menu Advanced ---> Traffic Control
Contoh implementasinya :
Koneksi Internet, Up : 256Kbps, Down : 1Mbps
Pembagian yang diinginkan :
- IP : 192.168.0.11-192.168.0.15 mendapatkan bandwidth up maximum 32Kbps dan down maximum 128Kbps
- IP : 192.168.0.16-192.168.0.18 mendapatkan garansi bandwidth up : 32Kbps dan down : 128Kbps
Setting di menu Traffic Control :
Hasilnya ada 3 kondisi :
1. Kondisi Pertama :
- 192.168.0.16-192.168.0.18 : tidak ada aktifitas (atau PC-nya shutdown)
- 192.168.0.11-192.168.0.15 : Aktif
Bandwidth yang didapat :
- 192.168.0.11-192.168.0.15 : masing2 maximum up 32Kbps dan maximum down 128Kbps
2. Kondisi Kedua :
- 192.168.0.16-192.168.0.18 : Aktif
- 192.168.0.11-192.168.0.15 : tidak ada aktifitas (atau PC-nya shutdown)
Bandwidth yang didapat :
- 192.168.0.16-192.168.0.18 : menggunakan total bandwidth up/down yang tersedia dengan minimal mendapatkan 32Kbps utk up dan 128Kbps utk down
3. Kondisi Ketiga :
- 192.168.0.16-192.168.0.18 : Aktif
- 192.168.0.11-192.168.0.15 : Aktif
Bandwidth yang didapat :
- 192.168.0.16-192.168.0.18 : bandwidth akan dialokasikan untuk ketiga IP ini lebih dahulu karena ketiga IP ini menggunakan Reserved Bandwidth shg prioritasnya lebih tinggi dibanding Maximum Bandwidth, jadi bandwidth yang di-reserve adalah up 3x32Kbps = 96Kbps dan down 3x128Kbps = 384Kbps
- 192.168.0.11-192.168.0.15 : akan mendapat pembagian sisanya, jadi sisa bandwidth yang tersedia utk ke-5 IP ini adalah up : 256Kbps - 96Kbps = 160Kbps dan down : 1000Kbps - 384Kbps = 616Kbps. Sisa bandwidth itu akan dibagi utk 5 IP tsb dengan ketentuan maximum tetap 32Kbps utk up dan 128Kbps utk down. Jika ada dari ke-5 IP ini yang tidak aktif maka bandwidth yang tersedia akan diberikan untuk IP 192.168.0.16-192.168.0.18.
NOTE : traffic control mungkin tidak begitu akurat bila koneksi yang digunakan adalah koneksi yang sifatnya "up to" karena bila bandwidth lagi full utilized maka rule yang kita define akan menjadi ngaco karena total bandwidth-nya mengikuti bandwidth yang tersedia dari pihak provider.
NOTE LAGI : Upgrade menggunakan firmware ini tidak menghilangkan garansi dan dapat dengan mudah dikembalikan ke firmware versi WW.
LAGI-LAGI NOTE : Selamat Menikmati :-)
Koneksi Internet, Up : 256Kbps, Down : 1Mbps
Pembagian yang diinginkan :
- IP : 192.168.0.11-192.168.0.15 mendapatkan bandwidth up maximum 32Kbps dan down maximum 128Kbps
- IP : 192.168.0.16-192.168.0.18 mendapatkan garansi bandwidth up : 32Kbps dan down : 128Kbps
Setting di menu Traffic Control :
Hasilnya ada 3 kondisi :
1. Kondisi Pertama :
- 192.168.0.16-192.168.0.18 : tidak ada aktifitas (atau PC-nya shutdown)
- 192.168.0.11-192.168.0.15 : Aktif
Bandwidth yang didapat :
- 192.168.0.11-192.168.0.15 : masing2 maximum up 32Kbps dan maximum down 128Kbps
2. Kondisi Kedua :
- 192.168.0.16-192.168.0.18 : Aktif
- 192.168.0.11-192.168.0.15 : tidak ada aktifitas (atau PC-nya shutdown)
Bandwidth yang didapat :
- 192.168.0.16-192.168.0.18 : menggunakan total bandwidth up/down yang tersedia dengan minimal mendapatkan 32Kbps utk up dan 128Kbps utk down
3. Kondisi Ketiga :
- 192.168.0.16-192.168.0.18 : Aktif
- 192.168.0.11-192.168.0.15 : Aktif
Bandwidth yang didapat :
- 192.168.0.16-192.168.0.18 : bandwidth akan dialokasikan untuk ketiga IP ini lebih dahulu karena ketiga IP ini menggunakan Reserved Bandwidth shg prioritasnya lebih tinggi dibanding Maximum Bandwidth, jadi bandwidth yang di-reserve adalah up 3x32Kbps = 96Kbps dan down 3x128Kbps = 384Kbps
- 192.168.0.11-192.168.0.15 : akan mendapat pembagian sisanya, jadi sisa bandwidth yang tersedia utk ke-5 IP ini adalah up : 256Kbps - 96Kbps = 160Kbps dan down : 1000Kbps - 384Kbps = 616Kbps. Sisa bandwidth itu akan dibagi utk 5 IP tsb dengan ketentuan maximum tetap 32Kbps utk up dan 128Kbps utk down. Jika ada dari ke-5 IP ini yang tidak aktif maka bandwidth yang tersedia akan diberikan untuk IP 192.168.0.16-192.168.0.18.
NOTE : traffic control mungkin tidak begitu akurat bila koneksi yang digunakan adalah koneksi yang sifatnya "up to" karena bila bandwidth lagi full utilized maka rule yang kita define akan menjadi ngaco karena total bandwidth-nya mengikuti bandwidth yang tersedia dari pihak provider.
NOTE LAGI : Upgrade menggunakan firmware ini tidak menghilangkan garansi dan dapat dengan mudah dikembalikan ke firmware versi WW.
LAGI-LAGI NOTE : Selamat Menikmati :-)
75 komentar:
Om tanya dunk,
Ini firmwarenya release resmi? Kok aku cari2 ga ada review nya di google?
Terus rada off topic sedikit, kalau DIR-412 support ZTE AC2726i ga yah? Aku cek di dlink.co.id cuman support yg AC2726 doank.
Thanks.
To : Krisna
Terima kasih atas pertanyaan anda.
"Ini firmwarenya release resmi? Kok aku cari2 ga ada review nya di google?"
---> Ini firmware khusus untuk pasar Indonesia dan resmi dari D-Link Indonesia (blog ini adalah blog resmi D-Link Indonesia dan dibawah tanggung jawab penuh D-Link Corp jadi yang kami release disini hanya yang official). Tentunya mungkin belum ada review-nya di internet.
"Terus rada off topic sedikit, kalau DIR-412 support ZTE AC2726i ga yah? Aku cek di dlink.co.id cuman support yg AC2726 doank."
---> Kami hanya confirm support AC2726 saja, sementara yang ada "i"-nya belum pernah dilakukan test scr intensive.
Mudah2an membantu
Wow, thanks for the fast response. Aku amazed juga ternyata dlink indonesia ga hanya memasarkan produk dlink saja.
So, Ada rencana untuk menambahkan fitur ini ke seri DIR-655?
Thanks.
To : Krisna
Terima kasih atas pertanyaan anda.
"Wow, thanks for the fast response. Aku amazed juga ternyata dlink indonesia ga hanya memasarkan produk dlink saja."
---> Terima kasih atas komentarnya yang sangat baik. Kami memang belum sempurna namun kami tetap berusaha memberikan yang terbaik utk para pengguna D-Link di Indonesia :-)
"So, Ada rencana untuk menambahkan fitur ini ke seri DIR-655?"
---> Plan ini ada dalam roadmap kami, namun mungkin belum akan diimplementasikan dalam waktu dekat. Kami akan update di blog ini bila sudah available.
Btw kami mencari informasi ke ZTE perbedaan antara AC2726 dan AC2726i, berdasarkan penjelasan mereka bedanya hanya di freq saja. Sementara isinya sama persis. Jadi kemungkinan besar bisa berjalan di DIR-412, walaupun kami sendiri belum test jenis yang "i".
Mudah2an membantu
mas.. tanya .
saya baru beli router d-link dir-600. saya sambungkan kabel jaringan lan ke port no. 1 router lalu satunya ke pc. saat saya ketik http://192.168.0.1 kok gk ada respon. begitu jg saya ping ke 192.168.0.1 tetap sama. saya coba menekan tombol reset. tetapi hasilnya sama.
saya agak awam menggunakan router wirless mohon bimbingannya ?
To : Yanto Frofile
Terima kasih atas pertanyaan anda.
Dikarenakan anda menanyakan hal teknis yg tidak berhubungan dgn thread, saya pindahkan pertanyaan anda ke http://blog.dlink.co.id/2010/04/tanya-jawab-versi-2.html
Tolong selanjutnya bila anda ada pertanyaan, posting di thread yang sesuai. Bila tidak ada yang sesuai maka silahkan posting disini : http://blog.dlink.co.id/2010/04/tanya-jawab-versi-2.html
Dear Dlink
beberapa waktu lalu saya membeli router dir-600 karena saya tertarik dengan fiturnya, permasalahannya ketika saya update firmware terbaru ini saya hubungkan dengan adsl dlink 520b saya set sebagai bridge, malah tidak respon sama sekali, bahkan lampu Wan pada dir 600 berkedip sangat cepat bahkan cenderung RTO, padahal sebelum di update firmwarenya lancar2 saja, mohon bantuannya, trims
To : Dani
Terima kasih atas pertanyaan anda.
"beberapa waktu lalu saya membeli router dir-600 karena saya tertarik dengan fiturnya, permasalahannya ketika saya update firmware terbaru ini saya hubungkan dengan adsl dlink 520b saya set sebagai bridge, malah tidak respon sama sekali, bahkan lampu Wan pada dir 600 berkedip sangat cepat bahkan cenderung RTO, padahal sebelum di update firmwarenya lancar2 saja, mohon bantuannya, trims"
---> Karena anda juga sudah posting pertanyaan yang sama di http://blog.dlink.co.id/2010/04/tanya-jawab-versi-2.html maka kami akan menjawab dari sana. Mohon ikuti dari sana.
Mudah2an membantu
Hallo,
Saya menggunakan speedy dan modem ADSL di rumah. Apakah ada setingan khusus untuk pengguna speedy spt saya, agar bisa dipadukan dg DIR-600? Problem yg saya temui, awalnya koneksi wifi-nya lancar namun nantinya akan terputus tiba2x. Biasanya sebelum putus, diawali dg status "Limited Access" kemudian "No Internet Access". Lampu indikator internet akan berwarna kuning dan berkedip-kedip dg cepat.
Kadang problem ini sudah muncul duluan pada saat seting di tengah jalan, setelah router dikonfigurasi dan diminta untuk mencolokkan kabel internet.
O iya, setingan ini saya lakukan dari CD, bukan manual dari browser.
Apakah DHCP di modem hrs dibuat static? Mohon pencerahannya...
Note: problem terputusnya koneksi secara tiba2x jg terjadi setelah saya coba utk menggunakan DIR-600 hanya sbg AP saja.
To : Rigradio
Terima kasih atas pertanyaan anda.
Dikarenakan anda menanyakan hal teknis yg tidak berhubungan dgn thread, saya pindahkan pertanyaan anda ke http://blog.dlink.co.id/2010/04/tanya-jawab-versi-2.html
Tolong selanjutnya bila anda ada pertanyaan, posting di thread yang sesuai. Bila tidak ada yang sesuai maka silahkan posting disini : http://blog.dlink.co.id/2010/04/tanya-jawab-versi-2.html
untuk DIR-615 bisa ga ??
thank's
To : utak
Terima kasih atas pertanyaan anda.
"untuk DIR-615 bisa ga"
---> Saat ini fitur traffic control hanya available di DIR-600. Untuk DIR-615 masih dalam roadmap dan belum dipastikan kapan di-release.
Mudah2an membantu
wih ga nyesel deh pake D-Link tanggapan'ny cepet jg.
mudah2an untuk DIR-615 segera hadir feature tersebut.
To : utak
"wih ga nyesel deh pake D-Link tanggapan'ny cepet jg."
---> Terima kasih atas komentar anda yang sangat baik :-)
"mudah2an untuk DIR-615 segera hadir feature tersebut."
---> Kami di tim blog support mengharapkan hal yang sama namun semua keputusan mengenai jadwal release ada di tangan Product Planner kami. Kami pasti akan umumkan disini bila firmware tsb sudah keluar.
Mudah2an membantu
saya punya DLINK dir 600...da sebulan yg lalu punya saya error terus saya service n td sore saya pake lancar...tp knpa tiba2 pas malem ko error ya....cm tombol power doank yg hidup warna ijo...yg lampu wifinya mati total ma lan nya jg mati lampunya!!!??masa bis service error lom ada sehari....
To : andreasyoga
Terima kasih atas pertanyaan anda.
Dikarenakan anda menanyakan hal teknis yg tidak berhubungan dgn thread, saya pindahkan pertanyaan anda ke http://blog.dlink.co.id/2010/04/tanya-jawab-versi-2.html
Tolong selanjutnya bila anda ada pertanyaan, posting di thread yang sesuai. Bila tidak ada yang sesuai maka silahkan posting disini : http://blog.dlink.co.id/2010/04/tanya-jawab-versi-2.html
mohon pencerahan..
alat ini (dan wireless router yg lain dgn port yg sama) bisa dipake untuk share internet & data untuk kasus seperti ini ga'..
-ada 3 kmputer, kompi 1 terhubung internet dengan modem USB (tidak pake modem ADSL/speddy/ISP), kemudian akan dishare net & data-nya ke kompi 2-3.. bisa ga'..? dan gimana instalasinya..?
To : Andhie
Terima kasih atas pertanyaan anda.
"ada 3 kmputer, kompi 1 terhubung internet dengan modem USB (tidak pake modem ADSL/speddy/ISP), kemudian akan dishare net & data-nya ke kompi 2-3.. bisa ga'..? dan gimana instalasinya..?"
---> Pada kasus anda, PC 1 yang menjadi router dan gatewaynya, jadi wireless router disini tidak berguna fungsi "router"-nya. Bila pertanyaannya bisa dipakai atau tidak, bisa saja, jadikan saja sbg AP plus switch biasa. Namun PR pertama anda adalah sharing koneksi internet tsb di PC 1 dan jadikan PC 1 pertama sbg gateway, caranya banyak terdapat di internet, contoh http://mobilesociety.typepad.com/mobile_life/2006/08/how_to_share_yo.html
Bila koneksi yang anda gunakan adalah 3G modem, anda bisa membeli DIR-412, disini anda tinggal plug modem ke DIR-412 via USB port dan sharing langsung, PC 1/2/3 bisa akses ke internet via wireless. Namun tidak semua modem disupport oleh DIR-412, anda bisa cek list-nya disini : http://blog.dlink.co.id/2010/09/modem-3gevdo-yang-kompatibel-dengan-dir.html
Mudah2an membantu
Saya udah setting DIR-600 sesuai petunjuk tapi kok IP yg disetting upto tetep lolos ya?
Bandwithnya tetep melebihi upto-nya..
Begitu juga yg disetting reserved.. ketika koneksi banyak bandwithnya tetep kurang dr yg direserved.. padahal yg di reserved cuma 1 IP..
thanks
To : aku345
Terima kasih atas pertanyaan anda.
"Saya udah setting DIR-600 sesuai petunjuk tapi kok IP yg disetting upto tetep lolos ya?
Bandwithnya tetep melebihi upto-nya..
Begitu juga yg disetting reserved.. ketika koneksi banyak bandwithnya tetep kurang dr yg direserved.. padahal yg di reserved cuma 1 IP.."
---> Tolong anda jawab pertanyaan berikut :
1. Koneksi apa yang anda gunakan?
2. Berapa bandwidth upstream dan downstream yang anda punya?
3. Policy bagaimana yang anda ingin capai?
4. Capture halaman traffic control dan upload ke http://imageshack.us, lalu posting URL-nya kesini.
Mudah2an membantu
1. Koneksi apa yang anda gunakan?
# Koneksinya menggunakan Speedy.
2. Berapa bandwidth upstream dan downstream yang anda punya?
# speednya download 1Mbps upload sekitar 300-400kbps
3. Policy bagaimana yang anda ingin capai?
# tujuannya agar komputer (x.x.x.100) mendapat jatah bandwidth minimal 128kbps up/down.. (komputer terkoneksi langsung ke router)
#Sementara laptop (koneksi WIFI) (x.x.x.101-200) mendapat bandwidth sisanya..
4. Capture halaman traffic control dan upload ke http://imageshack.us, lalu posting URL-nya kesini.
http://img403.imageshack.us/img403/6707/traficc.png
To : aku345
Terima kasih atas pertanyaan anda.
"# speednya download 1Mbps upload sekitar 300-400kbps"
---> Paket Speedy 1Mbps, upstreamnya itu 256kbps menurut Speedy, jadi set Upload Bandwidth Setting-nya 256kbps. Sementara Download Bandwidth Settings itu setnya ke 1000kbps (bukan 1024)
"# tujuannya agar komputer (x.x.x.100) mendapat jatah bandwidth minimal 128kbps up/down.. (komputer terkoneksi langsung ke router)
#Sementara laptop (koneksi WIFI) (x.x.x.101-200) mendapat bandwidth sisanya..http://img403.imageshack.us/img403/6707/traficc.png"
---> Karena anda hanya ingin satu PC saja yaitu 192.168.0.100 yang mendapat reserved bandwidth maka anda cukup masukkan :
Rule 1 : Range IP : 192.168.0.100-192.168.0.100, Reserved Bandwidth 128 Download, Upload 128
Rule 2 : Range IP : 192.168.0.101-192.168.0.200, Maximum Bandwidth 128 Download dan Upload 64
Dgn kondisi spt itu, hanya IP 192.168.0.100 yang minimal mendapat 128, namun jika IP 192.168.0.101-192.168.0.200 tidak aktif maka PC 192.168.0.100 bisa memakai semua bandwidth yg available.
Jika IP 192.168.0.100 tidak aktif maka IP 192.168.0.101-192.168.0.200 akan mendapat 128kbps maximum namun realitynya akan kurang dr ini karena jumlah IP disini adalah 99 buah.
Jika IP 192.168.0.100 aktif dan 192.168.0.101-200 jg aktif maka 192.168.0.100 mendapat prioritas lebih dulu.
Seperti yang kami tulis diatas, bandwidth TIDAK AKAN 100 percent AKURAT misalnya kita set 128 kbps maka begitu dites akan mendapat 128 kbps pas, angka ini bisa saja turun atau naik tergantung kemana kita tes-nya dan kondisi network operator. Misalnya set 128kbps maksimum maka begitu ditest ke speedtest.net dgn server lokal, mungkin hanya mendapat 120kbps atau 117kbps, atau bisa lebih ke 130kbps, namun bila ditest ke server luar misalnya akan menjadi 67kbps atau dibawah itu,ini wajar karena bandwidth yang dijanjikan ADSL atau operator pada umumnya hanya bandwidth up to dan hanya sampai ke network mereka, bukan ke internet.
Lain halnya jika anda langganan dedicated line 1Mbps 1:1 misalnya, ini adalah bandwidth yang digaransi 1:1 ke internet international.
Mudah2an membantu
mau tanya,cara setting dlink dir-600 sebagai bridge dibagian mana ya..mklum saya ga begitu mengerti tentang router...soalnya saya mo coba untuk akses web intranet...terimakasih
To : JUSt For SHAre
Terima kasih atas pertanyaan anda.
"cara setting dlink dir-600 sebagai bridge dibagian mana ya..mklum saya ga begitu mengerti tentang router...soalnya saya mo coba untuk akses web intranet"
---> Anda bisa set ke Access Point Mode di menu Setup --> Internet Setup --> Manual Internet Setup, disitu ada opsi utk Enable Access Point Mode.
BIG NOTE : DIR-600 yang diset sbg AP Mode tidak bisa diset IP-nya secara statis, artinya IP-nya bukan 192.168.0.1 lagi, DIR-600 hanya bisa diakses bila dia mendapat IP dari DHCP Server lain di network anda. Jadi pastikan network anda punya DHCP Server yang bisa memberikan IP ke DIR-600, setelah itu anda bisa akses ke DIR-600 melalui IP yang diberikan itu. Cara cek IP yang diberikan berapa, bisa dilihat di DHCP Server IP List anda.
Mudah2an membantu
pak... saya sudah ikuti saran bapak sesuai jawaban untuk pertanyaan saudara aku345 ... semua step2nya sudah persis sama... karena kebetulan aku juga langgganan speedynya sama 1mpbs ... nah masalahnya kok masih juga lolos yahh.... alias.. kalo aku coba test di speedtest masih juga sama ... dapetnya 1mb ... harusnya sesuai limitnya kan... karena dulu aku pernah nyoba di tempat teman aku yang ikutan rt/rw net ... katanya bw nya dibatasi itu emang bener2 akurat... kalopun terpaut sedkit skaliii...
To : Mandiri Grup
Terima kasih atas pertanyaan anda.
"saya sudah ikuti saran bapak sesuai jawaban untuk pertanyaan saudara aku345 ... semua step2nya sudah persis sama... karena kebetulan aku juga langgganan speedynya sama 1mpbs ... nah masalahnya kok masih juga lolos yahh.... alias.. kalo aku coba test di speedtest masih juga sama ... dapetnya 1mb ... harusnya sesuai limitnya kan"
---> Tolong dibantu utk informasi2 berikut :
1. Capture settingan menu traffic control DIR-600 anda
2. Capture settingan menu Internet Settings --> Manual Internet Settings
3. Berapa PC yang anda gunakan
4. Hasil testing dari speedtest
Mudah2an membantu
mas kalo untuk memblok situs menggunakan DIR-600 gimana ya?
coz saya masih awam,mohon pencerahannya.thanx
maaf pak... saya tidak sekalian sertakan capturan lengkap tapi untuk 1. setting traffic control dari saya sudah saya buat persis sama seperti contoh gambar yang bapak paparkan diatas sehingga kalopun dicaptur hasilnya akan = contoh punya bapak...
2. setingan internet .. maksudnya ... ?? apakah ini berpengaruh kepada pembagian traffic control... mengingat koneksi internet dari ataupun lewat DIR600 ini normal2 aja...
3. saya sekarang memakai 8 unit komputer... tapi sebagai catatan pak sewaktu proses pengecekan fitur ini kita hanya menghidupkan 2 unit... ini pun waktu pengetesan cuman dijalankan satu per satu. ...
4. mengenai hasil speedtest saya ... download : 1.09 upload 0.21
tapi btw ... tq buat responnya yang cepat... TOP BGT ...
jujur pertama saya ndak yakin dapet follow up tapi bgt bapak reply secepat ini saya percaya masalah saya akan segera terpecahkan... tq
To : Mandiri Grup
Terima kasih atas update anda.
"1. setting traffic control dari saya sudah saya buat persis sama seperti contoh gambar yang bapak paparkan diatas sehingga kalopun dicaptur hasilnya akan = contoh punya bapak"
---> Walaupun demikian, bisakah kami tetap meminta screenshot-nya? Kami perlu verifikasi berdasarkan kondisi settingan anda saat ini. Kami mengerti hasilnya akan sama, namun mohon bantuannya untuk capture karena kami diwajibkan meminta screenshot settingan customer. Akan lebih baik lagi jika anda mengirimkan config file-nya (beserta user/pass tentunya jika anda sudah mengubah user/pass-nya) ke blog-support@dlink.co.id, shg kami bisa coba duplicate dengan settingan yang sama persis.
"2. setingan internet .. maksudnya ... ?? apakah ini berpengaruh kepada pembagian traffic control... mengingat koneksi internet dari ataupun lewat DIR600 ini normal2 aja"
---> Kami ingin mengetahui dimana anda meletakkan PPPoE dial-nya, apakah di DIR-600 atau di modem didepannya.
"3. saya sekarang memakai 8 unit komputer... tapi sebagai catatan pak sewaktu proses pengecekan fitur ini kita hanya menghidupkan 2 unit... ini pun waktu pengetesan cuman dijalankan satu per satu"
---> Terima kasih atas penjelasannya, kami tunggu config file atau screenshot-nya shg kami bisa coba duplicate di lab kami. Karena hasil lab kami menunjukkan hasil yang sesuai dengan yang kami jabarkan diatas.
"4. mengenai hasil speedtest saya ... download : 1.09 upload 0.21"
---> Bisa diinformasikan server mana yang anda gunakan? Shg jika kami sudah menerima config file anda, kami bisa testing sama persis dengan testing scheme anda.
Mudah2an membantu
To : badi_keren
Terima kasih atas pertanyaan anda.
"kalo untuk memblok situs menggunakan DIR-600 gimana ya?"
---> Anda tinggal masuk ke menu Setup --> Parental Control. Disitu ada 3 opsi :
1. Turn Parental Control OFF --> Ini settingan default-nya, artinya Parental Control non-aktif
2. Turn Parental Control ON and ALLOW computers access to ONLY these sites --> Parental Control aktif dan hanya mengijinkan komputer untuk akses daftar web dibawah, misalnya anda hanya ketik yahoo.com dilist bawahnya maka hanya yahoo.com yang bisa diakses sisanya tidak bisa.
3. Turn Parental Control ON and DENY computers access to ONLY these
sites --> Parental Control aktif dan menolak komputer untuk akses daftar web dibawah, misalnya anda hanya ketik yahoo.com dilist bawahnya maka hanya yahoo.com yang bisa diblok, sisanya bisa diakses.
NOTE : Jangan lupa untuk mencentang kotak checkbox disetiap URL yang anda inginkan untuk diaktifkan (ntah di blok atau di allow tergantung opsi yang anda pilih). Dan jangan lupa Save Settings.
NOTE 2 : Parental Control di-design hanya untuk protokol http, sementara untuk protokol https tidak dijamin 100 percent bisa bekerja.
Mudah2an membantu
terima kasih pakkk... kalau memang prosedurnya seperti itu .. ini saya berikan pak capturan2 dari dlink saya yang bapak butuhkan ...
INTERNET SETTING
http://img59.imageshack.us/img59/7917/dir600internetsetting.png
DLINK TRAFFIC CONTROL
http://img375.imageshack.us/img375/7272/dir600trafficcontrol.png
Berikut juga disertakan hasil SPEEDTEST waktu saya ketik email ini ( dari IP 192.168.1.102)
http://www.speedtest.net/result/1088623059.png
tolong yah dibantu ... sebelumnya terima kasih ...
thanks atas jawabannya,,,
satu hal lagi,,bisa ga beberapa ip yang bisa akses walaupun sudah di blok?
thanx ya,,,maaf sebelumnya merepotkan...
To : Mandiri Grup
Terima kasih atas update anda.
"INTERNET SETTING
http://img59.imageshack.us/img59/7917/dir600internetsetting.png"
---> Anda set PPPoE di modem didepannya, untuk mendapatkan hasil yang maksimum pada bandwidth control, set PPPoE di DIR-600 anda dan biarkan modem hanya sbg bridge. Lihat postingan ini berikut : http://goo.gl/dvOVU
"DLINK TRAFFIC CONTROL
http://img375.imageshack.us/img375/7272/dir600trafficcontrol.png"
---> Bila anda berlangganan speedy 1 Mbps maka pada download bandwidth setting masukkan angka 1000 kbps (bukan 1225 kbps)
"Berikut juga disertakan hasil SPEEDTEST waktu saya ketik email ini ( dari IP 192.168.1.102)
http://www.speedtest.net/result/1088623059.png"
---> IP 192.168.1.102 itu masuk dalam rule ke-4 yaitu Reserved Download 512 dan Reserved Upload 256. Maka jika hanya IP itu yang aktif sementara PC lainnya off, tentu IP 192.168.1.102 akan mendapat semua bandwidth yang ada karena rule dia adalah Reserved (baca kembali kondisi Reserved dan Maximum pada contoh diatas).
Sebagai Catatan, rule yang anda terapkan sudah melebihi kapasitas bandwidth yang ada, misalnya jika IP 192.168.1.11-192.168.1.13 aktif maka ketiga IP ini sudah "memakan" setidaknya 256x3 = 768. Jadi hanya tersisa 232 kbps, maka rule ke-3 tidak akan pernah tercapai karena reserved-nya melebihi bandwidth yang available (apalagi rule ke-4 dan rule ke-2, rule ke-2 akan dihit paling belakang karena Reserved rule mempunyai priority lebih tinggi dibanding Maximum rule)
Mudah2an membantu
To : badi_keren
Terima kasih atas pertanyaan anda.
"satu hal lagi,,bisa ga beberapa ip yang bisa akses walaupun sudah di blok?"
---> Parental Control pada DIR-600 adalah global rule, jadi tidak bisa dibuat pengecualian untuk beberapa IP.
Mudah2an membantu
om..tanya dong...saya kan barusan beli D-Link DIR 600
bagaimana cara conect ke blackberry.
sedangkan setiap saya search wifi di blackberry di suruh ketik pin di D-Link.gimana itu cara setingnya biar di permudah...trimakasih
To : reynold
Terima kasih atas pertanyaan anda.
"saya kan barusan beli D-Link DIR 600 bagaimana cara conect ke blackberry. sedangkan setiap saya search wifi di blackberry di suruh ketik pin di D-Link.gimana itu cara setingnya biar di permudah"
---> Setting dulu DIR-600 anda seperti pada tutorial berikut : http://goo.gl/R1FeO
Tutorial itu memang utk DIR-300 tapi webUI-nya sama persis dengan DIR-600.
Setelah selesai,buka Manage Connections pada BB anda dan aktifkan Wi-Fi, kemudian piliuh Set Up Wi-Fi Network, lalu Next, kemudian Scan For Networks, pilih SSID dari DIR-600 yang sudah diset sebelumnya, setelah diklik maka akan minta Pre-Shared Key, masukkan Pre-Shared Key yang sudah diset sebelumnya,kemudian klik Connect, lalu Save Profile tsb, maka BB anda sudah terhubung ke DIR-600.
Mudah2an membantu
saya mau tanya :
1. saya sebelumnya pake firmware 2.02, tp sering Limited Access (hanya indikator power yg nyala), sedangkan internet n sinyal wifi indikatornya MATI, bukan berwarna MERAH. di reset-pun tidak bisa. akhirnya setelah didiamkan 1hari, indikator ketiga-nya menyala, dan lgsg saya gunakan firmware 2.03 ini.
tp masalah muncul setelah beberapa hari, yaitu indikator internet berwarna merah (kelip2 cepat seperti indikator LAN). saya cb koneksi internet (kabel Lan FastNet) saya hubungkan lgsg ke laptop, dan tidak ada masalah dengan koneksi internetnya.
saya kembalikan lg colok kabel internet ke modem, kembali bermasalah seperti semula.
Pertanyaan : "Mohon pencerahannya kenapa bs seperti itu dan apa yg harus dilakukan jika terjadi lagi???"
2. saya akhirnya kembalikan lg firmwarenya ke 2.02, dan masalah diatas hilang, tetapi lagi2 kembali ke masalah awal. yaitu hanya indikator POWER yang menyala, semuanya mati. dan colok kabel LAN di port 1-4 pun tidak bisa.
Pertanyaan : "Mohon pencerahannya kenapa bs seperti itu dan apa yg harus dilakukan jika terjadi lagi??? karena di reset-pun tidak bisa"
Terima kasih.
To : Distortion_Crew
Terima kasih atas pertanyaan anda.
"1. Pertanyaan : "Mohon pencerahannya kenapa bs seperti itu dan apa yg harus dilakukan jika terjadi lagi???"
---> Dari yang anda jabarkan spt-nya power adapter anda bermasalah shg supply listrik ke perangkat tidak stabil shg power tidak "ngangkat", anda bisa klaim power adapter ke distributor tempat DIR-600 anda berasal, cek disini : http://blog.dlink.co.id/2009/03/d-link-punya-saya-berasal-dari.html
"2. "Pertanyaan : "Mohon pencerahannya kenapa bs seperti itu dan apa yg harus dilakukan jika terjadi lagi??? karena di reset-pun tidak bisa"
---> Coba anda tekan tombol reset selama 10 detik dalam kondisi power ON, lalu lepas. Setelah itu set IP PC ke 192.168.0.99/255.255.255.0, gateway 192.168.0.1, DNS : 192.168.0.1
Lalu plug PC ke LAN port DIR-600, buka command prompt PC lalu ketik arp -d
Setelah itu coba ping ke 192.168.0.1, bila reply akses via browser ke http://192.168.0.1
Kemudian upgrade firmware ke versi 2.05, bisa didownload di http://goo.gl/lVYBF
Mudah2an membantu
terima kasih atas jawaban cepatnya mas...
saya sudah lakukan ARP -D, tp tidak berhasil, FAILED. karena colok kabel LAN pun tidak ada indikator menyala...
beberapa saat kemudian, kabel indikator berwarna merah (biasanya hanya indikator power yg menyala dan berwarna hijau). lalu saya coba reset dan akhirnya indikator LAN bisa menyala juga. tp tetap tidak mendapatkan IP, dan sy lakukan set IP ke static-pun tetap tidak berhasil...
terima kasih
To : Distortion_Crew
Terima kasih atas pertanyaan anda.
"karena colok kabel LAN pun tidak ada indikator menyala...beberapa saat kemudian, kabel indikator berwarna merah (biasanya hanya indikator power yg menyala dan berwarna hijau). lalu saya coba reset dan akhirnya indikator LAN bisa menyala juga. tp tetap tidak mendapatkan IP, dan sy lakukan set IP ke static-pun tetap tidak berhasil"
---> Dari deskripsi yang anda jabarkan, kemungkinan besar DIR-600 anda failure, anda bisa klaim warranty unit ini ke distributor tempat unit anda berasal : http://blog.dlink.co.id/2009/03/d-link-punya-saya-berasal-dari.html
DIR-600 mempunyai warranty lifetime utk unit dan 3 tahun utk power adapter.
Mudah2an membantu
Wah menarik banget nih Om firmware-nya (ada fitur traffic control-nya), klo buat yang DSL-526B ada gak ya? Sangat-sangat butuh nih.
To : Emanuel Demiyanto
Terima kasih atas pertanyaan anda.
"klo buat yang DSL-526B ada gak ya?"
---> Saat ini DSL-series belum mendukung fitur traffic control dan belum ada dalam roadmap kami. Jika anda benar2 membutuhkan, anda bisa set DSL-526B sbg bridge dan pasang DIR-600 utk dial PPPoE dan traffic control-nya :-)
Mudah2an membantu
om mau tanya
saya pake d'link dir-600, knp ya koneksi internetnya bisa menjadi lambat, kadang2 tidak mau login kejadian baru 2 hari ini, saya sudah telephon provider internet katanya ada masalah diDlink,
kira2 dlink saya knp ya?
thanks agus
To : Yan
Terima kasih atas pertanyaan anda.
"saya pake d'link dir-600, knp ya koneksi internetnya bisa menjadi lambat, kadang2 tidak mau login kejadian baru 2 hari ini, saya sudah telephon provider internet katanya ada masalah diDlink,"
---> Kami tidak bisa analisa problem anda karena informasinya tidak cukup. Apakah anda punya data perbandingan sebelum dan sesudah? misalnya hasil speedtest? Provider apa yang anda gunakan? Namun jika sebelumnya tidak bermasalah dan baru dalam 2 hari ini bermasalah maka kemungkinan besar ada di line internet anda.
Jika provider anda mengatakan masalahnya ada di D-Link-nya, berarti mereka tahu masalahnya apa :-) Coba minta informasi teknis dari provider anda mengapa dia bisa langsung tunjuk penyebabnya adalah router D-Link.
Mudah2an membantu
haduh gimana ini?
setelah di upgrade kok malah jadi error?
LAN kadang konek kadang diskonek sendiri.
Wireless tidak bisa buat browsing.
padahal sebelum diupgrade lancar² aja.
To : Munasir TeFiLio
Terima kasih atas pertanyaan anda.
"setelah di upgrade kok malah jadi error? LAN kadang konek kadang diskonek sendiri. Wireless tidak bisa buat browsing.padahal sebelum diupgrade lancar² aja."
---> Firmware diatas HANYA digunakan jika anda butuh fitur traffic control. Jika anda tidak butuh maka anda tidak perlu upgrade ke versi tsb namun cukup upgrade ke versi WW-nya.
Bila anda upgrade ke versi IN maka anda harus melakukan restore to factory default dan setting semuanya dari awal lagi.
Mudah2an membantu
klo Traffic Control untuk DIR-300 ada gak?
Dear D-Link Indonesia,
thanks atas Firmwarenya, nyari2 di google buat ngeset bandwidth ternyata uda ada firutnya di FW yg baru :D
om saya mau unduh file nya kok udah ngk bisa ya?
TO: alymahri
Terima kasih atas pertanyaan anda.
Untuk DIR-300 tidak ada fitur traffic control.
TO: Bayu
File bisa di download, kemarin terdapat sedikit kesalahan pada FTP server kami.
Semoga membantu.
Maaf saya mau bertanya....
2 bulan lalu saya membeli Router D-Link Home Router DIR-600.. kemudian saya tertarik dengan berita tentang update firmware dan penambahan fitur...
setelah saya coba upgrade firmware nya kemudian fitur tersebut saya gunakan...
screenshot:
http://i690.photobucket.com/albums/vv268/daftarajah/Routertraffic.jpg
nah pertanyaan saya ketika 2 komputer terhubung pada router (dengan IP 192.168.1.13 dan 192.168.1.15) mengapa ketika saya mendownload bandwith yang saya gunakan tidak di batasi oleh router (fitur traffic control nya tidak berfungsi)?? alhasil komputer yang lain akan terputus koneksi internet nya
nb:
1.IP default router yang semula 192.168.0.100 saya ubah menjadi 192.168.1.1
2. saya menggunakan IM2 broadband dengan modem kabel dengan bandwith upto 1 mbps
terimakasih
~wardi~
Traffic Control jalan sempurna, tp ada kendala pada ping ke internet.
Jika traffic control di-ON kan, secara otomatis waktu PING ke internet menjadi tinggi. Untuk game online menjadi sangat lag. Semoga pada firmware selanjutnya masalah ini bs diatasi.
TO: bluy
Terima kasih atas pertanyaan anda.
Pertama-tama bisakah anda mencoba upgrade ke firmware 2.05.
Firmware dapat di download di ftp://public.dlink.co.id
Semoga berhasil dan membantu.
TO: Wawan
Terima kasih atas masukan anda.
Firmware versi berapa yang anda gunakan? Yang terbaru adalah versi 2.05. Kalau anda sudah menggunakan yang terbaru, maka kami akan segera masukkan case anda ke RnD kami untuk di develop lebih lanjut.
mas saya mau bertanya, D-LINK dir-600 saya mengalami keanehan, setelah dinyalakn 1 jam, koneksi internet tidak berjalan melalui routernya, padalah koneksi internetnya lancar, saya menggunakan first media. bisa di bantu?
email saya : mirana.tiny@yahoo.co.id
apa ada contact support di indonesia?
To: Nerissa
Terima kasih atas pertanyaan anda.
Apakah masalah ini timbul saat anda baru pertama kali membeli DIR-600 anda?
Anda bisa coba dengan melakukan upgrade Firmware terbaru.
Semoga membantu
to D-link Indonesia
mau numpang tanya saya baru beli dir-600 dan sudah terinstall firm ware terbaru 2.05.
Yang mau saya tanyakan kok fitur traffic control sudah tidak ada??
Lalu apa gunanya QoS engine??
Sayang sekali fitur traffic control dihilangkan pada firmware 2.05
To: cumibau
Terima kasih atas pertanyaan anda.
Fitur Traffic control sebenarnya hanya di develop untuk pengguna Indonesia. Kalau anda benar-benar butuh fitur tersebut, anda bisa download dan install firmware yang memiliki fitur Traffic Control tersebut.
QoS Engine adalah fitur dimana bandwidth akan dialokasikan berdasarkan prioritas aplikasi. Misalkan dalam jaringan anda memiliki VOIP, maka bandwidth untuk voice akan diutamakan dibandingkan dengan bandwidth untuk transfer data.
Semoga membantu
benar apa kata bung Wawan
------------------------------
berkata...
Traffic Control jalan sempurna, tp ada kendala pada ping ke internet.
Jika traffic control di-ON kan, secara otomatis waktu PING ke internet menjadi tinggi. Untuk game online menjadi sangat lag. Semoga pada firmware selanjutnya masalah ini bs diatasi.
------------------------------
saya juga mengalami hal serupa, walaupun saya sudah mengupgrade Firmware versi terbaru
DIR600B_FW205INb01.bin 2.9 MB 5/23/11 3:03:00 PM
thanks sebelumnya
oiya ini SSnya
http://i1228.photobucket.com/albums/ee452/Disini_Bebas/2011-09-16_1630.png
To: mr.bebas
Terima kasih atas masukan anda.
Untuk saat ini belum ada update firmware baru untuk masalah ini. Kami akan segera infokan melalui blog apabila terdapat revisi terbaru.
Selamta Pagi/siang/sore/malam,
saya ingin tanya tentang DIR-600 traffic control. sy sudah upgrade firmware tersebut, namun jika di setting traffic control tersebut tidaj bekerja sememstinya.
saya ingin setting sebagai berikut:
1. Koneksi First Media download up to 3 Mbps. Upload 256 kbps.
2. ip 192.168.1.50 - 192.168.1.55 ingin mendapat Download masing2 ip antara 256 s/d 300 kbps dan upload masing2 ip antara 64 s/d 128 kbps.
3. ip 192.168.1.7 ingin download masing2 ip antara 256 s/d 300 kbps, uploadnya masing2 ip antara 32 kbps s/d 64 kbps.
4. ip 192.168.22 - 192.168.25 ingin medapat masing2 ip download antara 256 s/d 350 kbps dan upload masing2 ip antara 32 s/d 64 kbps.
Bagaimana pengaturan traffic control tersebut mengingat saya sudah setting tapi tidak berhasil. terutama untuk game online , hasil yg saya dapatkan di " ping CMD kecil latency nya" tapi hasil real di game online sangat parah latency nya dan di browser juga sangat parah hasilnya. Game online menjadi lag dan terputus dari server karena koneksi buruk, dan pada browser juga tidak keluar hasil browsingnya.
Mohon bantuan bapak bagaimana settingnya untuk kebijakan yg saya harapkan di atas.
ini setting yg saya sudah lakukan:
http://imageshack.us/photo/my-images/838/setting1.jpg/
http://imageshack.us/photo/my-images/838/setting1.jpg/
[URL=http://imageshack.us/photo/my-images/838/setting1.jpg/][IMG]http://img838.imageshack.us/img838/5882/setting1.jpg[/IMG][/URL]
Uploaded with [URL=http://imageshack.us]ImageShack.us[/URL]
[URL=http://imageshack.us/photo/my-images/265/setting2.jpg/][IMG]http://img265.imageshack.us/img265/8508/setting2.jpg[/IMG][/URL]
Uploaded with [URL=http://imageshack.us]ImageShack.us[/URL]
TERIMA KASIH, dan mohon bantuan dari BAPAK.
EDI SUSANTO, pasar minggu, jak-sel
saya kan pake wifi DIR 600.. eemmm kira" bisa gak settingan frekuensinya dari 20-40MHz di tingkatin jadi 2.5Ghz
Dear D-Link Indonesia,
saya ingin bertanya.. kenapa DIR-600 milik saya tidak dapat di setting IP Statis (assigned by server) ya?
setiap diisi IP yg disediakan dari server, kok selalu muncul dialog box "IP Invalid Address"?
http://goo.gl/oaO2s
saya sudah coba konsultasi dengan mendatangi langsung ke Technical Support di S*stech, tapi mereka hanya menjawab, bahwa DIR-600 akan otomatis mencari IP Statis yg kosong server..
atau jika saya ingin mempelajari (konsultasi) lebih tentang DIR-600, kemana saya menghubungi..?
terima kasih atas tanggapannya,
warm regards
ZTo: etha
Terima kasih atas pertanyaan anda.
Maaf, range frequency sudah mengikuti peraturan yang berlaku sehingga tidak bisa dirubah.
Semoga membantu
To: Abu Hamzah
Terima kasih atas pertanyaan anda.
Sudahkah anda pastikan bahwa penulisan alamat IP sudah benar? Apakah Subnet Mask juga sudah sesuai? "Invalid Address" keluar bila anda salah menuliskan alamat.
Bisakah anda tuliskan alamat IP yang ingin anda daftarkan?
IP Address : 192.168.0.112 (Assigned from my Server), dgn Netmask : 255.255.255.0,
mohon bimbingannya jika memang saya ada yang keliru/salah input.. thnx b4
Saya memakai router DIR-600, namun setelah saya sett ke NAT saya tidak dapat mengaksesnya kembali untuk melakukan setting ulang. Bagaimana caranya?
DIR-600 saya koneksikan ke router modem lain, bagaimana caranya agar semua jaringan yang terkoenksi di router DIR-600 dapat terkoneksi internet?
Bagaimana pula cara setting DDNS nya?
Terima kasih
gan kalo dir 600 ni bisa cuman jadi switch sama AP ajah gak??
jadi WAN nya ga usah gitu, buat repeater ajah...
trus dlink ini bisa WDS gak!!!!?
terima kasih gan...
Dear support dlink indonesia
selamat sore,
mau tanya pak. temen saya beli Dlink 3 bulan yang lalu. kemudian tiba-tiba tidak bisa dipergunakan, saya cek ternyata indikator ethernet tidak nyala ketika saya direct ke laptop. saya pikir mungkin kabel UTP nya tapi setelah diganti masih tetap tidak nyala, saya coba pindah port dari 1-4, tetapi masih tidak up juga. saya coba reset beberapa kali tetapi masih tetap tidak bisa. kalau dilihat dari status ethernet komputer tidak unplug, ethernet komputer aquiring mencari ip, tidak mendapatkan ip ketika di cek pake command prompt, dipasang ip static pun masih tidak bisa di ping.
karena kwitansi pembelian hilang dan tidak bisa di tukar, akhirnya saya ,mencoba membongkarnya mungkin ada tombol reset lain didalam ternyata tidak ada. jadi indikator yang nyala cuman power aja dengan warna led indikator kuning dan hijau.
apakah bapak pernah mengalami hal ini?
solusi perbaikan seperti apa?
terima kasih
Saya menggunakan DIR 600, mau ditanyakan bagaimana cara setingannya apabila terdapat 2 IP tujuan : pertama utk internet gateway 192.168.1.1 (internet) dan kedua 10.24.0.1 (VPN, terus ada dns sendiri 10.1.0.xx).
Jadi nanti ada IP klien-klien yang terpisah tujuannya ke 192.168.1.1 dan
ke 10.1.0.xx
terima kasih atas jawabannya
Poskan Komentar