Selasa, Agustus 24, 2010

D-Link PoE Managed Switches

Sering kita dengar istilah PoE, mungkin sebagian besar sudah paham apa itu PoE, mungkin ada sebagian kecil yang belum familiar dengan istilah PoE.

Apa itu PoE? PoE singkatan dari Power over Ethernet. Sesuai kepanjangannya, scr bahasa sehari-hari bisa kita artikan "nyalurin tenaga listrik lewat kabel ethernet". Listrik ini disalurin melalui 2 pair kabel UTP, bisa 1,2,3,6 atau 4,5,7,8.

PoE yang umum digunakan adalah mengacu ke standar IEEE 802.3af dimana maximum power per port-nya adalah 15.4W, namun dikarenakan banyak perangkat baru yang membutuhkan supply power lebih tinggi (misalnya utk AP 802.11n 3x3 atau 4x4) maka dibuat standar baru yaitu IEEE 802.3at dimana maximum power per port-nya adalah 34.2W.

Lalu apa fungsinya? PoE digunakan untuk menyelesaikan masalah sulitnya mencari sumber power pada saat memasang perangkat spt Access Point, IP Camera dan IP Phone. Bayangkan bila tidak ada PoE dan kita diharuskan memasang Access Point atau IP Camera disebuah ruangan yang besar, maka cost akan tinggi karena setiap perangkat membutuhkan 2 tarikan yaitu kabel UTP utk data dan kabel listrik (serta power outlet-nya). Dengan adanya PoE, kita cukup melakukan satu tarikan saja yaitu kabel UTP.

Bila switch kita tidak support PoE maka digunakan PoE injector utk masing2 perangkat atau menggunakan midspan. Midspan seperti switch tapi fungsinya hanya utk injeksi power ke perangkat yang mendukung PoE. Namun penggunaan PoE Switches lebih dianjurkan karena lebih simple (hanya satu perangkat).

Satu Catatan penting, bila kita membeli Switch, Access point, IP Camera atau IP Phone, maka pastikan perangkat-perangkat tsb mendukung standar PoE yang umum yaitu 802.3af atau mungkin standar baru 802.3at. Mengapa? Ini bisa meminimalkan "salah beli" perangkat yang berakibat tidak compatible antara switch dengan perangkat PoE.

Ada pertanyaan "Emang ada yang ga standar?", jawabannya banyak. Banyak perangkat yang di-box-nya ditulis PoE tapi tidak mengikuti standar 802.3af/802.3at. Ada juga yang sengaja membuat perangkat-nya (kebanyakan IP Phone) menggunakan PoE proprietary, artinya perangkat tsb hanya bisa bekerja bila dipasang di switch dari merk yang sama (yg umumnya sangat mahal dibanding harga sebuah PoE Switch 802.3af/802.3at dipasaran).

Berikut contoh pemasangan D-Link Access Point DWL-3200AP dan DWL-8200AP yang kedua-nya mendukung PoE 802.3af ke D-Link PoE Managed Switches DES-3028P :




DES-3028P scr otomatis akan mendeteksi apakah perangkat yang terhubung kedirinya adalah perangkat yang PoE enabled atau bukan, bila ya maka akan diberikan power sesuai dengan yang diminta oleh perangkat tsb. Sementara bila bukan, maka port-nya akan menjadi spt port switch biasa.

Berikut status poe di port 1 dan port 3 dimana di kedua port tsb terhubung ke AP PoE-Enabled :



Setiap switch PoE mempunyai total power yang didukungnya walaupun per port maximum-nya adalah 15.4W dan ke-24 port (utk 24 port switch) mendukung PoE semua. Contoh :

DES-3028P, total Power-nya adalah 185W :

1. Bila kita punya perangkat yang mengharuskan mengkonsumsi 15.4W maka hanya 12 port yang mampu mendukung 15.4W (185W dibagi 15.4W per port sama dengan 12 port). Apa yang terjadi jika kita plug PoE-enabled pada port ke-13 dan seterusnya sementara kapasitas power sudah full? Maka perangkat tsb tidak akan hidup.

2. Umumnya perangkat PoE hanya mengkonsumsi kurang lebih 7W, jadi bila menggunakan DES-3028P, jumlah port yang didukung adalah 24 (185W dibagi 7W sama dengan 26, sementara PoE port hanya 24, jadi bisa dikatakan full 24 port support PoE).

Kembali ke contoh diatas, ada 2 perangkat AP yaitu DWL-3200AP dan DWL-8500AP, kedua AP tsb hanya mengkonsumsi 7W (masing2 kurang lebih 3.5W) :



D-Link mempunyai produk Managed PoE Switches yang lengkap, mulai dari 10/100Mbps sampai 1000Mbps. Adapun produk2nya :

Standalone Series :
1. DES-3028P (24 port 10/100Mbps, 2 port 1000Mbps, 2 port combo, 802.3af, 185W)
2. DES-3052P (48 port 10/100Mbps, 2 port 1000Mbps, 2 port combo, 802.3af, 370W)
3. DGS-3100-24P (20 port 10/100/1000Mbps, 4 port combo, 802.3af, 370W)
4. DGS-3100-48P (44 port 10/100/1000Mbps, 4 port combo, 802.3af, 370W)

xStack Series :
1. DES-3528P (24 port 10/100Mbps, 2 port 1000Mbps, 2 port combo, 802.3af/802.3at, 370W)
2. DES-3552P (48 port 10/100Mbps, 2 port 1000Mbps, 2 port combo, 802.3af/802.3at, 370W)
3. DGS-3426P (20 port 10/100/1000Mbps, 4 port combo, 2 slot 10G, 802.3af, 370W)

Semua D-Link PoE Managed Switches mempunyai garansi Limited Lifetime shg bisa proteksi investasi anda. Jadi tunggu apa lagi, segera hubungi reseller2 kami atau reseller kesayangan anda :-)

Untuk info lebih lanjut bisa hubungi kami disini.

10 komentar:

Dedi Jakarya Putra mengatakan...

posting yg bermanfaat mas...makasih ya sharenya.
jadi lebih tau...i love d-Link

D-Link Indonesia mengatakan...

To: Dedi Jakarya Putra

Terima kasih atas komentar anda.
Kami akan coba untuk terus update informasi terbaru untuk pengguna D-Link

Sularso mengatakan...

posting menarik. menambah pengetahuan. Pertanyaan sy, bagaimana dengan limitasi kabel PoE. Seberapa panjang kabel yg bisa dipergunakan dari sumber listrik/switch-poe ke alat hotspot-ber-poe? tks.

D-Link Indonesia mengatakan...

To: Sularso

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Panjang kabel yang dapat digunakan adalah max 100m.

Semoga membantu

Opay Opay mengatakan...

Dlink,

Saya baru beli Router Xstack Des-3200-26 / 24 port.topologi jaringan:

Internet -- modem TP Link TD-WB151N (ppoe) -- Des-3200-26 -- PC

ketika saya mencoba meremote ke router dari pc client tidak bisa. bagaimana biar router bisa di remote dari pc. thk before

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Opay.

Terimakasih atas pertanyaan anda.
Sebelumnya dapatkah di informasikan apakah DES 3200 terkonfigurasi dengan vlan atau dalam mode default vlan (swicth/hub mode) serta apakah router yang digunakan benar TP Link TD-WB151N, kami coba telusuri product tersebut tidak dikenal oleh google bahkan TP-Link sendiri.

--> Bagaimana biar router bisa di remote dari pc?
Jika dalam keadaan default vlan pada DES 3200 dan router anda menggunakan DHCP servis secara default pc dapat meremote router secara langsung, mohon pastikan IP antara router dan pc dalam satu network yang sama.
Semoga membantu.

Opay Opay mengatakan...

switch router Des3200 saya belum setting apa2. tp link itu modem speedynya. ip switch routernya di manual atau di dhcp? saya belum setting apa apa di switch routernya. dengan perangkat 1 modem speedy, 1 switch router des 3200 apakah mungkin saya bisa buat jaringan 10 komputer? dan apakah switch router des 3200 bisa mengcontrol bandwitdh tiap pc client nya? dan bagaimana caranya?

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Opay
switch router Des3200 saya belum setting apa2.
->Koreksi DES 3200 tidak dapat difungsikan sebagai router, hanya sebagai swicth Layer 2 (manageable LAN) :).

Bagaimana biar router bisa di remote dari pc?
->Apakah dari PC dapat melakukan ping ke router? jika bisa maka secara default router dapat di remote.

1 switch router des 3200 apakah mungkin saya bisa buat jaringan 10 komputer? mohon maaf jika bapak menggunakan DES-3200-10 hanya dapat menampung 9 client PC dan satu sebagai backhaul untuk network bapak, namun jika menggunakan DES-3200-18 sudah pasti dapat menggunakan lebih dari 10 host/PC.

Apakah DES 3200 bisa mengcontrol bandwitdh tiap pc client nya?
->Ya, DES 3200 dapat mengontrol bandwidth pada setiap portnya dengan nilai minimum TX/RX 64kbps dan maximum 1024000kbps. Untuk mensetting bandwidth pada setiap port anda dapat menemukannya pada menu QOS > Bandwidth Control > Bandwidth Control Settings di Web UI admin device tersebut.
semoga membantu.

Opay Opay mengatakan...

maaf maksud saya typenya D-Link xStack Des-3200-26, saya berfikir bisa jadi router karena di box nya tertulis router. apa ada manual buat setting Bandwidth Control Settings ?

satu kalau port 25T dan 26T itu bedanya apa dengan port lainnya?

terima kasih.

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Opay.
Terimakasih atas pertanyaannya.

Saya fikir D-Link xStack Des-3200-26 bisa jadi router karena di box nya tertulis router.
->Maaf, kami sudah cek beberapa kardus tipe swicth managable L2 maupun L3 tidak tercantum tulisan router pak. Dan jikapun memang tercantum kemungkinan itu merujuk pada fungsi IP route table yang tersedia.

apa ada manual buat setting Bandwidth Control Settings ?
->Bapak bisa mendownload manual tersebut di http://www.dlink.co.id/support/support_detail.asp?idProduct=450

kalau port 25T dan 26T itu bedanya apa dengan port lainnya?
->Perbedaannya kedua interface tersebut support Gigabit port (1000M) yang di tujukkan sebagai uplink network sedangkan port lainnya masih fast ethernet (100M).