Senin, Juni 14, 2010

High Availability Network untuk SMB? Mungkinkah? Mahal?

Pasti kita semua sering denger/baca kata-kata "High Availability". Secara sederhana High Availability (atau yang sering disingkat HA) adalah kondisi dimana sistem selalu up (atau diusahakan selalu up), meminimalkan kemungkinan terjadinya downtime dan single-point-of-failure.

HA biasa dikenal dalam desain jaringan untuk big enterprise atau datacenter dimana HA hampir identik dengan "mahal","rumit","sulit","besar", dll. Lalu apakah mungkin HA network ini diimplementasikan di jaringan SMB (Small-to-Medium Business)? Seperti yang kita tahu, jaringan SMB merupakan jaringan dengan skala kecil-menengah. Umumnya jaringan SMB ini hanya terdiri dari 2 layer sederhana, dimana core/aggregation layer langsung ke akses (walaupun kenyataannya dilapangan banyak jaringan SMB yang hanya merupakan flat network saja :-) ).

Lihat gambar berikut :



Pada jaringan yang umum spt itu, kita lihat ada 3 kemungkinan network menjadi fail. Gambar 1, menggambarkan kejadian dimana kabel putus atau rusak sehingga access switch beserta semua PC yang "nempel" kedirinya akan menjadi terisolasi dari jaringan. Kemudian lihat Gambar 2, disitu digambarkan access switch-nya sendiri yang down. Gambar 3 menggambarkan kondisi yang lebih gawat yaitu core/aggregation switch yang down, otomatis disini semua access network akan terpengaruh.

Lalu dikarenakan banyaknya gangguan kabel (biasanya digigit tikus :-D) maka banyak yang memodifikasi layout diatas dan menerapkan Link Aggregation utk koneksi antara Core/Aggregation dan Access Switch dimana link yang digunakan adalah minimal 2 kabel atau lebih utk menghindari kejadian spt Gambar 1. Lihat gambar berikut :



Pada Gambar 4, bila salah satu kabel rusak maka network masih tetap up dan servis tidak terganggu. Namun Link Aggregation saja tidak bisa menyelesaikan masalah Gambar 5 dan Gambar 6.

Solusi utk masalah Gambar 5 dan Gambar 6 adalah menggunakan perangkat ganda untuk setiap bagian. Sehingga bila satu device down maka bisa digantikan oleh device lainnya. Cara yang umum adalah menggunakan teknologi open standard spt VRRP atau proprietary spt HSRP. Teknologi tsb bagus namun utk jaringan SMB terasa cukup rumit. Jadi apa solusinya? D-Link mempunyai solusi yaitu menggunakan xStack technology. Teknologi ini memungkinkan 2 buah switch atau lebih digabungkan seolah-olah menjadi 1 switch saja (1 IP, 1 console, 1 webUI, 1 System). Lihat gambar berikut :

Gambar 7

Core/Aggregation Switch terdiri dari 2 buah switch yang di-stack menjadi satu. Begitu pula masing-masing Access Switch-nya, setiap Access Switch digunakan 2 buah switch yang di-stack menjadi satu. Keuntungan menggunakan xStack ini adalah Simple. xStack tidak membutuhkan STP dan VRRP shg konfigurasinya tidak ribet dan sangat mudah. Jadi menggunakan xStack merupakan solusi yang sangat tepat utk mengimplementasikan HA utk jaringan SMB.

Lalu ada pertanyaan, gimana kalau power supply-nya rusak? Kami menyediakan redundant power supply utk setiap switch xStack. Lalu pertanyaan lainnya kalau mati listrik gimana? Gunakan UPS dgn kapasitas besar :-).

Apa saja yah yang harus dipersiapkan untuk mewujudkan jaringan HA menggunakan perangkat D-Link? Berikut perangkatnya :

1. Core/Aggregation Switch : yang umum di core/aggregation switch menggunakan L3 switch yaitu tipe DGS-3627/3627G/3650. Namun jika tidak ingin L3, anda bisa gunakan L2 switch yaitu tipe DGS-3426/3426P/3427/3450. Ditambah beberapa module 10G (beserta transceiver bila pake FO) : DEM-410CX atau DEM-410X(plus DEM-421XT/422XT/423XT). Masing2 DGS-3600 series dan DGS-3400 Series bisa di-stack sampai 12 unit.

Contoh Layoutnya :


Note : DGS-3600 series tidak bisa distack dengan DGS-3400 series, xStack hanya utk model dari series yang sama.

2. Access Switch : DES-3528/3528P/3528DC/3552/3552P. Untuk seri ini tidak diperlukan module tambahan karena stacking bisa dilakukan menggunakan kabel ethernet biasa. DES-3528-52-Series bisa di-stack sampai 8 unit.

Contoh Layoutnya :



Lalu pertanyaan klasik.. Mahal ga? D-Link Managed Switches memberikan harga yang sangat affordable dan reasonable, sbg contoh network spt gambar 7 dimana perangkat yang digunakan adalah :

- 2 unit DGS-3627
- 4 unit DEM-410CX (Module 10G dengan kabel CX4)
- 6 unit DES-3528

Hanya memerlukan cost dibawah USD 11000 (estimasi dihitung berdasarkan MSRP per June 2010 dan tidak mengikat). Bisa dibandingkan dengan solusi dari merk lain, yang bisa diatas USD 20000. Ditambah dengan Limited Lifetime Warranty (tanpa perlu beli advanced services atau license lainnya) maka D-Link merupakan pilihan sempurna utk jaringan HA pada SMB.

Pertanyaan mengenai jaringan HA di SMB bisa di-email kesini.

Jadi tunggu apa lagi? :-)

2 komentar:

mr mengatakan...

berarti card lan di masing-masing pc dan kabelnya juga harus 2?

D-Link Indonesia mengatakan...

To : mr

Terima kasih atas pertanyaan anda.

"berarti card lan di masing-masing pc dan kabelnya juga harus 2?"

---> Tergantung kebutuhan anda. Yang dibicarakan disini adalah HA pada jaringan bukan HA pada host.

Jika anda ingin HA pada host maka benar, LAN card pada PC pun 2 dan PC anda itu harus support NIC Bonding.

HA pada host biasa cuma utk server, kalau untuk desktop tidak perlu.

Mudah2an membantu