Kamis, Desember 23, 2010

Merry Christmas 2010 and Happy New Year 2011

On Behalf of D-Link Corporation, D-Link Indonesia mengucapkan :


"SELAMAT HARI RAYA NATAL 2010"

Kepada Seluruh Pengguna D-Link yang merayakan.

dan

"SELAMAT TAHUN BARU 2011"

Kepada Seluruh Pengguna D-Link.

Berkaitan dengan Hari Raya Natal dan Tahun Baru, Kantor D-Link Indonesia akan tutup pada hari Jumat, 24 Desember 2010 dan hari Jumat, 31 Desember 2010.

Untuk dukungan teknis, para pengguna D-Link dapat tetap mengirimkan email ke support@dlink.co.id atau telpon ke 021-5731610 atau menuliskan pertanyaan di blog ini. Namun khusus untuk blog, balasan yang diberikan mungkin tidak secepat biasanya, oleh karena itu kami minta maaf atas ketidaknyamanan ini.

Terima kasih atas perhatiannya.

Hormat Kami,

D-Link Indonesia

Rabu, Desember 01, 2010

New Firmware untuk DSL-526B h/w T

DSL-526B h/w T (power adapter kecil) yang beredar dipasaran ada 2 jenis, pertama menggunakan SE_2.00 sbg default firmware-nya dan yang kedua menggunakan VN_1.00 sbg default firmware-nya.

Berdasarkan masukan dan laporan dari para pengguna (misalnya pengguna dengan user benedict), terdapat beberapa bug pada exisiting firmware SE_2.00, jadi oleh karena itu kami me-release firmware terbaru yaitu SE_2.00 24 Nov 2010. Para pengguna DSL-526B h/w T f/w VN_1.00 sangat disarankan untuk upgrade ke versi ini.

1. Untuk pengguna DSL-526B h/w T dengan firmware SE_2.00, firmware terbarunya bisa di-download disini.

2. Untuk pengguna DSL-526B h/w T dengan firmware VN_1.00, firmware terbarunya bisa di-download disini.

Cara upgrade-nya :

1. Download file yang sesuai
2. Extract file tsb
3. Masuk ke menu Maintenance --> Update Software
4. Browse file hasil extract tsb dan upgrade
5. Setelah upgrade selesai, kembali reset to factory default modem melalui menu Maintenance ---> Settings ---> Restore Default

Setelah itu setting sesuai langkah2 dibawah (perhatikan poin no.16) :

1. Siapkan 1 Laptop dan pastikan LAN dalam posisi Obtain IP Address Automatically dan Obtain DNS Server Automatically
2. Nyalakan DSL-526B anda
3. Ambil laptop pada langkah satu tadi lalu plug ke DSL-526B
4. Masuk ke command prompt laptop dan ketik ipconfig/all, lalu lihat IP-nya berapa, IP anda harus dalam subnet 192.168.1.xx/255.255.255.0, gateway 192.168.1.1 dan DNS : 192.168.1.1
5. Bila spt itu, ketik ping 192.168.1.1
6. Bila reply, matikan DSL-526B anda dan Laptop anda
7. Plug line telp tsb ke DSL-526B lalu hidupkan DSL-526B
8. Lalu hidupkan Laptop dan plug kembali ke DSL-526B. Lakukan langkah no.4-5 lagi.
9. Bila oke, anda buka IE, ketik http://192.168.1.1
10. Masukkan username admin dan password admin
11. Catat nilai VPI, VCI, PPPoE Username dan PPPoE Password dari Telkom.
12. Klik Quick Setup
13. Uncheck "DSL Auto-connect", kemudian isi VPI/VCI sesuai yang anda dapatkan dari Telkom
14. Pilih PPPoE
15. Masukkan username dan password, sementara service name dan authentication method biarkan default (note : username Speedy harus lengkap misalnya xxxxxx@telkom.net)
16. Pastikan NAT (hanya NAT saja, Fullcone NAT tetap disable), Firewall dan Bridge PPPoE Frames Between WAN and Local Port ada pada posisi enable
17. Next sampai selesai, lalu klik Save/Reboot
18. Modem akan reboot
19. Cek lampu ADSL, bila OFF maka nilai VPI/VCI salah atau ada masalah dengan line anda/splitter anda.
20. Bila Lampu ADSL ON, cek lampu Internet, bila ON, lalu masuk ke Device Info --> WAN, disitu akan terlihat WAN IP yang didapat
21. Bila semua sudah oke, anda klik menu Diagnostic
22. Bila hasil diagnostic sudah OK semua anda bisa test browsing.

Happy Upgrading !!!

On behalf of D-Link Corp, Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya para pengguna yang sudah melaporkan bug yang ada dan membantu kami dalam melakukan troubleshooting.

Selasa, November 16, 2010

Pemenang Blackberry di Indocomtech 2010

Berikut foto yang beruntung mendapatkan Blackberry pada Lucky Draw di booth D-Link Indocomtech 2010.



Beliau membeli satu unit DAP-1360 dan langsung mendapat kejutan yaitu sebuah Blackberry !!! Selamat !!!

Nantikan kejutan dari kami pada event berikutnya yaitu Mega Bazaar 2011.

See You There, D-Linkers !!!

Kamis, November 04, 2010

D-Link Hadir Kembali di Indocomtech 2010

Sesuai dengan title diatas, kami hadir kembali di ajang pameran komputer terbesar di Indonesia yaitu Indocomtech 2010, tepatnya di Hall A Booth No.12

Apa yang kami tawarkan pada ajang kali ini? Selain harga diskon seperti biasanya (eh ga biasa dunk, kali ini Lucky Draw-nya BLACKBERRY LOHHHH), kami juga menawarkan promo TRADE-IN untuk DES-3526, jadi bila anda punya switch dari merk apapun baik unmanaged maupun managed (kecuali merk D-Link tentunya), dengan jumlah port berapapun (mau 2 port jg boleh kalo ada :-D), dan kondisi apapun (hidup, rusak, keinjek, ato apapun namanya), akan kami hargai Rp. 400.000,- untuk membeli DES-3526. Jadi Harga Trade-In DES-3526 adalah Rp. 2.100.000,- (Harga Normal-nya Rp. 2.500.000,-). Jadi ini kesempatan yang sangat bagus untuk perusahaan SMB/SME bahkan Enterprise untuk upgrade unmanaged switches atau switches lamanya ke seri DES-3526. Juga para pemilik warnet/game center, ini kesempatan baik utk meningkatkan performa jaringan dgn mengganti unmanaged switches (biasanya warnet/game center msh menggunakan unmanaged switches) ke managed switches.

Berikut Iklan yang kami pasang di Kompas, ini hanya sebagian dari promo kami, utk lebih jelasnya, kunjungi booth kami hari ini juga :-)



Itu doang? Tentu tidak :-). Pernah denger Boxee? Bila belum bisa lihat di URL berikut : http://www.boxee.tv Atau malah sudah menjadi pengguna Setia Boxee? Bila sudah pasti sudah mengetahui mengenai Boxee Box by D-Link (http://www.dlink.com/boxee/).

Di US sendiri, Boxee Box akan dilaunch scr resmi tanggal 10 November 2010 (http://blog.boxee.tv/2010/10/20/boxee-box-ships-on-nov-10th-rsvp-for-the-launch-event-in-nyc/)

Nah Indonesia mendapat kehormatan sbg negara pertama di Asia Tenggara yang memperlihatkan didepan umum sekaligus memasangnya sbg live demo di Indocomtech 2010 kali ini. Jadi bila penasaran dengan Boxee Box, silahkan kunjungi dan rasakan atmosfer yang berbeda mengenai multimedia center dirumah anda.

So ajak teman, kakak, adik, papa, mama, om, tante, aa, teteh, dll ke Indocomtech 2010 Hall A Booth No.12 D-Link tanggal 3 Nov - 7 Nov 2010, pukul 10 pagi sampai 9 malam !!!

See you there :-)

Rabu, Oktober 06, 2010

Firmware terbaru utk DIR-457 versi 1.02

Halo para pemilik DIR-457 yang merupakan maniak gadget sejati :-) Kami baru saja me-release firmware terbaru utk DIR-457. Firmware tsb bisa didownload sesuai dgn info berikut :

1. Firmware Modem Mode (geser tombol switch ke modem) : http://support.dlink.co.id/firmware/DIR-457_A1_ModemFW_v1_02b02_M13.rar
Cara upgradenya ada didalam file tsb.

2. Firmware Router Mode (geser tombol switch ke router) : http://support.dlink.co.id/firmware/DIR-457_A1_RouterFW_v1.02_a5ve.rar
Cara upgradenya sama spt upgrade D-Link Router/AP pada umumnya. Masuk ke webUI DIR-457 lalu ke menu Maintenance ---> Firmware Update

Happy Upgrading All :-)

Rabu, September 08, 2010

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H

On Behalf of D-Link Corporation, D-Link Indonesia mengucapkan :


"SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H,

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN"


Kepada Seluruh Pengguna D-Link yang merayakan.

Berkaitan dengan Hari Raya IDUL FITRI 1431 H, Kantor D-Link Indonesia akan tutup mulai hari Kamis, 9 September 2010 sampai hari Senin, 13 September 2010. Dan akan buka kembali pada hari Selasa, 14 September 2010.

Untuk dukungan teknis, para pengguna D-Link dapat tetap mengirimkan email ke support@dlink.co.id atau telpon ke 021-5731610 atau menuliskan pertanyaan di blog ini. Namun khusus untuk blog, balasan yang diberikan mungkin tidak secepat biasanya, oleh karena itu kami minta maaf atas ketidaknyamanan ini.

Terima kasih atas perhatiannya.

Hormat Kami,

D-Link Indonesia

Jumat, September 03, 2010

Modem 3G/EVDO yang kompatibel dengan DIR-412

Dikarenakan banyak yang menanyakan modem apa saja yang kompatibel dengan DIR-412, maka kami akan daftarkan list-nya disini dan akan terus diupdate bila ada penambahan :

Daftar per tgl 14 December 2010 dgn fw 1.10 :

- Bandluxe C170
- Bandluxe C180
- Bandluxe C270
- D-Link DWM-151
- D-Link DWM-152 A1/A3
- D-Link DWM-155
- D-Link DWM-156 A1/A2/A3
- D-Link DWM-162 C1
- D-Link DWM-162U5/B1
- D-Link DWM-162R
- D-Link DWM-163
- D-Link DWM-168
- Huawei EC1260
- Huawei EC1261
- Huawei EC169
- Huawei EC226
- Huawei ET128
- Huawei K3765
- Huawei K3565
- Huawei K3520
- Huawei K3715
- Huawei K4505
- Huawei E156G(E156)
- Huawei E161
- Huawei E169
- Huawei E169G
- Huawei E169u
- Huawei E172
- Huawei E176
- Huawei E176G
- Huawei E180
- Huawei E220
- Huawei E270
- Huawei E510
- Huawei E630
- Huawei E160
- Huawei E160G
- Huawei E1550
- Huawei E156B
- Huawei E182E
- Huawei E1552
- Huawei E1556
- Huawei E1612
- Huawei E1692
- Huawei E1750
- Huawei E1756
- Huawei E1820
- Huawei E1831
- Huawei E122
- Sierra Wireless Aircard USB 306
- ZTE AC 2726/AC 2726i
- ZTE AC 2736
- ZTE AC 2766
- ZTE AC 8710
- ZTE AC560
- ZTE AC580
- ZTE AC581
- ZTE MF100
- ZTE MF110
- ZTE MF210
- ZTE MU330
- ZTE MU350
- ZTE MF622
- ZTE MF626
- ZTE MF628
- ZTE MF633
- ZTE MF636
- ZTE MF637
- ZTE MF637U
- ZTE MF668
- ZTE K3765-Z
- Axess.Tel MV242
- Nokia CS10
- Nokia CS15
- Nokia CS18
- Hojy TD368
- CG-Mobile JJH168
- Datang Mobile AirCard901
- Qisda H21
- QUANTA Q101
- QUANTA Q110
- Sony Ericsson MD300
- Samsung SCH-U209

Firmware 1.10 bisa didownload di http://support.dlink.co.id/firmware/DIR412A1_FW110WWB05.rar

Selasa, Agustus 24, 2010

D-Link PoE Managed Switches

Sering kita dengar istilah PoE, mungkin sebagian besar sudah paham apa itu PoE, mungkin ada sebagian kecil yang belum familiar dengan istilah PoE.

Apa itu PoE? PoE singkatan dari Power over Ethernet. Sesuai kepanjangannya, scr bahasa sehari-hari bisa kita artikan "nyalurin tenaga listrik lewat kabel ethernet". Listrik ini disalurin melalui 2 pair kabel UTP, bisa 1,2,3,6 atau 4,5,7,8.

PoE yang umum digunakan adalah mengacu ke standar IEEE 802.3af dimana maximum power per port-nya adalah 15.4W, namun dikarenakan banyak perangkat baru yang membutuhkan supply power lebih tinggi (misalnya utk AP 802.11n 3x3 atau 4x4) maka dibuat standar baru yaitu IEEE 802.3at dimana maximum power per port-nya adalah 34.2W.

Lalu apa fungsinya? PoE digunakan untuk menyelesaikan masalah sulitnya mencari sumber power pada saat memasang perangkat spt Access Point, IP Camera dan IP Phone. Bayangkan bila tidak ada PoE dan kita diharuskan memasang Access Point atau IP Camera disebuah ruangan yang besar, maka cost akan tinggi karena setiap perangkat membutuhkan 2 tarikan yaitu kabel UTP utk data dan kabel listrik (serta power outlet-nya). Dengan adanya PoE, kita cukup melakukan satu tarikan saja yaitu kabel UTP.

Bila switch kita tidak support PoE maka digunakan PoE injector utk masing2 perangkat atau menggunakan midspan. Midspan seperti switch tapi fungsinya hanya utk injeksi power ke perangkat yang mendukung PoE. Namun penggunaan PoE Switches lebih dianjurkan karena lebih simple (hanya satu perangkat).

Satu Catatan penting, bila kita membeli Switch, Access point, IP Camera atau IP Phone, maka pastikan perangkat-perangkat tsb mendukung standar PoE yang umum yaitu 802.3af atau mungkin standar baru 802.3at. Mengapa? Ini bisa meminimalkan "salah beli" perangkat yang berakibat tidak compatible antara switch dengan perangkat PoE.

Ada pertanyaan "Emang ada yang ga standar?", jawabannya banyak. Banyak perangkat yang di-box-nya ditulis PoE tapi tidak mengikuti standar 802.3af/802.3at. Ada juga yang sengaja membuat perangkat-nya (kebanyakan IP Phone) menggunakan PoE proprietary, artinya perangkat tsb hanya bisa bekerja bila dipasang di switch dari merk yang sama (yg umumnya sangat mahal dibanding harga sebuah PoE Switch 802.3af/802.3at dipasaran).

Berikut contoh pemasangan D-Link Access Point DWL-3200AP dan DWL-8200AP yang kedua-nya mendukung PoE 802.3af ke D-Link PoE Managed Switches DES-3028P :




DES-3028P scr otomatis akan mendeteksi apakah perangkat yang terhubung kedirinya adalah perangkat yang PoE enabled atau bukan, bila ya maka akan diberikan power sesuai dengan yang diminta oleh perangkat tsb. Sementara bila bukan, maka port-nya akan menjadi spt port switch biasa.

Berikut status poe di port 1 dan port 3 dimana di kedua port tsb terhubung ke AP PoE-Enabled :



Setiap switch PoE mempunyai total power yang didukungnya walaupun per port maximum-nya adalah 15.4W dan ke-24 port (utk 24 port switch) mendukung PoE semua. Contoh :

DES-3028P, total Power-nya adalah 185W :

1. Bila kita punya perangkat yang mengharuskan mengkonsumsi 15.4W maka hanya 12 port yang mampu mendukung 15.4W (185W dibagi 15.4W per port sama dengan 12 port). Apa yang terjadi jika kita plug PoE-enabled pada port ke-13 dan seterusnya sementara kapasitas power sudah full? Maka perangkat tsb tidak akan hidup.

2. Umumnya perangkat PoE hanya mengkonsumsi kurang lebih 7W, jadi bila menggunakan DES-3028P, jumlah port yang didukung adalah 24 (185W dibagi 7W sama dengan 26, sementara PoE port hanya 24, jadi bisa dikatakan full 24 port support PoE).

Kembali ke contoh diatas, ada 2 perangkat AP yaitu DWL-3200AP dan DWL-8500AP, kedua AP tsb hanya mengkonsumsi 7W (masing2 kurang lebih 3.5W) :



D-Link mempunyai produk Managed PoE Switches yang lengkap, mulai dari 10/100Mbps sampai 1000Mbps. Adapun produk2nya :

Standalone Series :
1. DES-3028P (24 port 10/100Mbps, 2 port 1000Mbps, 2 port combo, 802.3af, 185W)
2. DES-3052P (48 port 10/100Mbps, 2 port 1000Mbps, 2 port combo, 802.3af, 370W)
3. DGS-3100-24P (20 port 10/100/1000Mbps, 4 port combo, 802.3af, 370W)
4. DGS-3100-48P (44 port 10/100/1000Mbps, 4 port combo, 802.3af, 370W)

xStack Series :
1. DES-3528P (24 port 10/100Mbps, 2 port 1000Mbps, 2 port combo, 802.3af/802.3at, 370W)
2. DES-3552P (48 port 10/100Mbps, 2 port 1000Mbps, 2 port combo, 802.3af/802.3at, 370W)
3. DGS-3426P (20 port 10/100/1000Mbps, 4 port combo, 2 slot 10G, 802.3af, 370W)

Semua D-Link PoE Managed Switches mempunyai garansi Limited Lifetime shg bisa proteksi investasi anda. Jadi tunggu apa lagi, segera hubungi reseller2 kami atau reseller kesayangan anda :-)

Untuk info lebih lanjut bisa hubungi kami disini.

Kamis, Agustus 05, 2010

Fitur Baru : Traffic Control pada DIR-600

Melihat banyaknya permintaan akan fitur traffic control (atau bandwidth management) untuk wireless router kami terutama untuk model DIR-600, maka kami memutuskan untuk menambahkan fitur ini dengan membuat firmware khusus untuk para pengguna setia (di Indonesia) produk2 kami khususnya DIR-600.

Firmware-nya bisa didownload di http://support.dlink.co.id/firmware/DIR600B_FW203INB03.rar

Setelah upgrade spt biasa, fitur Traffic Control dapat ditemukan di menu Advanced ---> Traffic Control



Contoh implementasinya :

Koneksi Internet, Up : 256Kbps, Down : 1Mbps
Pembagian yang diinginkan :
- IP : 192.168.0.11-192.168.0.15 mendapatkan bandwidth up maximum 32Kbps dan down maximum 128Kbps
- IP : 192.168.0.16-192.168.0.18 mendapatkan garansi bandwidth up : 32Kbps dan down : 128Kbps

Setting di menu Traffic Control :



Hasilnya ada 3 kondisi :

1. Kondisi Pertama :
- 192.168.0.16-192.168.0.18 : tidak ada aktifitas (atau PC-nya shutdown)
- 192.168.0.11-192.168.0.15 : Aktif

Bandwidth yang didapat :
- 192.168.0.11-192.168.0.15 : masing2 maximum up 32Kbps dan maximum down 128Kbps

2. Kondisi Kedua :
- 192.168.0.16-192.168.0.18 : Aktif
- 192.168.0.11-192.168.0.15 : tidak ada aktifitas (atau PC-nya shutdown)

Bandwidth yang didapat :
- 192.168.0.16-192.168.0.18 : menggunakan total bandwidth up/down yang tersedia dengan minimal mendapatkan 32Kbps utk up dan 128Kbps utk down

3. Kondisi Ketiga :
- 192.168.0.16-192.168.0.18 : Aktif
- 192.168.0.11-192.168.0.15 : Aktif

Bandwidth yang didapat :
- 192.168.0.16-192.168.0.18 : bandwidth akan dialokasikan untuk ketiga IP ini lebih dahulu karena ketiga IP ini menggunakan Reserved Bandwidth shg prioritasnya lebih tinggi dibanding Maximum Bandwidth, jadi bandwidth yang di-reserve adalah up 3x32Kbps = 96Kbps dan down 3x128Kbps = 384Kbps
- 192.168.0.11-192.168.0.15 : akan mendapat pembagian sisanya, jadi sisa bandwidth yang tersedia utk ke-5 IP ini adalah up : 256Kbps - 96Kbps = 160Kbps dan down : 1000Kbps - 384Kbps = 616Kbps. Sisa bandwidth itu akan dibagi utk 5 IP tsb dengan ketentuan maximum tetap 32Kbps utk up dan 128Kbps utk down. Jika ada dari ke-5 IP ini yang tidak aktif maka bandwidth yang tersedia akan diberikan untuk IP 192.168.0.16-192.168.0.18.

NOTE : traffic control mungkin tidak begitu akurat bila koneksi yang digunakan adalah koneksi yang sifatnya "up to" karena bila bandwidth lagi full utilized maka rule yang kita define akan menjadi ngaco karena total bandwidth-nya mengikuti bandwidth yang tersedia dari pihak provider.

NOTE LAGI : Upgrade menggunakan firmware ini tidak menghilangkan garansi dan dapat dengan mudah dikembalikan ke firmware versi WW.

LAGI-LAGI NOTE : Selamat Menikmati :-)

Rabu, Juli 14, 2010

Kunjungi D-Link di FKI 2010, Hall B Booth# N2

Ingin beli produk D-Link? Ingin dapat harga special? Ingin dapat hadiah langsung?

Semua itu bisa anda penuhi dengan mengunjungi booth D-Link. D-Link hadir di Festival Komputer Indonesia 2010 yang diadakan di Jakarta Convention Center, 14-18 Juli 2010, hall B booth# N2.

Dapatkan produk2 unggulan D-Link Wireless Router, Access Point, IP Camera, 3G Modem, ADSL Modem/Router, Network Storage dan lain-lain dengan harga menarik.

Juga setiap pembelian produk D-Link Wireless dan ADSL akan mendapatkan hadiah langsung T-Shirt exclusive dan trendy dari D-Link :



So apa lagi yang ditunggu? Segera ke booth D-Link di JCC Hall B #N2 dari tanggal 14-18 Juli 2010, jam 10 pagi - jam 9 malam.

Jumat, Juli 02, 2010

Firmware terbaru 2.27.00 utk DFL-Series

Bulan baru, firmware baru :-), kami baru saja me-release firmware terbaru untuk D-Link Firewall/UTM series. Berikut link utk download-nya :

Release Note bisa didownload disini.

DFL-210 bisa didownload disini.

DFL-260 bisa didownload disini.

DFL-800 bisa didownload disini.

DFL-860 bisa didownload disini.

DFL-1600 bisa didownload disini.

DFL-1660 bisa didownload disini.

DFL-2500 bisa didownload disini.

DFL-2560 bisa didownload disini.

DFL-2560G bisa didownload disini.

DFL-210/800/1600/2500 MIB bisa didownload disini. ---> saat ini belum available akan diupdate nanti.

DFL-260/860/1660/2560/2560G MIB bisa didownload disini. ---> saat ini belum available akan diupdate nanti.

Firewall/UTM adalah salah satu perangkat penting dalam sebuah jaringan jadi pastikan firmware-nya selalu up-to-date.

Happy upgrading !!! :-)

Senin, Juni 28, 2010

D-Link's View on IPv6 Transition at Google IPv6 Implementors Conference 2010

D-Link sebagai salah satu supporter IPv6 turut serta dalam Google IPv6 Implementors Conference 2010.

Quick session dari IPv6 Program Manager D-Link, Hans Liu bisa dilihat disini.

Sementara untuk slide presentationnya bisa didownload disini.

Senin, Juni 14, 2010

High Availability Network untuk SMB? Mungkinkah? Mahal?

Pasti kita semua sering denger/baca kata-kata "High Availability". Secara sederhana High Availability (atau yang sering disingkat HA) adalah kondisi dimana sistem selalu up (atau diusahakan selalu up), meminimalkan kemungkinan terjadinya downtime dan single-point-of-failure.

HA biasa dikenal dalam desain jaringan untuk big enterprise atau datacenter dimana HA hampir identik dengan "mahal","rumit","sulit","besar", dll. Lalu apakah mungkin HA network ini diimplementasikan di jaringan SMB (Small-to-Medium Business)? Seperti yang kita tahu, jaringan SMB merupakan jaringan dengan skala kecil-menengah. Umumnya jaringan SMB ini hanya terdiri dari 2 layer sederhana, dimana core/aggregation layer langsung ke akses (walaupun kenyataannya dilapangan banyak jaringan SMB yang hanya merupakan flat network saja :-) ).

Lihat gambar berikut :



Pada jaringan yang umum spt itu, kita lihat ada 3 kemungkinan network menjadi fail. Gambar 1, menggambarkan kejadian dimana kabel putus atau rusak sehingga access switch beserta semua PC yang "nempel" kedirinya akan menjadi terisolasi dari jaringan. Kemudian lihat Gambar 2, disitu digambarkan access switch-nya sendiri yang down. Gambar 3 menggambarkan kondisi yang lebih gawat yaitu core/aggregation switch yang down, otomatis disini semua access network akan terpengaruh.

Lalu dikarenakan banyaknya gangguan kabel (biasanya digigit tikus :-D) maka banyak yang memodifikasi layout diatas dan menerapkan Link Aggregation utk koneksi antara Core/Aggregation dan Access Switch dimana link yang digunakan adalah minimal 2 kabel atau lebih utk menghindari kejadian spt Gambar 1. Lihat gambar berikut :



Pada Gambar 4, bila salah satu kabel rusak maka network masih tetap up dan servis tidak terganggu. Namun Link Aggregation saja tidak bisa menyelesaikan masalah Gambar 5 dan Gambar 6.

Solusi utk masalah Gambar 5 dan Gambar 6 adalah menggunakan perangkat ganda untuk setiap bagian. Sehingga bila satu device down maka bisa digantikan oleh device lainnya. Cara yang umum adalah menggunakan teknologi open standard spt VRRP atau proprietary spt HSRP. Teknologi tsb bagus namun utk jaringan SMB terasa cukup rumit. Jadi apa solusinya? D-Link mempunyai solusi yaitu menggunakan xStack technology. Teknologi ini memungkinkan 2 buah switch atau lebih digabungkan seolah-olah menjadi 1 switch saja (1 IP, 1 console, 1 webUI, 1 System). Lihat gambar berikut :

Gambar 7

Core/Aggregation Switch terdiri dari 2 buah switch yang di-stack menjadi satu. Begitu pula masing-masing Access Switch-nya, setiap Access Switch digunakan 2 buah switch yang di-stack menjadi satu. Keuntungan menggunakan xStack ini adalah Simple. xStack tidak membutuhkan STP dan VRRP shg konfigurasinya tidak ribet dan sangat mudah. Jadi menggunakan xStack merupakan solusi yang sangat tepat utk mengimplementasikan HA utk jaringan SMB.

Lalu ada pertanyaan, gimana kalau power supply-nya rusak? Kami menyediakan redundant power supply utk setiap switch xStack. Lalu pertanyaan lainnya kalau mati listrik gimana? Gunakan UPS dgn kapasitas besar :-).

Apa saja yah yang harus dipersiapkan untuk mewujudkan jaringan HA menggunakan perangkat D-Link? Berikut perangkatnya :

1. Core/Aggregation Switch : yang umum di core/aggregation switch menggunakan L3 switch yaitu tipe DGS-3627/3627G/3650. Namun jika tidak ingin L3, anda bisa gunakan L2 switch yaitu tipe DGS-3426/3426P/3427/3450. Ditambah beberapa module 10G (beserta transceiver bila pake FO) : DEM-410CX atau DEM-410X(plus DEM-421XT/422XT/423XT). Masing2 DGS-3600 series dan DGS-3400 Series bisa di-stack sampai 12 unit.

Contoh Layoutnya :


Note : DGS-3600 series tidak bisa distack dengan DGS-3400 series, xStack hanya utk model dari series yang sama.

2. Access Switch : DES-3528/3528P/3528DC/3552/3552P. Untuk seri ini tidak diperlukan module tambahan karena stacking bisa dilakukan menggunakan kabel ethernet biasa. DES-3528-52-Series bisa di-stack sampai 8 unit.

Contoh Layoutnya :



Lalu pertanyaan klasik.. Mahal ga? D-Link Managed Switches memberikan harga yang sangat affordable dan reasonable, sbg contoh network spt gambar 7 dimana perangkat yang digunakan adalah :

- 2 unit DGS-3627
- 4 unit DEM-410CX (Module 10G dengan kabel CX4)
- 6 unit DES-3528

Hanya memerlukan cost dibawah USD 11000 (estimasi dihitung berdasarkan MSRP per June 2010 dan tidak mengikat). Bisa dibandingkan dengan solusi dari merk lain, yang bisa diatas USD 20000. Ditambah dengan Limited Lifetime Warranty (tanpa perlu beli advanced services atau license lainnya) maka D-Link merupakan pilihan sempurna utk jaringan HA pada SMB.

Pertanyaan mengenai jaringan HA di SMB bisa di-email kesini.

Jadi tunggu apa lagi? :-)

Kamis, Juni 03, 2010

New Firmware untuk DIR-457

Sudah punya D-Link MyPocket Router DIR-457? Kalau belum, segera kunjungi toko-toko komputer langganan anda atau klik disini untuk mendapatkan product yang memungkinkan anda untuk membuat hotspot scr mobile bersama teman2 anda menggunakan koneksi 3G.

Bila sudah, selamat !! Anda memang mobile users dan pencinta gadget sejati :-)

Bagi yang udah punya, berikut URL utk mendownload (atau bahasa yg dipake di koran2 : mengunduh) firmware terbarunya :

1. Firmware Modem Mode (geser tombol switch ke modem) : http://support.dlink.co.id/firmware/DIR-457-D0_11R.rar
Cara upgradenya ada didalam file tsb.

2. Firmware Router Mode (geser tombol switch ke router) : http://support.dlink.co.id/firmware/DIR-457_A1_FW_Router_v1.01B01_9cvb.bin
Cara upgradenya sama spt upgrade D-Link Router/AP pada umumnya. Masuk ke webUI DIR-457 lalu ke menu Maintenance ---> Firmware Update

Selamat menikmati akses hotspot dimana saja dengan DIR-457 :-)

Selasa, Mei 18, 2010

New Firmware untuk DSL-2640B

Mungkin dari beberapa pengguna DSL-2640B mengalami hal masalah dimana koneksi putus setelah 10-20 menit online. Kejadian ini dilaporkan di beberapa wilayah dan setelah investigasi serta dengan bantuan testing dari beberapa pengguna D-Link di thread ini : http://blog.dlink.co.id/2008/09/introduction.html?commentPage=8, maka problem ini sudah diselesaikan.

Firmware yang solve problem ini bisa didownload di : http://support.dlink.co.id/firmware/DSL-2640B_SEA_upgrade_20100520.rar, firmware terbaru adalah : http://support.dlink.co.id/firmware/DSL-2640B_SEA_upgrade_20100629.rar, Firmware terbaru adalah http://support.dlink.co.id/firmware/DSL-2640B_SEA_upgrade_20101101.rar

Cara upgradenya :

1. Download file tsb dan extract
2. Masuk ke webUI DSL-2640B dan upgrade menggunakan file hasil extract tsb
3. Setelah selesai, restore to factory default
4. Lalu setting kembali menggunakan Wizard
5. Setelah setting pastikan fitur "Bridges PPPoE Frames Between WAN and Local Ports" dalam posisi Enable (defaultnya sudah Enable)

Happy Upgrading dan on behalf of D-Link, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar2nya untuk para pengguna D-Link yang membantu melakukan test dan menjadi beta tester (beberapa diantaranya pengguna dengan nickname Fandi Hoo dan Emmile).
Note : Special Thanks untuk Gatot yang melaporkan salah satu bug (password tidak bisa menggunakan simbol #), bug ini juga sudah ikut diperbaiki di release terbaru 1 Nov 2010.

Jumat, Mei 07, 2010

Update : Layanan sudah normal kembali (was : Mohon Maaf untuk sementara FTP dan Call Center tidak bisa diakses)

Kepada para pengguna D-Link yang setia,

On behalf of D-Link Indonesia, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya karena untuk sementara FTP lokal (public.dlink.co.id) dan call center (021-5731610) tidak dapat diakses karena adanya gangguan teknis.

Diperkirakan hari Senin, 10 Mei 2010, layanan sudah berfungsi spt sedia semula.

UPDATE : Layanan sudah normal kembali per Senin, 10 Mei 2010

Sekali lagi mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.

Jumat, April 30, 2010

D-Link Managed Switches bisa "ngomong" dengan Cisco Switches?

Mungkin banyak di antara customers/resellers/system integrators yang berminat menggunakan D-Link Managed Switches tapi takut tidak kompatibel dengan existing perangkat jaringan yang umumnya Cisco Catalyst.

Untuk beberapa fitur proprietary dari Cisco memang tetap tidak bisa kompatibel spt VTP, IGRP, EIGRP, dan ISL. Namun kebanyakan dalam design modern, para engineer lebih suka menggunakan fitur2 yang masuk dalam open standard spt OSPF, GVRP, 802.1q.

Berikut adalah dokumen yang menjelaskan interoperability antara D-Link Managed Switches dengan Cisco Catalyst :

http://support.dlink.co.id/docs/D-Link-Managed-Switches-Interoperating-with-Cisco-Switches.pdf

Jadi tidak perlu khawatir, bila existing jaringan sudah menggunakan Cisco Catalyst, dan ingin mencari alternatif yang dari segi performance sama namun dari segi price jauh lebih "manusiawi" serta didukung oleh Limited Lifetime Warranty - http://warranty.dlink.com/ (tanpa perlu beli Next-Business Day Service atau Support License lainnya), D-Link Managed Switches adalah pilihan TERBAIK :-)

Ingin mengetahui lebih jauh mengenai D-Link Managed Switch, silahkan email kesini.

Kamis, April 29, 2010

New D-Link Visio Available

Kami baru saja meng-update Visio icon ke versi 3.1, pada versi terbaru ini ada beberapa tambahan model-model terbaru seperti DGS-1210-24, dll.

Filenya bisa didownload di : http://support.dlink.co.id/docs/D-Link-Visio-v3.1.rar

Enjoy it :-)

Rabu, April 07, 2010

802.1x pada D-Link Managed Switch

Kita sering mendengar istilah 802.1x dalam enterprise network. Banyaknya dokumentasi mengenai ini seolah-olah membuatnya terlihat sulit, mahal dan complicated. Namun apakah penerapan 802.1x sesulit yang dibayangkan? Ternyata tidak juga, kami akan tunjukkan dibawah.

802.1x sangat berguna untuk memastikan bahwa hanya PC/Laptop yang legal saja yang bisa memasukin jaringan kita. Misalnya disebuah perusahaan pasti banyak menyediakan port Ethernet "nganggur" ntah di ruang meeting, ruang kerja, ruang tamu, dll. Disadari atau tidak membiarkan port ini kosong bisa menimbulkan masalah baik yang disengaja atau tidak disengaja. Misalnya, ada tamu penting (temen bos misalnya, takut dunk larang2 temen bos supaya ga colok2 laptopnya sembarangan hehehe), dan laptop tamu tsb ternyata mengandung virus/trojan, jadi begitu up akan menyebarkan ke jaringan kita.

Ada yang mengatakan, saya khan sudah buat VLAN utk tamu di port2 kosong di public area, benar membuat VLAN khusus utk tamu bisa membantu namun banyak kejadian tamu2 ini (terutama yg penting, lagi2 temen bos :-D) yg bisa akses kemana saja, termasuk plug di port kosong diruangan bos.

Solusi utk semua ini adalah 802.1x, Konsep dasar 802.1x framework adalah ada 3 bagian yang terlibat yaitu :

1. Supplicant (yaitu client)
2. Authenticator (yaitu Access Point atau Switch)
3. Authentication Server (yaitu Radius Server)

Cara kerjanya secara sederhana bisa digambarkan sbb :

Supplicant ----- Authenticator ----- Authentication Server

Supplicant akan mengirimkan paket EAP ke Authenticator lalu Authenticator akan menanyakan dan meneruskan ke Authentication Server, lalu Authentication Server akan challenge Supplicant menanyakan informasi yang diperlukan lalu Supplicant akan memberikan informasi, bila benar maka Authentication Server akan meminta Authenticator agar Supplicant diijinkan akses.

Sekarang kita bahas cara penerapannya dgn layout sederhana sbb :



Pada lab kali ini digunakan 2 buah PC dgn OS Windows dan 1 buah Managed Switch DES-3526. Software RADIUS server yang digunakan adalah FreeRADIUS utk Windows, ini bisa didownload di sini.


Setting RADIUS Server (Authentication Server)

Setelah didownload, install dan akan muncul icon FreeRADIUS di systray (no. 1) :


Klik kanan icon itu dan pilih "Edit Radius Client.conf" (no. 2), maka akan membuka aplikasi wordpad atau textpad, tambahkan kata2 berikut dan save bila sudah selesai :

client 192.168.10.50/24 {
secret = 12345
shortname = des-3526

}


Disini maksudnya kita menambahkan IP address yang akan menjadi authenticator dalam hal ini adalah D-Link Managed Switch DES-3526. Secret adalah password utk Authenticator.

Setelah itu pilih "Edit Users" (no. 3), dan tambahkan user yang kita inginkan, disini ditambahkan user dlink dgn password dlink :

dlink User-Password == "dlink"

Setelah itu pilih "Start FreeRADIUS.net in Debug Mode" untuk memudahkan kita melihat apa yang terjadi :



Pada windows tsb paling bawah akan ada tulisan "Ready to process request" artinya RADIUS server siap beraksi :-). Note : Untuk production, dianjurkan menggunakan "Start FreeRADIUS.net Service" karena bila menggunakan Debug Mode, begitu Windows ditutup maka RADIUS akan berhenti bekerja. Debug Mode hanya utk troubleshooting dan Fun saja :-)


Setting DES-3526 (Authenticator)

1. Ganti IP dari DES-3526 dgn command :

DES-3526:admin#config ipif System ipaddress 192.168.10.50/24
Command: config ipif System ipaddress 192.168.10.50/24


Success.

2. Setting mode dari 802.1x (DES-3526 support port-based dan mac-based, apa bedanya nantikan posting kami selanjutnya :-D), disini kita pilih port-based :

DES-3526:admin#config 802.1x auth_mode port_based
Command: config 802.1x auth_mode port_based

Success.

3. Setelah itu tentukan port mana saja yang akan diaktifkan 802.1x ini, disini contoh diaktifkan port 1-12 :

DES-3526:admin#config 802.1x capability ports 1-12 authenticator
Command: config 802.1x capability ports 1-12 authenticator


Success.

4. Lalu enable 802.1x :

DES-3526:admin#enable 802.1x
Command: enable 802.1x


Success.

5. Masukkan RADIUS server beserta secret yang sudah didefine diatas :

DES-3526:admin#config radius add 1 192.168.10.97 key 12345 default
Command: config radius add 1 192.168.10.97 key 12345 default


Success.

6. Verifikasi setingan spt dibawah ini :

DES-3526:admin#show 802.1x
Command: show 802.1x

802.1X : Enabled
Authentication Mode : Port_based
Authentication Protocol : Radius_EAP
Authentication Failover : Disabled
Forward EAPOL PDU : Disabled

Max Users : 448
RADIUS Authorization : Enabled

DES-3526:admin#show 802.1x auth_configuration ports 1-12

Command: show 802.1x auth_configuration ports 1-12


Port Number : 1

Capability : Authenticator

AdminCrlDir : Both
OpenCrlDir : Both
Port Control : Auto
QuietPeriod : 60 sec

TxPeriod : 30 sec
SuppTimeout : 30 sec
ServerTimeout : 30 sec
MaxReq : 2 times

ReAuthPeriod : 3600 sec
ReAuthenticate : Disabled

Forward EAPOL PDU On Port : Disabled

Max Users On Port : 16

DES-3526:admin#show radius
Command: show radius
Index IP Address Auth-Port Acct-Port Timeout Retransmit Key (secs)
----- --------------- --------- --------- ------- ---------- ----------------
1 192.168.10.97 1812 1813 5 2 12345


Setting PC (Supplicant)

1. Untuk Windows XP SP3, pastikan Service "Wired AutoConfig" sudah dalam posisi "Started"



2. Buka Properties dari LAN card PC tsb dan masuk ke tab "Authentication", pastikan "Enable IEEE 802.1X authentication" sudah dicentang dan pilih method " Protected EAP (PEAP)". Untuk lab kali ini kita menggunakan PEAP yang mudah, sementara yang lainnya (EAP-TLS/TTLS/etc) akan dibahas dilain kesempatan.



Disini kita punya opsi utk mengaktifkan "Cache user information for subsequent connections to this network", ini berfungsi agar OS tidak menanyakan credential information lagi bila kita konek utk kedua kali dst-nya. Dalam lab kali ini kita non-aktifkan saja biar lebih Fun :-D

3. Klik Setting dan set spt dibawah ini :



4. Bila sudah selesai, klik OK, kemudian OK sekali lagi dan siap utk dites.


Testing

1. Plug PC tsb ke port 1, maka DES-3526 akan menampilkan state "Authenticating" pada port 1 :

DES-3526:admin#show 802.1x auth_state ports 1
Command: show 802.1x auth_state ports 1

Port MAC Address State VLAN ID Assigned Priority
---- ---------------- ---------- ------ --------
1 - (p) Authenticating - -

2. Saat yang bersamaan pada PC akan meminta utk dimasukkan credential information :



3. Klik balloon tsb dan masukkan username n password spt yang sudah kita define di Users.conf pada RADIUS server diatas yaitu username : dlink, password : dlink


4. Klik OK maka proses authentication akan dimulai dan setelah beberapa saat PC akan terhubung ke jaringan dan mendapat IP dari DHCP server yang ada.

DES-3526:admin#show 802.1x auth_state ports 1
Command: show 802.1x auth_state ports 1


Port MAC Address State VLAN ID Assigned Priority

---- ---------------- ---------- ------ --------

1 - (p) Authenticated 1
-

5. Bila kita pasang sniffer di PC tsb maka akan terlihat jelas prosesnya :



Jadi menerapkan 802.1x pada jaringan sangat mudah bukan? Mahal? tidak, D-Link Managed Switch memberikan harga yang sangat baik (bahkan untuk para mahasiswa/pelajar yang tertarik utk belajar networking pun, harga kami sangat baik) dan Limited Lifetime Warranty tanpa harus membeli service apa2 lagi (misalnya ada beberapa merk yang memberikan Limited Lifetime Warranty tapi mengharuskan membeli Next Business Day service).

Info utk pembelian bisa lihat di http://www.dlink.co.id/corporate/wheretobuy.asp

Happy "Ngoprek" !! :-)

Senin, April 05, 2010

Tanya-Jawab versi 2

Halo Pengguna Setia D-Link,

Dikarenakan thread Tanya-Jawab yang pertama (http://blog.dlink.co.id/2008/09/introduction.html) sudah mencapai comment sebanyak 8 page, maka kami membuat thread baru yaitu Tanya-Jawab versi 2.

Jadi bila ada pertanyaan, kritikan, masukan, dll, silahkan posting disini.

Have a nice day :-)

Kamis, April 01, 2010

Firmware terbaru 2.26.02 utk DFL-Series --> April Mop? No, it is not :-D

Kami baru saja me-release firmware terbaru utk DFL-Series. Berikut link utk download-nya :

Release Note bisa didownload disini.

DFL-210 bisa didownload disini.

DFL-260 bisa didownload disini.

DFL-800 bisa didownload disini.

DFL-860 bisa didownload disini.

DFL-1600 bisa didownload disini.

DFL-1660 bisa didownload disini.

DFL-2500 bisa didownload disini.

DFL-2560 bisa didownload disini.

DFL-2560G bisa didownload disini.

DFL-210/800/1600/2500 MIB bisa didownload disini.

DFL-260/860/1660/2560/2560G MIB bisa didownload disini.

Happy upgrading !!! :-)

Rabu, Maret 24, 2010

Tertarik Bergabung dengan D-Link ???

Saat ini D-Link Indonesia membuka lowongan untuk posisi "Channel Specialist-Retail Channel". Jika anda adalah orang yang berpengalaman di retail channel untuk produk-produk IT (khususnya networking), silahkan kirim resume ke kami.

Detailnya bisa didownload disini.

Kami tunggu anda untuk menjadi D-Linkers :-)

Kamis, Maret 18, 2010

User Manual utk DSL-2640B SEA

DSL-2640B adalah replacement dari DSL-2640T yang sudah EOL (End Of Life). Mungkin sudah banyak diantara pengguna setia D-Link yang memiliki DSL-2640B. Namun ada satu kesalahan yang tidak sengaja kami lakukan untuk produksi pertama dari DSL-2640B yaitu User Manual yang ada didalam CD tidak sama webUI-nya dengan firmware yang digunakan (SEA_1.00). User Manual yang ada didalam CD pada produksi pertama adalah User Manual untuk region lain.

Untuk itu on behalf of D-Link, kami meminta maaf yang sebesar2nya atas ketidaknyamanan ini. User manual untuk region SEA bisa didownload di :

http://support.dlink.co.id/docs/DSL-2640B(SEA)_user_manual_v2.0.pdf

Terima kasih atas pengertiannya.

Jumat, Maret 12, 2010

New Product Guide 2010 & Visio Stencil v3

Halo D-Link's lovers :-), tidak terasa tahun 2010 sudah memasuki bulan ke-3. Sekarang saatnya bagi kami untuk me-release Product Guide untuk tahun 2010 yang berisi semua portofolio product kami. Namun sbg catatan, product guide ini adalah Worldwide version, jadi tidak semua product available di Indonesia, silahkan double check availabilitynya ke website kami di www.dlink.co.id, atau email ke sini.

Product Guide utk tahun 2010 bisa didownload di :

http://support.dlink.co.id/docs/D-Link_Product_Solution_Portfolio_2010.pdf

Disamping Product Guide 2010, kami juga me-release versi terbaru visio stencil utk product2 D-Link khususnya Enterprise Product, file tsb bisa didapatkan di :

http://support.dlink.co.id/docs/D-Link-Visio-v3.rar


Dengan visio stencil versi terbaru ini, mudah2an bisa membantu para System Integrator dan Administrator dalam membuat network documentation yang lebih komprehensif.

Enjoy it !! :-)

Kamis, Maret 04, 2010

Hal-hal Penting yang sering Disepelekan

Boleh dibilang saat ini, terutama di kota-kota besar, hampir tiap rumah/kantor/bangunan lainnya sekarang punya koneksi internet. Bila punya koneksi internet, dipastikan juga punya entah itu ADSL Modem-Router, Wireless Router, atau Access Point.

Tapi ada beberapa hal penting yang sering dilupakan atau disepelekan :

1. Password perangkat yang dibiarkan default

Mungkin 8 dari 10 org yang memasang perangkat2 tsb membiarkan password dalam kondisi default, dgn alasan bermacam2. Ini sangat FATAL karena bila ada user yang bisa masuk kedalam jaringan, maka dia akan dengan mudah akses ke web konfigurasi dan melakukan apa yang dia mau.
Jadi segera cek perangkat anda dan ubah password sesulit dan sepanjang mungkin (kombinasi angka dan karakter dianjurkan).

2. Wireless Network masih menggunakan SSID/Wireless Network Name bawaan pabrik

Banyak diantara kita yang membiarkan SSID menggunakan bawaan pabriknya, ini juga FATAL, kenapa? Biasanya 90 percent org yang membiarkan SSID dalam kondisi default, juga membiarkan security wireless dalam kondisi default alias no security. Juga dengan membiarkan SSID dalam kondisi default-nya, memungkinkan "tetangga" yang penasaran dan jahil mencari informasi mengenai security hole dari produk yang bersangkutan dan menjadikan perangkat anda sbg sarana latihan :-)
Jadi ubah SSID default anda ke nama yang anda suka.

3. No Security pada Wireless

Ini lanjutan dari yang kedua, banyak sekali yang menggunakan perangkat wireless tapi masih tidak menggunakan security dgn alasan kalo pake security ribet lah, susah lah atau alasan yang tidak masuk akal lainnya. Kalau jaringan anda bukan public area, mengapa anda biarkan wireless anda tanpa security?

4. Wireless Security? Pake dunk WEP

Come on, guys.. Ini tahun 2010 (bentar lagi 2012, hiiiiii), mengapa anda masih pake teknologi yang udah uzur? Alasan compatibility? Tidak masuk akal, semua perangkat yang ada sekarang sudah support WPA/WPA2 (kalau kebetulan anda tidak beruntung, perangkat wirelessnya belum support WPA/WPA2, anda bisa buang perangkat tsb dan ganti ke D-Link Wireless Product :-D)

5. Backup Config File

Sekarang semua perangkat jaringan yang manageable pasti mempunyai fitur untuk melakukan backup config file, jadi pastikan anda selalu backup config file anda dan simpan ditempat yang aman. Bila sesuatu hal terjadi pada perangkat anda, anda bisa restore-nya dengan mudah.

6. Cek Firmware dari vendor perangkat anda dan upgrade secara regular

Tidak ada vendor satupun yang menjamin firmware buatannya bug-free. Setiap software pasti saja ada bug, jadi selalu cek apakah perangkat anda punya upgrade firmware atau tidak. Untuk pengguna D-Link di Indonesia, bisa cek di ftp://public.dlink.co.id

7. Dokumentasikan Jaringan anda

Mungkin banyak yang menyangka bahwa network documentation hanya utk perusahaan besar dimana jaringannya besar juga. Ini keliru, network sekecil apapun bahkan dirumah sekalipun, perlu dokumentasi. Apa saja yang harus didokumentasikan? Hal2 sederhana saja spt : alamat IP dari masing2 perangkat dan username/password dari masing2 perangkat.

8. Periksa security setting bawaan pabrik perangkat anda

Setelah kita amati banyak perangkat, terutama ADSL modem/router, yang mempunyai setingan bawaan yang berbahaya yaitu akses WebUI/telnet/ping terbuka dari WAN side !!! Dengan kata lain, perangkat router anda terbuka untuk diakses oleh siapa saja dari internet. Tapi ada pendapat yang mengatakan, tapi khan untuk bisa akses harus tahu IP Public saya dulu, jadi aman dunk? Aman? Nanti dulu hehehe, bila anda iseng, coba test beberapa range IP yang mirip2 dengan IP Public yang anda dapatkan, maka anda akan mendapati bahwa IP-IP tsb bisa diakses karena setingan security default yang keliru tadi. Jadi pastikan anda DISABLE akses WebUI/telnet/ping dari WAN dan jika anda ingin membuka untuk alasan tertentu, anda harus ubah listening port-nya (ada beberapa merk yang tidak punya fitur utk mengubah ini).
Bila anda pengguna ADSL Modem/Router D-Link, anda bisa bernapas lega karena by default perangkat kita menutup semua akses dari WAN dan mengijinkan kita untuk mengubah listening port jika dibutuhkan untuk membuka akses dari WAN.
Bila anda menemukan bahwa ada perangkat ADSL/Router D-Link yang terbuka by default, segera report ke kami, kami akan fix masalah ini secepat mungkin.


Jadi saat ini itu saja check list untuk anda, segera cek perangkat anda dan pastikan comply dengan semua check list diatas. Bila ada yang kurang, feel free to comment :-)

Happy Checking !!

Rabu, Februari 03, 2010

Firmware terbaru 2.26.01 utk DFL-Series

Kami baru saja me-release firmware terbaru utk DFL-Series (DFL-210/260/800/860/1600/2500). Berikut link utk download-nya :

Release Note bisa didownload disini.

DFL-210 bisa didownload disini.

DFL-260 bisa didownload disini.

DFL-800 bisa didownload disini.

DFL-860 bisa didownload disini.

DFL-1600 bisa didownload disini.

DFL-2500 bisa didownload disini.

DFL-210/800/1600/2500 MIB bisa didownload disini.

DFL-260/860 MIB bisa didownload disini.

Happy upgrading !!! :-)

Jumat, Januari 22, 2010

Small is Beautiful :-)

Dalam waktu yang tidak lama lagi, kami akan meluncurkan 3 produk baru yaitu DAP-1350, DIR-457 dan DIR-412 secara resmi di Indonesia. Ada satu persamaan diantara ketiga-nya yaitu ukurannya sama2 mini, itu sebabnya tulisan kali ini berjudul "Small is Beautiful" :-D.

Berikut gambar ketiga product tsb :





Berikut gambar-nya jika dibandingkan dengan telapak tangan :

DIR-457 :




DIR-412 :




DAP-1350 :



Tulisan kali ini tidak membahas masing2 model dengan detail, hanya membahas preview-nya saja :

1. DIR-457

adalah Pocket Modem Wireless (802.11b/g) Router untuk jaringan 3G HSDPA. DIR-457 bisa berfungsi sbg Modem atau Router. DIR-457 sudah termasuk slot SIM card, jadi tinggal masukkan saja SIM card kedalam DIR-457 dan anda bisa sharing internet via wireless dimana saja (selama tercover jaringan 3G operator yang bersangkutan) dan kapan saja (yah betul kapan saja karena DIR-457 mempunyai baterei sendiri :-) )

2. DIR-412

adalah Mobile Wireless (802.11b/g) Router, berbeda dengan DIR-457, DIR-412 membutuhkan 3G USB Dongle untuk bisa terkoneksi ke jaringan 3G dan memerlukan external power supply. Bisa dibilang DIR-412 adalah "adik" dari DIR-451, namun DIR-412 sudah support jaringan 3G EVDO, jadi sudah support beberapa modem EVDO.

3. DAP-1350

adalah Pocket Wireless N (802.11b/g/n) Router/Access Point. Jadi DAP-1350 ini bisa berfungsi 3 mode yaitu Router Mode, Access Point Mode dan Wireless Client Mode. DAP-1350 benar-benar di-design utk para traveler, karena bentuknya sangat kecil dan dapat dihidupkan menggunakan power source dari USB Laptop.

Jadi bila ada yang bertanya sekali lagi : Kapan Available di Indonesia? Harap Sabar, tidak lama lagi :-) Kami berharap di akhir Q1 sudah available.

So Small is Beautiful, isn't it? :-D

Selasa, Januari 12, 2010

DFL-Series Howto tersedia untuk di-download !!

Untuk para pengguna setia DFL-Series yaitu DFL-210/800/1600/2500/260/860/1660/2560/2560G sekarang bisa mendownload (atau bahasa yg dipakai jurnalis2 : mengunduh) howto untuk berbagai macam skenario implementasi DFL-series di :

ftp://public.dlink.co.id/Firewall/HowTo/

Kami akan terus menambah dokumen Howto yang baru ke folder tsb. Juga di folder tsb dapat ditemukan technical training material untuk dipelajari.

Mungkin bagi yang belum menggunakan DFL-Series, bisa juga membaca howto yang ada, yang mungkin bisa di-implementasikan di jaringan anda.

Selamat membaca :-)

Senin, Januari 04, 2010

We're Hiring !!

Ada berita gembira di awal tahun 2010 ini, Call Center kami yang berlokasi di Singapore membutuhkan beberapa Customer Support Specialist.

Bila anda berminat menjadi bagian dari D-Link, anda bisa lihat informasi detil-nya di http://www.dlink.co.id/corporate/jobs.asp

Kami tunggu kedatangan anda di D-Link :-)