Rabu, Desember 23, 2009

Season Greetings

Tidak terasa sebentar lagi kita akan memasuki tahun 2010. Tahun 2009 begitu cepat berlalu, pertumbuhan D-Link di Indonesia cukup menggembirakan. Semua ini tentu berkat dukungan dari para pengguna setia D-Link, resellers, partner, system integrator, media dan tentu saja distributor kami.

On Behalf of D-Link Corp, D-Link Indonesia mengucapkan Terima Kasih yang sebesar2nya atas segala dukungan dan loyalitas para pengguna setia D-Link, resellers, system integrator, media dan distributor kami di tahun 2009 ini dan kami mengharapkan bantuannya kembali di tahun 2010 karena tanpa dukungan dan loyalitas anda semua, kami tidak ada apa2nya.

Tahun 2010 pertumbuhan internet broadband di Indonesia akan semakin tinggi dikarenakan operator berlomba2 utk meningkatkan jumlah subscriber dan kapasitas mereka. Kami selalu menyediakan produk2 berkualitas dengan harga yang reasonable serta didukung oleh garansi dan purna jual yang baik.

Untuk segmen SMB/SME/Enterprise, tahun 2010 bisa merupakan tahun yang tepat untuk upgrade, re-design ataupun replace perangkat jaringan yang ada dikarenakan kondisi ekonomi global yang sudah mulai membaik, tentunya dengan jaringan yang cepat dan di-rancang scr benar akan menunjang efektifitas dan efisiensi business process di perusahaan anda.

Bagi yang merayakan Natal, Selamat Natal 2009. Dan buat semuanya Selamat Tahun Baru 2010.

Dan buat yang lagi siap2 berkemas utk vacation, HAPPY HOLIDAY ALL :-)

Note : Dikarenakan beberapa maintainer blog ini akan cuti utk holiday maka balesan pertanyaan yang diajukan tidak secepat biasanya. Harap dimaklumi. Holiday Mood Mode : ON :-D

Jumat, Desember 04, 2009

Setting DIR-855/DIR-825/DIR-655/DIR-685 dengan DWM-152/DWM-652

Seperti yang kita ketahui, D-Link mempunyai seri yang lengkap untuk wireless 802.11n router, mulai dari yang dual band : DIR-855 dan DIR-825, single band : DIR-655 dan DIR-615, sampai single-band + storage : DIR-685.

Untuk tipe DIR-855, DIR-825, DIR-655 dan DIR-685 mempunyai USB port (Note : DIR-615 tidak punya USB port) yang bisa berfungsi sbg WCN (Windows Connect Now), Shareport dan 3G Adapter. What?? 3G Adapter?? Benar, router-router tipe tsb bisa menggunakan 3G modem sbg WAN connectionnya.

Sekarang pertanyaannya 3G Modem yang mana yang bisa kompatibel dengan router2 tsb? Saat ini hanya D-Link 3G Modem saja yang kompatibel yaitu DWM-652 dan DWM-152 (Note : DWM-652 sudah EOL). Lalu pasti banyak yang bertanya "Apakah modem merk ini support? Apakah modem merk itu support?", jawabnya "Maaf, untuk merk lain belum ada rencana untuk disupport" :-). Bila anda punya 3G modem selain D-Link dan ingin disharing maka anda bisa gunakan DIR-451 yang kompatibel dengan banyak merk modem (daftar modem yang disupport oleh DIR-451 bisa download disini).

Sebelum anda setting Wireless-N Router anda, pastikan firmwarenya :

- DIR-855 : 1.20WWB04 atau yang lebih baru.
- DIR-825 : 2.01WWB03 atau yang lebih baru.
- DIR-655 : 1.30WWB02 atau yang lebih baru.
- DIR-685 : 1.00WWB05 atau yang lebih baru.

Pada tutorial kali ini dicontohnya menggunakan DIR-855 dan DWM-152 menggunakan operator IM2 Broom (Note : D-Link tidak punya kepentingan sales/marketing apapun dengan IM2, disini hanya sebagai contoh saja).

1. Masukkan SIM card ke DWM-152 dan plug ke DIR-855 (pastikan sebelumnya DIR-855 sudah menggunakan firmware 1.20WWB04 spt yang dijelaskan diatas) :





2. Login ke webUI-nya, lalu masuk menu USB Settings, lalu set "My USB Type is" ke 3G USB Adapter, lalu Save Settings.



3. Lalu ke menu Internet Setup, pilih Manual Internet Setup, set "My Internet Connection is" ke 3G USB Adapter, lalu set parameter yang diberikan oleh operator anda (anda juga bisa gunakan pre-defined setting dari beberapa operator di Indonesia yang sudah kami masukkan, namun ada baiknya jika anda double check lagi parameter2 ini untuk memastikan operator tidak melakukan perubahan parameter).





4. Setelah itu Save dan pilih Reboot Now.


5. Setelah up lagi maka router akan mulai mencoba koneksi dan bila sudah terhubung maka halaman Device Info akan seperti dibawah :



6. Selesai :-) Anda bisa gunakan koneksi 3G sbg WAN.

Mungkin ada pertanyaan :

1. Pada saat router menggunakan 3G sbg WAN, apakah WAN port bisa tetap digunakan?
Jawabnya : Tidak, router hanya bisa menggunakan 1 koneksi yaitu WAN port ATAU 3G

2. Apakah bisa fungsi WAN Failover (backup connection)?
Jawabnya : Tidak, ini berkorelasi dengan pertanyaan pertama, karena hanya ada 1 WAN maka otomatis tidak bisa failover. Bila membutuhkan failover maka anda bisa gunakan DIR-451.

3. Lalu apa gunanya 3G ini bila tidak bisa failover (backup connection)?
Jawabnya : Kami menambahkan fungsi ini pada Wireless-N Router ini karena ada banyak permintaan dari pengguna Wireless-N router ini yang ingin tetap bisa sharing internet pada saat koneksi utamanya down. Misalnya company A berlangganan koneksi cable, lalu down, namun mereka ingin tetap bisa koneksi, maka 3G ini bisa jadi solusi temporary.
Lalu ada juga yang ingin menggunakan kemampuan Wireless-N Router D-Link tapi koneksi cable/adsl belum ada diwilayahnya, jadi 3G ini bisa jadi solusi buat tipe user spt ini.
Namun ada juga yang ingin menggunakan 3G sbg koneksi utama namun ingin tetap menggunakan Wireless-N Router karena tidak membutuhkan fitur2 khusus spt WAN failover atau VPN yang ada di DIR-451.

Selasa, November 17, 2009

Wireless Driver Update for Windows 7

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa Windows 7 baru saja di-release. Semua vendor hardware termasuk kami juga akan mengeluarkan driver terbaru untuk mendukung sistem operasi terbaru dari Microsoft ini.

Pada tahap pertama, kami fokuskan untuk semua wireless client kami baik itu yang USB, PCMCIA atau PCI. Wireless driver terbaru yang sudah support Windows 7 bisa didownload di :

ftp://public.dlink.co.id/Wireless/Win7/

Enjoy your D-Link wireless client with Windows 7 !!

Jumat, Oktober 30, 2009

Trade-In Program : D-Link Managed Switches DES-3028

PT. Sistech Kharisma, selaku salah satu distributor resmi D-Link, mengadakan program yang sangat menarik yaitu program Tukar-Tambah Switch, bahasa kerennya : Trade-In.

Jadi bila anda mempunyai switch minimal 24 port baik unmanaged atau managed (semua merk kecuali D-Link) dalam kondisi rusak, garansi habis, mati total/sebagian, penyok atau apapun kondisinya, akan dihargai USD 50 untuk digunakan sebagai potongan membeli salah satu Best Seller D-Link L2 Managed Switch, yaitu DES-3028.

DES-3028 terdiri dari 24 port 10/100 Mbps + 2 port 10/100/1000 Mbps + 2 port combo SFP. Tipe ini sangat cocok untuk digunakan sebagai access switch di jaringan skala menengah-besar atau sebagai single switch di jaringan skala kecil.

DES-3028 sudah mendukung fitur2 Advanced, diantaranya QinQ, QoS, IP-MAC-Port Binding, LLDP, SNMP, Microsoft NAP, 802.1X, Guest VLAN, ISM-VLAN dan masih banyak lainnya, untuk jelasnya bisa lihat datasheet-nya disini. Bagi yang pernah menggunakan D-Link Managed Switch akan merasakan betapa mudah-nya CLI D-Link dan juga Web GUI-nya sangat sangat mudah dibandingkan dengan kompetitor, jadi untuk yang belum pernah jangan lewatkan kesempatan ini untuk mendapat sensasi kehandalan dan kenyamanan menggunakan D-Link Managed Switch.

Berikut adalah brosur-nya :



Jadi tunggu apalagi? Segera hubungi nomor2 dibawah ini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut :

- 021-3505668-3807668 (Head Office-Jakarta) Up : Bapak Eko/Daniel

- 022-7237009/7237011/7237060/7237061 (Bandung) Up : Bapak Rafael/Ibu Rahmi/Sri

- 0274-564791/619526/619535 (Yogyakarta) Up : Ibu Kika

- 031-5353573 (Surabaya) Up : Bapak Tri

- 0361-235118/0361-9940066 (Bali) Up : Bapak Ikuk

- 061-4538920/77870093/91031186/91031168 (Medan) Up : Bapak Erick

- 0778-473274 (Batam) Up : Bapak Hendy

- 0411-330932/6078879 (Makassar) Up : Bapak Ade

- 0542-421839 (Balikpapan) Up : Bapak Hengky/Ijon

Happy Trade-In !! :-)

Rabu, Oktober 21, 2009

Sekarang D-Link Business Product garansinya juga LIFETIME !!

Seperti yang pernah ditulis sebelumnya kalo garansi D-Link Wireless dan beberapa SOHO product adalah Lifetime (http://blog.dlink.co.id/2009/02/tahukah-anda-kalau-garansi-d-link.html). Nah sekarang kita memperluas garansi Lifetime ini untuk D-Link Business Product yaitu Managed Switch, Business Wireless dan Firewall/UTM.

Jadi mulai pembelian 1 Oktober 2009 dan sesudahnya, semua produk-produk D-Link Business Product mempunya garansi Limited Lifetime. Apakah garansi Limited Liffetime ini seperti beberapa vendor lainnya yang mengharuskan membeli next-business day services (advanced replacement)? TIDAK SAMA SEKALI, garansi ini benar-benar berlaku dengan hanya membeli produk saja tanpa embel-embel harus beli next-business day services (advanced replacement).

Ada pun produk-produk yang masuk dalam Limited Lifetime Warranty ini adalah :

- Smart Switches :
1. DES-1200 Series
2. DGS-1200 Series
3. DES-2108

- Standard Managed Switches :
1. DES-3000 Series
2. DES-3028 Series
3. DGS-3100 Series

- xStack Managed Switches :
1. DES-3500 Series
2. DES-3528 Series
3. DES-3800 Series
4. DGS-3200 Series
5. DGS-3400 Series
6. DGS-3600 Series

- Unified Wireless Switches :
1. DWS-3000 Series
2. DWS-4000 Series*

- Unified Access Point : DWL-3500AP, DWL-8500AP, DWL-8600AP*

- Business Wireless AP : DWL-3200AP, DWL-8200AP, DWL-2700AP, DWL-7700AP, DWL-3260AP, DAP-1353, DAP-2553, DAP-2590, DAP-3220, DAP-3520

- D-Link Firewall : DFL-210/800/1600/2500

- D-Link UTM : DFL-260/860/1660*/2560*/2560G*

* Produk baru dan akan dilaunch segera

Untuk mendapatkan LLW ini, produk harus diregistrasi di http://register.dlink.com dalam jangka waktu 30 hari setelah pembelian.

Untuk informasi lebih lanjut bisa buka http://warranty.dlink.com

Jadi tunggu apa lagi? Segera hubungi reseller/SI/toko untuk mendapatkan produk2 D-Link Business :-)

Rabu, Oktober 14, 2009

Firmware Terbaru versi 2.26.00 untuk D-Link DFL-Series

Kami baru saja me-release firmware terbaru 2.26.00 utk DFL Series (DFL-210/260/800/860/1600/2500). Firmware ini berisi improvement dan bug fixed dari versi 2.25.01.

Adapun New Features dari versi ini adalah :

1. The name of the authenticated user is logged together with the requested URL in HTTP ALG log messages
2. DFL-210 and DFL-800 support anti-virus and dynamic web content filtering (ya Betul, mulai firmware 2.26.00 keatas DFL-210 dan DFL-800 akan mempunyai features full UTM, jadi bisa di-trial AV dan WCF-nya selama 90 hari)

Release Note lengkap bisa didownload disini.

Firmware masing2 seri bisa didownload :

1. DFL-210 disini.

2. DFL-260 disini.

3. DFL-800 disini.

4. DFL-860 disini.

5. DFL-1600 disini.

6. DFL-2500 disini.

Happy Upgrading :-)

Senin, Oktober 12, 2009

DHCP Server Screening

Masalah yang sering bikin pusing para network administrator (terutama di jaringan dengan skala menengah sampai atas) adalah adanya illegal DHCP server. Misalnya ada seorang staff pada perusahaan XYZ (sebut saja si Jono) dari satu departemen yang baru membeli home router untuk dirumah dan mencobanya dikantor. Namun tanpa sengaja (walaupun ada kasus yang melakukan ini dengan sengaja hehehe, anda bisa tebak motif-nya apa :-D), dia menghubungkan router dengan jaringan kantor melalui port LAN router. Apa yang terjadi? Router si Jono akan broadcast paket DHCP offer (karena by default hampir semua home router mengaktifkan DHCP server) pada jaringan perusahaan XYZ tsb, shg bila ada PC/Laptop yang baru bergabung atau melakukan renew IP, akan mendapat IP dari router si Jono dan Bukan dari DHCP server perusahaan. Akibatnya tentu fatal, PC/Laptop itu menjadi tidak bisa akses kemana2 karena IP-nya berbeda dengan yang semestinya.

Apa yang terjadi selanjutnya? telepon Desktop Support Engineer pasti tidak berhenti berbunyi :-). Coba kita bayangkan ini terjadi di satu perusahaan dengan 2000 PC, memang tidak semua terkena karena umumnya pada perusahaan besar dibagi per vlan, namun satu vlan bisa berisi 100-200 PC, jadi tetap saja ini problem besar.

Layout sederhana-nya spt ini :



Pada layout tsb si Laptop akan mempunyai 2 kemungkinan yaitu dapat IP dari DHCP Server yang legal atau yang illegal tergantung siapa yang cepat dalam me-respond paket DHCP. Bila kita liat isi paket yang diterima oleh si Laptop akan ada 2 paket DHCP Offer dari 2 DHCP server yang berbeda (DHCP Server Legal : 192.168.10.1, DHCP Server Illegal : 192.168.0.1) :



Untuk mencegah ini D-Link xStack Managed Switch mempunyai satu fitur yang disebut DHCP Server Screening. Fitur ini akan mem-blok paket DHCP sehingga dapat mencegah terjadinya illegal DHCP server.

Dalam contoh ini saya gunakan DES-3528 dgn fw 2.11B028 :



Layout yang digunakan masih sama dengan yang diatas.

Saya aktifkan DHCP Server Screening pada semua access port yaitu 1-24 :



Kemudian verifikasi apakah sudah aktif di port 1-24 :



Setelah itu Save.

Maka Illegal DHCP Server itu akan otomatis ter-blok :



Pada sisi Laptop hanya akan "melihat" paket DHCP Offer dari DHCP Server yang legal :



Fitur ini juga berguna untuk ISP yang mempunyai jaringan Metro-Ethernet, shg bila customer salah colok port ke port LAN pada router, DHCP paket dari router tidak membanjiri network ISP.

Ada pun seri D-Link xStack yang sudah support fitur ini adalah :

- DES-3500 Series
- DES-3528 Series
- DGS-3200 Series
- DGS-3400 Series
- DGS-3600 Series
- DGS-3700 Series

Happy Filtering :-) !!

Jumat, September 04, 2009

WPA/WPA2-Enterprise sulit ?? Tidak lagi :-)

Security pada jaringan nirkabel yang umum digunakan sekarang adalah WEP, WPA/WPA2-Personal dan WPA/WPA2-Enterprise. Mungkin banyak dari para pengguna jaringan nirkabel masih menggunakan WEP (Oh.. No..), atau sudah menggunakan WPA/WPA2-Personal dengan Pre-Shared Key (It's Better :-)).

Tapi hasil riset beberapa waktu lalu yang dilakukan oleh para periset dari Jepang, mereka bisa break WPA-Personal dalam waktu kurang dari 60 detik !! Namun jangan khawatir berlebihan, yang bisa di-break dalam waktu 60 detik adalah WPA-Personal yang menggunakan cipher type : TKIP. Sementara yang AES masih dalam kondisi aman saat ini. (Jadi para pengguna WPA-Personal segera ganti ke WPA2-Personal dan set cipher type ke AES only).

Bagaimana untuk kepentingan perusahaan? Apakah WPA2-Personal sudah dirasakan cukup? Jawabannya tergantung Pre-Shared Key yang digunakan, semakin panjang Pre-Shared Key dan semakin rumit kombinasi angka, huruf dan simbol-nya, maka semakin relatif sukar untuk di-break.

Apakah ada opsi yang lebih baik untuk keamanan jaringan nirkabel ini? Jawabannya yaitu menggunakan WPA/WPA2-Enterprise. Konsep WPA/WPA2-Enterprise hampir sama dengan 802.1x framework dimana ada 3 bagian yang terlibat yaitu :

1. Supplicant (yaitu client)
2. Authenticator (yaitu Access Point atau Switch)
3. Authentication Server (yaitu Radius Server)

Umumnya hanya perusahaan dengan user lebih dari 100 yang deploy framework ini karena deploy framework ini membutuhkan konfigurasi yang sedikit rumit (apalagi bila melibatkan Certification Server).

Cara kerjanya secara sederhana bisa digambarkan sbb :

Supplicant ----- Authenticator ----- Authentication Server

Supplicant akan mengirimkan paket EAP ke Authenticator lalu Authenticator akan menanyakan dan meneruskan ke Authentication Server, lalu Authentication Server akan challenge Supplicant menanyakan informasi yang diperlukan lalu Supplicant akan memberikan informasi, bila benar maka Authentication Server akan meminta Authenticator agar Supplicant diijinkan akses.

Nah yang membuat banyak IT perusahaan tidak menerapkan ini umumnya disebabkan rumit-nya membangun Authentication Server dan repotnya set client satu per satu (apalagi kalo menggunakan certificate-based).

D-Link memahami hal ini dengan men-design Access Point yang built-in RADIUS server, jadi kita tidak perlu setup server tersendiri. Jadi Authenticator dan Authentication Server berada dalam alat yang sama. Methodology yang kita gunakan untuk WPA/WPA2-Enterprise ini adalah EAP-PEAP yang berbasiskan username dan password shg lebih mudah setup-nya.

Adapun Access Point D-Link yang support ini adalah Business AP N Series :

- DAP-2590 (available now)
- DAP-2690 (Q4 2009/Q1 2010)
- DAP-3520 (Q4 2009)
- DAP-3690 (Q2 2010)

Berikut cara settingnya (contoh menggunakan DAP-2590) :

1. Masuk ke Basic Settings > Wireless. Tentukan SSID spt biasa, set Wireless Security ke WPA2-Enteprise, set cipher type ke AES lalu set Radius Server ke Internal, lalu Save (pada contoh ini saya menggunakan freq 2.4 GHz, note : DAP-2590 support 2.4 GHz atau 5 GHz (selectable)).


2. Masuk ke Advanced Settings > Internal Radius Server. Masukkan user name dan password yang diinginkan, pastikan Status Enable, lalu Save.


Maximum username yang kita bisa masukkan adalah 100 username. Namun perlu diingat concurrent session utk AP ini direkomendasikan tidak lebih dari 30 user.

4. Setelah itu Save n Activate.


5. Maka AP akan reboot, tunggu sampai selesai dan DAP-2590 sudah siap digunakan.



Selanjutnya setting di sisi client (Supplicant), disini saya akan memberikan contoh menggunakan Windows Wireless Utility dan Intel Wireless PROset Utility.

Windows Wireless Utility :

1. Pastikan SSID yang kita define terlihat di Windows Wireless Utility.


2. Klik "change advanced settings" maka akan muncul Wireless Network Connection Properties, pilih tab "Wireless Network", pastikan "Use Windows to configure my wireless network settings" sudah di-centang.


3. Klik Add, lalu masukkan SSID dari DAP-2590 yang sudah diset tadi. Pastikan "Connect even if this network is not broadcasting" sudah di-centang. Set Network Authentication ke WPA2 dan set Data Encryption ke AES.


4. Pilih tab "Authentication", Set EAP Type ke PEAP, biarkan yg lain default.


5. Klik Properties, uncheck "Validate server certificate", pastikan Authentication Method-nya ke MSCHAPv2, pastikan "Enable Fast Reconnect" di-centang.


6. Klik Configure, disini anda punya 2 pilihan, bila username/password yang anda define di RADIUS server sama persis dengan username/password login Windows anda maka biarkan di-centang, bila berbeda maka uncheck opsi ini. Dalam contoh ini, username/password Windows dan RADIUS server berbeda, jadi di-uncheck.


7. Setelah itu klik Ok semua, sampai semua windows menutup, kemudian Supplicant mulai melakukan proses connection ke AP dan akan ada warning seperti ini di systray icon WLAN pada laptop.


8. Klik warning tersebut, lalu akan muncul windows baru untuk memasukkan username dan password. Masukkan username dan password yang sudah didefine di Internal Radius DAP-2590 tadi, biarkan domain dalam keadaan kosong. Lalu klik OK.


9. Setelah itu maka Supplicant akan terkoneksi ke AP.


Note : Pada koneksi selanjutnya, anda tidak akan ditanya username n password seperti pada langkah 8 karena sudah tersimpan dalam profile. Bila anda remove profile tsb dan anda add dari awal maka akan ditanya username n password lagi.

Intel Wireless PROset Utility :

1. Pilih SSID yang kita set di DAP-2590 tadi.



2. Klik Connect, kemudian anda bisa mengubah nama profile-nya atau biarkan saja default. Klik Next.



3. Intel PROset akan coba mengidentifikasi security type, set User Credential ke "use the following", lalu masukkan username n password, biarkan domain dalam kondisi kosong. Masukkan username sebagai roaming identity. Lalu klik Next.



4. Uncheck "Validate Server Certificate", lalu klik Next



5. Setelah itu klik OK, dan supplicant mulai melakukan proses koneksi ke AP.



6. Setelah itu maka Supplicant akan terkoneksi ke AP.



Dengan adanya Internal RADIUS Server maka WPA/WPA2-Enterprise menjadi sangat mudah untuk di-implementasikan oleh siapa saja. Informasi reseller/distributor bisa klik disini.

Jumat, Agustus 21, 2009

AP Manager II, Solusi Manajemen AP gratis dari D-Link

Umumnya perusahaan dari skala SOHO, SMB dan SME mempunyai Access Point lebih dari satu dan untuk me-maintain-nya dilakukan dengan cara mengakses satu demi satu Access Point tersebut. Memang ada sebagian yang menggunakan NMS software baik yang gratis maupun yang bayar, namun dikarenakan berbeda vendor agak sulit untuk memanage Access Point tsb scr full control (kecuali vendor NMS-nya menyediakan modul yang lengkap).

Kini D-Link memberikan solusi yaitu kami menyediakan software manajemen AP scr cuma-cuma (baca : Gratis) untuk semua D-Link Business AP Series yaitu :

- DWL-3200AP
- DWL-8200AP
- DWL-2700AP
- DWL-7700AP
- DWL-3260AP
- DAP-2553
- DAP-2590
- DAP-3220

Software ini dinamakan AP Manager II. AP Manager II kompatibel dengan Windows® 2000/XP/2003/Vista 32-bit/64-bit. Untuk pengguna MacOS dan Linux, mohon maaf, kami belum berencana untuk membuat versi Mac dan Linux.

Berikut akan dijelaskan cara instalasi dari AP Manager II :

1. Pada tutorial kali ini digunakan Windows Vista Business SP 1



2. Install PostgreSQL 8.3 (dalam contoh ini digunakan versi 8.3.5)



Klik Next sampai ke halaman untuk memasukkan password, disini installer akan membuat Windows Service Account dengan username postgres, kita define password-nya disini, dalam contoh kali ini password yang digunakan : dlink



Teruskan sampai selesai



Setelah selesai unchek "Launch Stack Builder at exit?", kemudian klik "Finish"



3. Lalu install Psqlodbc sampai selesai



4. Install AP Manager II (disini digunakan versi terbaru yaitu v2.10r0143)



Biarkan semuanya default (kecuali anda ingin mengubahnya misalnya destination foldernya mau diubah, dll)



Masukkan password dari username postgres yang sudah dibuat pada instalasi PostgreSQL tadi



Bila username dan password-nya benar maka akan muncul pop-up windows spt dibawah :



Lanjutkan sampai selesai.

5. Install AP Manager II Module dari masing2 Access Point, disini digunakan DAP-2590 sbg contoh




Konfigurasi dasar AP Manager II :

1. Sebelum masuk ke AP Manager II, pastikan AP sudah dienable SNMP-nya, berikut contoh menggunakan DAP-2590 dengan fw 1.11 dan IP DAP-2590 adalah 192.168.10.3 (IP PC dimana AP Manager II di-install adalah 192.168.10.97)



Masuk ke menu Maintenance --> Administration Settings, check SNMP setting. Check Enable, biarkan Community String ke nilai defaultnya, lalu Enable Trap Status, masukkan IP AP Manager II sbg Trap Server IP.



Setelah Klik Configuration dan pilih Save and Active



2. Buka AP Manager II dan login, username dan password default adalah admin dan admin



3. Klik kanan Group di menu sebelah kiri, lalu pilih Discover



Maka akan terdeteksi DAP-2590



4. Buat Group baru di Category 1 (Klik Kanan dan pilih Create Group), dalam contoh dinamakan Ruang-Lab



5. Klik DAP-2590 dan drag ke Sub-Category yg tadi kita buat yaitu Ruang-Lab, maka icon-nya akan berubah dari Kotak Biru (Unmanaged) menjadi Bulat Hijau (Managed)



6. Konfigurasi dasar selesai, selanjutnya kita bisa melihat report berdasarkan grafis spt gambar berikut :



Kita juga bisa buat topology spt gambar berikut :



Dan yang terpenting, kita bisa men-setting DAP-2590 persis seperti kita akses webUI-nya, tinggal double click AP yang ingin disetting maka akan muncul module setting pada windows baru :



Paket PostgreSQL beserta Psqlodbc dapat didownload disini.

AP Manager II v2.10r0143 dapat didownload disini. (Note : didalam file zip terdapat 3 file yaitu Installer-nya, MySQL Connector dan scanAP, yang digunakan hanya Installer-nya saja, sementara MySQL Connector dan scanAP digunakan untuk keperluan lainnya)

User Manual AP Manager II v2.1 dapat didownload disini.

AP Manager II Module bisa didownload disini.

Note : Tidak ada batas maksimal jumlah AP yang dapat dimanage oleh AP Manager II, namun semua harus memperhitungkan kemampuan si PC sendiri, estimasinya Intel Core 2 Duo 3 GHz dgn Memory 1 GB bisa me-manage up to 50 APs.

Happy Managing D-Link Business AP !!