Jumat, September 12, 2008

Tanya-Jawab (was Introduction :-))

Halo,

D-Link Indonesia menciptakan blog ini untuk memudahkan D-Link user untuk berinteraksi, khususnya dalam hal teknis. Kami akan segera posting beberapa tutorial yang sekiranya dapat memudahkan D-Link user dalam men-setting produk-produk D-Link.

BR,
D-Link Indonesia

Note:
Dikarenakan banyak yang bertanya di halaman ini, maka saya ganti title dan label-nya menjadi Tanya-Jawab. Have a nice day :-)

1.938 komentar:

1 – 200 dari 1938   Lebih baru›   Terbaru»
Rene Baas mengatakan...

Blogger Rene Baas berkata...

saya Baru beli modem card DWM-652 tapi gk mau berfungsi sama windows vista!!?? kalau saya pake di laptop lain sama XP gpp.

tolong saya salah apa?

2008 September 17 22:39

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas pertanyaan anda, apakah error-nya adalah Access Denied? Bila ya, maka ini adalah masalah UAM Vista, anda harus menjalankan aplikasi DWM-652 sebagai Administrator, caranya, buka : Program Files --> D-Link --> D-Link DWM-652 3.5G Data Card, klik kanan CManager.exe lalu pilih Properties, lalu pilih Compatibility Tab, lalu cek "Run this program as an administrator"

Mudah2an membantu

nina kata mengatakan...

sy br berlangganan speedy dgn modem D LINK DSL 520T. krn letak komp di kamar sktr 10mtr jaraknya dari induk telp, maka sy bkn sambungan DSL ke kamar(dgn bantuan ptugas telkom). saat dipakai koneksi cepat dan lancar. tapi 3 hari kemudian, koneksi awal dari modem ke speedy jadi lambat, bisa 15-30mnt (bila dipakai di kamar). dan sepertinya semakin lambat saja. padahal kalo di sambung langsung di induk telp, koneksi cepat, seperti biasanya.
kira2 masalah apa yg sdg sy hadapi? dan bgmn penyelesaiannya?
tenks b4

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas pertanyaan anda. Saran saya dibanding anda menarik kabel telepon untuk sampai ke kamar, lebih baik tetap gunakan DSL-520T diposisi asal dan gunakan kabel UTP (maksimum panjang kabel UTP ini : 100 meter) untuk menghubungkan ke PC yang ada di kamar anda. Kabel telepon yang dipajangkan kemungkinan besar melemahkan signal telepon shg modem mengalami penurunan kualitas line yang pada akibatnya berakibat pada performa ADSL line anda.

Mudah2an membantu

Purna Paskibraka Indonesia Kota Palembang mengatakan...

setting D LINK DSL 520T speedy bwt wilayah palembang gmn ???

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas pertanyaan anda. Basically untuk setting Speedy ada beberapa hal yg harus disiapkan :

- nilai VPI
- nilai VCI
- connection type : apakah pppoe atau pppoa
- Username dengan format xxxxxxx@telkom.net
- password

Informasi2 itu semua bisa anda dapatkan pada saat anda mulai berlangganan atau bisa menanyakan kembali ke Telkom.

Setelah informasi2 itu didapat, maka anda tinggal masuk ke halaman konfigurasi (spt yg ada di QIG), kemudian jalankan wizard, pilih time zone, pilih pppoe/pppoa, masukan informasi2 tadi, setelah itu next dan klik restart.

Setelah reboot, cek di status apakah sudah terkoneksi atau blum. pastikan lampu ADSL nyala steady. Setelah semua oke dan bisa ke internet, maka ke halaman tools --> system, "klik save and reboot"

Mudah2an membantu

Freddy Ferdian Jaya mengatakan...

pak, saya pake D-LINK DSL 520T, kenapa ya setiap di test:

Testing ATM OAM segment ping FAIL
Testing ATM OAM end to end ping FAIL

saya jd ga bs browsing maupun download 2 hari terakhir ini, pdhl ping nya bagus banget

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas pertanyaan anda. ADSL anda menggunakan PPPoE atau PPPoA? Bila menggunakan PPPoE maka wajar kalo ATM test fail karena PPPoE ini backbonenya Ethernet (PPPoE = Point-to-Point Protocol over Ethernet), bila menggunakan PPPoA dan fail maka kemungkinan besar ada masalah di jaringan ADSL-nya.
Untuk ping, anda test ping kemana? Coba ganti DNS server di PC anda ke openDNS : 208.67.222.222 dan 208.67.220.220

Mudah2an membantu

djfreakster mengatakan...

saya baru beli modem ADSL Dlink DSL-520T.. semenjak tadi pagi sering sekali dapet pesan error connection interupted di browser firefox saya. saya pikir ini masalah di jaringan internet speedy tapi ketika dicoba dengan modem yang lain tidak terjadi connection interupted semuanya lancar.. apa ini masalah dengan firmware modem ini. mohon pencerahannya dan solusi bagi masalah saya... sebagai informasi versi firmware modem ini adalah V3.02B01T01.EU.20070207...

terima kasih

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas pertanyaan anda.
Masalah connection reset bisa disebabkan banyak hal, jadi sulit utk mengetahui root cause-nya tanpa melihat packet capture-nya.

Mungkin saja salah satunya disebabkan oleh firmware 20070207, namun mungkin saja tidak karena banyak sekali pengguna yang menggunakan firmware ini dan tidak menemui masalah yang serupa.

Namun bisa coba langkah2 berikut :
1. Hard Reset DSL-520T anda
2. Set DSL-520T dari awal lagi
3. Jgn lupa tekan tombol Save n Reboot pada menu Tools --> System
4. Clear cache and cookies firefox anda
5. Coba browsing

Bila masalah masih ditemui :
1. Coba test dengan browser lain

Bila masih sama :
1. Coba ganti DNS pada PC anda ke openDNS : 208.67.222.222 dan 208.67.220.220

Bila masih sama :
1. Coba upgrade ke firmware ini : http://support.dlink.co.id/firmware/DLinkEU_DSL-520T-20070928.rar
2. Setelah upgrade selesai, reset ke factory default dan set dr awal, lalu coba test kembali

Mudah2an membantu

djfreakster mengatakan...

terima kasih atas solusinya.. masalah connetion interupted telah teratasi dengan cara mengupdate firmware dan semuanya telah berjalan lancar. tapi kemudian muncul masalah baru yaitu untuk beberapa site masih muncul keterangan connection interupted atau connection reset tapi ketika ip dari web tersebut di ping me-reply contoh situsnya misalnya www.ansav.com, www.duta4future.com..
untuk situs yang lain semuanya lancar dan tidak pernah disconnect lagi.

mohon pencerahannya kembali

mengenai packet capture yang pernah anda sebutkan, bagaimana cara melakukan packet capture tersebut?

terima kasih

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas update anda. Saya coba duplicate issue anda menggunakan DSL-520T dengan fw 20070207 pada jaringan Speedy PPPoE daerah Bekasi. Namun sama sekali tidak ditemui masalah serupa, semuanya lancar, tidak ada problem connection reset/interrupted.

Untuk problem anda yang kedua, coba anda buka IP ini 202.67.10.66 dan 202.67.15.186, ini adalah IP dari kedua website itu, kedua website itu merupakan cname dr IP itu jadi bila kedua IP itu terbuka maka scr koneksi tidak ada masalah.

Selain itu anda juga bisa test dengan PC lain-nya.

Connection Reset/Interrupted itu disebabkan karena web server memberikan paket TCP RST shg web browser kita mengganggapnya reset/interrupted, biasa ini disebabkan oleh sisi jaringan provider (jaringan 3G yang sering menghadapi masalah ini).

Packet Capture scr singkat adalah menangkap proses jalannya komunikasi data. Software yang umum digunakan adalah Wireshark (dulu ethereal).

Mudah2an membantu

djfreakster mengatakan...

terima kasih atas pencerahannya... masalahnya telah teratasi. ternyata yang jadi biang keladi adalah browser firefox, ketika situs terasebut dibuka dengan opera semuanya lancar.

sekali lagi terima kasih.

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih update-nya. Senang mendengar masalah sudah teratasi :-)

thecr45h3r mengatakan...

selamat siang,!
saya menggunakan modem ADSL Dlink DSL-520T
settingan modem menggunkan mode bridge dan konek seperti biasa melalui router tapi settingan modem tidak bisa diakses dari browser padahal sebelumnya bisa. IP default modem dirubah ke 192.168.0.1 pesan error yang muncul connection interupted. sebelumnya alamat IP tersebut bisa diakses dan bisa melakukan setingan.
ketika tidak bisa diakses modem pun jadi tidak bisa direset dengan menekan tombol reset akan tetapi masih bisa koneksi ke internet.biasanya bisa direset dan ip kembali ke default 192.168.1.1.

terima kasih

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Untuk diset sbg bridge, dan diput didepan router dengan layout begini :

DSL-520T--Router--LAN

Pastikan IP DSL-520T tidak sama subnetnya dengan LAN Router. Umumnya router menggunakan 192.168.0.1 sbg IP defaultnya. Misalnya : DSL-520T IP-nya 192.168.1.1 dan LAN Router : 192.168.0.1

Pada saat modem diset sbg bridge dan router melakukan dial PPPoE tentu modem tidak bisa diakses dari LAN, kenapa? karena WAN segment bukan satu segment lagi dgn IP DSL-520T. Bila ingin mengakses ke DSL-520T, plug langsung komputer ke LAN port DSL-520T menggunakan PC dan set IP komputer ke 192.168.1.2 (dgn asumsi IP DSL-520T itu 192.168.1.1).

Test dulu dengan ping, jgn lupa clear arp komputer anda sebelumnya dengan perintah arp -d dicommand prompt.

Mudah2an membantu

thecr45h3r mengatakan...

terima kasih tanggapannya.

saya sudah melakukan itu, saya koneksikan langsung dari switch ke modem lalu saya ping dan hasilnya time out.
yang jadi masalah saya tidak tahu jadi berapa IP modem ini, sebelumnya saya rubah ke 192.168.0.1 dan IP router di set ke 192.168.0.2 (agar bisa terhubung) sedangkan IP lan 192.168.1.0/24 bagaimana cara saya mengetahui IP dari modem tersebut sekarang? apa mungkin IP nya telah berubah dengan sendirinya? karena saya pun tak bisa mereset ke default IPnya..atau ada cara lain mereset modem selain tombol reset?

sebagai tambahan, sebelumnya semuanya lancar.

terima kasih

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas update anda. Coba anda lakukan spt ini :

1. Tekan tombol reset selama 20 detik, lalu release. Lihat LED-nya, bila berjalan lancar maka Power, Status dan ADSL LED akan blinking.

2. Siapkan Laptop/PC, set IP ke Dynamic IP. Kemudian plug Laptop/PC tsb ke DSL-520T. Lalu liat apakah dapat IP atau tidak. Bila dapat, ping ke gatewaynya dan buka IP gatewaynya di browser.

3. Bila tidak dapat, set IP ke 192.168.1.2/255.255.255.0, kemudian ping ke 192.168.1.1, bila reply maka buka di browser

Bila cara itu tidak bisa juga lalukan langkah2 berikut :

1. Tekan tombol reset selama 20 detik, sambil tetap ditahan, cabut power supply, masih ditahan selama 10 detik, lalu colok power supply, tombol masih ditahan dan biarkan selama kurang lebih 20 detik lagi, baru release. Lihat LED-nya, bila berjalan lancar maka Power, Status dan ADSL LED akan blinking.

2. Siapkan Laptop/PC, set IP ke Dynamic IP. Kemudian plug Laptop/PC tsb ke DSL-520T. Lalu liat apakah dapat IP atau tidak. Bila dapat, ping ke gatewaynya dan buka IP gatewaynya di browser.

3. Bila tidak dapat, set IP ke 192.168.1.2/255.255.255.0, kemudian ping ke 192.168.1.1, bila reply maka buka di browser

Mudah2an membantu

Frank & Ninz mengatakan...

Saya bingung ni, apa bedanya WEP key 1, WEP key 2, WEP key 3, WEP key 4, WEP key 5, WEP key 6 apa ya... (DIR-300) Biasanya yg bagus pakai WEP key yang mana ya?

shallom88 mengatakan...

saya memakai modem D-Link DSL-520T.
Mengapa pada waktu browsing atau Download lampu pada ethernet dan ADSL kedip" dgn cepat bahkan pada lampu ADSL seperi mau mati(redup dan kedip dgn cepat)?
Apakah modem saya bermasalah?
Tolong pencerahanya Pak.
Thx

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Frank & Ninz
Terima kasih atas pertanyaan anda.

Pada enkripsi WEP, kita bisa define up to 4 WEP key, tentunya wireless client pun harus diset key sesuai dengan index yang tepat, misalnya kita set WEP Key 2, maka index di client pun hrs diset ke 2.

Saya tidak merekomendasikan menggunakan WEP lagi. Baca blog saya yang ini : http://blog.dlink.co.id/2008/11/ayo-ganti-security-wireless-anda-ke.html

Mudah2an membantu

D-Link Indonesia mengatakan...

To : shallom88
Terima kasih atas pertanyaan anda.

Lampu ADSL dan Ethernet berkedip-kedip (bahkan dengan cepat) itu menandakan adanya aktifitas, jadi itu normal.

Mudah2an membantu

djfreakster mengatakan...

max tx power di modem saya -38dBm/Hz apa itu normal?

berapa nilai normal untuk snr dan line atentuation untuk speedy? apakah normal jika di snr upstream nilainya minus -7

modem DSL-520T

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Nilai -38 dBm/Hz adalah normal.
Tidak ada nilai patokan untuk SNR dan Line attenuation, ini tergantung dari jarak rumah ke STO Telkom (jarak maksimum sekitar 5.5 km), kualitas kabel telepon (jarak dekat kalo kualitas tembaga kabel telepon jelek maka akan jelek juga linenya), juga pemasangan didalam rumah (apakah dari line langsung ke modem atau di paralel dulu dsb).

Makin tinggi nilai SNR maka makin bagus, sedangkan Line attenuation itu kebalikannya, makin tinggi nilai-nya maka makin jelek.
SNR -7 itu kemungkinan besar ada masalah dengan line anda.

Mudah2an membantu

robert mengatakan...

Halo,

saya mau tanya saya baru beli switch d-link type DES-1008D, alat tsb saya sudah pasang untuk switch pada modem fastnet, tetapi kok tetap tidak bisa connect Y terutama untukk 2 komputer. apa ada settingan khusus untuk modem fasnet? mohon pencerahannya.

terima kasih,

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Untuk membagi koneksi internet yang diperlukan adalah router, bukan switch. Jadi bila sekarang ini anda hanya punya modem yang disediakan oleh pihak First Media, maka anda perlu membeli router, jadi topologi-nya spt dibawah ini :

Modem---Router---Switch/PCs

Modem Fastnet akan masuk ke port WAN/port Internet pada Router, dan port LAN Router bisa langsung masuk ke PC atau ke Switch bila port LAN pada router tidak cukup.

Adapun beberapa tipe D-Link Wirelss Router yang anda bisa beli adalah :

- DIR-300
- DIR-615
- DIR-655

Mudah2an membantu

ochin mengatakan...

saya baru memakai DSL-520T ADSL Router 2 bulan lalu, dan selama itu modem dan koneksi internet tdk bermasalah. namun baru-baru ini, koneksi internet di kantor menjadi putus2, waktu ping ke dns awalnya destination net unreachable, namun lama kelamaan reply namun diikuti timeout. di kantor, memakai jasa layanan speedy, dan sudah saya tanyakan dan tidak ada masalah dlm koneksi, setelah dicoba menggunakan modem dari speedy, koneksi lancar.saya sudah coba reboot berulang-ulang, dan juga reset lalu restore berulang-ulang, namun hasilnya tetap sama, 3 reply 1 timeout, browsing sama sekali gak jalan, namun ym masih lancar.apakah dlink 520T saya rusak?mohon penjelasannya.terimakasih.

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Apakah status DSL-520T tetap terkoneksi? dalam arti PPPoE tetap connected dan dapat IP? lalu bagaimana lampu ADSL-nya? apakah tetap steady?

Saya berasumsi tidak ada masalah dengan PPPoE Connection maupun lampunya. Mungkin DNS Speedy sedang tidak stabil. Coba pake DNS dari OpenDNS : 208.67.222.222 dan 208.67.220.220

Mudah2an membantu

ochin mengatakan...

Terimakasih atas sarannya, untuk status DSL-520T kadang connect kadang waiting for response kadang pula disconnect, dan setiap 5 detik sekali layar di browser saya seperti mengalami refresh. Lampu ADSL-nya menyala, namun sesekali blinking.
Saya sudah coba menggunakan open DNS, namun hasilnya sama. Mungkin ada jalan lain? terimakasih.

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas update-nya.

"untuk status DSL-520T kadang connect kadang waiting for response kadang pula disconnect, dan setiap 5 detik sekali layar di browser saya seperti mengalami refresh. Lampu ADSL-nya menyala, namun sesekali blinking"

--> Penjelasan diatas menandakan bahwa line ADSL-nya tidak stabil. Bisa anda lihat berapa nilai SNR dan Line Attenuation-nya? Tanyakan juga ke Telkom, apakah mereka mengganti nilai VPI dan VCI-nya? Ada satu kasus dimana Telkom mengganti nilai VPI dan VCI dan TIDAK diinformasikan ke pelanggan bahkan 147-pun tidak tahu. Setelah dilakukan onsite test oleh Telkom baru ketahuan bahwa nilai VPI dan VCI sudah berubah.

Anda juga bisa coba dengan meng-upgrade firmware spt posting saya sebelumnya di D-Link Indonesia 2008 November 17 13:05.

Mudah2an membantu

nikoarwenda mengatakan...

Terimakasih,
Begini, saya sekarang masih menggunakan modem abbatec dari speedy, sambil membenahi modem d-link DSL-520T, kalau misalnya VPI dan VCI ganti sepertinya tidak, karena pada saat ini, di modem abbatec menggunakan VPI dan VCI yang sama dengan VPI dan VCI di d-link, yakni 0 dan 35.

ochin mengatakan...

maaf, ada yang lupa, untuk informasi, SNR marginnya sering berubah, berkisar antara 6.6-30.5 db, untuk Attenuationnya juga sering berubah, berkisar antara 57.5-24.0 db

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas update anda.

"berkisar antara 6.6-30.5 db" --> nilai SNR ini terlalu berfluktuasi, kemungkinan besar ada gangguan line adsl-nya. Begitu juga dgn nilai attenuationnya, cukup tinggi.

Bila memang Telkom mengatakan tidak ada masalah, anda bisa coba upgrade firmware DSL-520T :

1. Coba upgrade ke firmware ini : http://support.dlink.co.id/firmware/DLinkEU_DSL-520T-20070928.rar
2. Setelah upgrade selesai, reset ke factory default dan set dr awal, lalu coba test kembali

Mudah2an membantu

ochin mengatakan...

firmware sudah saya coba upgrade dari 20070207 ke versi 20070928 namun setelah saya load dan restart, firmware tetap versi lama, dengan kata lain saya belum berhasil mengupgrade firmwarenya.
saya sudah menggunakan lngkah2 yang disebutkan dengan baik, namun kok belum berhasil upgrade firmwarenya ya?

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas update anda.

Coba lakukan spt ini :

1. Masuk ke DSL-520T
2. Ke Tools --> System Setting --> Reboot to factory default
3. Masuk kembali ke DSL-520T (IP-nya sudah berubah default ke 192.168.1.1, begitu jg dgn user n password-nya)
4. File hasil download dr sini http://support.dlink.co.id/firmware/DLinkEU_DSL-520T-20070928.rar, di-extract dulu ke folder apa saja sesuai dengan keinginan anda.
5. Gunakan Firefox/IE untuk upgrade firmware di menu Tools --> Firmware
6. Browse file hasil extract tadi (bukan yg file rar)
7. Tunggu sampai proses selesai

Mudah2an membantu

ochin mengatakan...

sudah saya coba dan hasilnya tetap blm terupgrade, saya sudah melakukan sesuai dgn langkah yg telah diberikan, dan sudah saya ulangi sampai berkali-kali.
dalam kasus saya ini, sebenarnya yang menjadi masalah apa ya?
terimakasih.

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas update anda.

Tolong anda tinggalkan alamat email anda, saya akan kirim email ke anda untuk menanyakan lebih detail lagi dan meminta beberapa capture screen.

ochin mengatakan...

terimakasih atas perhatiannya selama ini,
email saya ochin_is_ok@yahoo.com
mohon bimbingannya, terimakasih..

aFaNk_g2k(iT G6) mengatakan...

Salam kenal..
saya menggunakan Wireless Router DIR-300 & Switch DES-1016D untuk koneksi inet di kostan.
yanga mau saya tanyakan, apa bisa Dir-300 melakukan management bandwitdh dengan menggunakan firmware pihak ketiga??
Apa anada bisa kasih saran mengenai firmware pihak ketiga yang bagus & stabil dalam melakukan management bandwitdh?
bagaiaman cara update firmware tersebut & apakah bisa jika suatu ssat nanti menggunakan kembali firmware standart dari DLINK??
Kalau bisa seklian langkah2nya ya..
trimakasih..

.:: aFaNk_g2k ::.

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Untuk third-party firmware, saat ini DIR-300 disupport oleh dd-wrt dan openwrt. dd-wrt lbh banyak digunakan karena lbh mudah dan GUI-nya sangat baik.

Untuk mengetahui URL yang menjelaskan cara flashing-nya bisa buka blog saya sblmnya : http://blog.dlink.co.id/2008/09/d-link-router-dengan-3rd-party-firmware.html

Saya tidak menjelaskan scr detail step-by-step-nya di-blog ini karena third-party firmware ini tidak disupport scr resmi oleh kami (begitupun oleh merek-merek lain yang perangkatnya bisa di-flash menggunakan third-party firmware). Pada salah satu URL yang tertera pada blog itu, juga dijelaskan bagaimana cara mengembalikan DIR-300 ke firmware semula.

Untuk Per User Bandwidth Control, dd-wrt menjual firmware khusus agar dapat melakukan itu. Bisa buka di http://www.dd-wrt.com/shop/catalog/product_info.php?cPath=22&products_id=725 untuk info lbh lanjut

Mudah2an membantu n Happy "ngoprek" :-)

aFaNk_g2k mengatakan...

hohohohoh
thx's y atas infonya.. :)
insyallah bkalan scepatnya di coba..
:)

rizal mengatakan...

dulunya saya pengguna speedy menggunakan modem abbatec.dan sekarang saya sudah tidak berlangganan lagi dengan speedy,tapi modemnya masih ada sama saya.yang saya ingin tanyakan,saya ingin sekali menggunakan layanan telkomnet instan..apakah bisa mengunakan modem abbatec tersebut untuk mengkoneksi ke jaringan telkomnet instan?kalau bisa bagaimana caranya?

mohon bantuannya..

rizal mengatakan...

kebetulan di CPU saya tidak terdapat modem internal..jadi saya pikir kalau modem abbatec sama seprti modem eksternal biasa,sayang kalau tidak saya digunakan..

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Just reminder, ini adalah blog resmi D-Link Indonesia, jadi se-yogya-nya pertanyaan yang dilontarkan disini adalah yang menyangkut D-Link :-)

Namun kali ini tidak apa2, saya akan tetap menjawab pertanyaan anda :-)

Teknologi ADSL dan Dial-Up adalah 2 hal yang sama sekali berbeda, scr fisik memang keliatannya sama yaitu sama2 menggunakan line telepon, tp scr teknis sama sekali berbeda. Jadi anda tidak bisa menggunakan modem ADSL untuk melakukan koneksi dial-up.

Mudah2an membantu

Frank & Ninz mengatakan...

Saya pengguna DIR-300, saya mau menanyakan perihal software Network Magic, dimana software tersebut sudah saya instal tetapi router tidak terdeteksi, kenapa bisa begitu ya? Apakah DIR-300 tidak bisa di deteksi pada Network Magic ? Saya instal versi 5.0 yang terbaru. Apakah ada versi yang lain yang cocok kah atau gmana cara setting supaya router DIR-300 bisa terdeteksi di software Network Magic?? HELP ME

Thank's

Hafsah mengatakan...

saya pengguna d-link dsl-522T. Baru beli 3 hari yang lalu. Awalnya bisa connect, tapi hanya 20 menit, setelah itu nggak mau connect lagi. Pas saya ganti ke modem lama, ternyata bisa connect. Saya pake' telkom speedy. Kira-kira bermasalah dimana ya?

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Hafsah
Terima kasih atas pertanyaan anda.

Ada beberapa pertanyaan lebih lanjut :

1. Bagaimana status lampu ADSL-nya?
2. Apakah nilai VPI dan VCI sudah dipastikan benar? Re-check kembali dan bandingkan dengan modem dari Telkom
3. Pastikan username dan password yang dimasukkan benar
4. Pastikan dengan Telkom apakah menggunakan PPPoA atau PPPoE
5. Pada saat tidak terkoneksi, log DSL-522T mengatakan apa? (lihat pada Status --> Log), bila line ADSL tidak up maka ditandai dengan lampu ADSL yang tidak nyala solid dan di log tertera "Carrier is down", namun bila Authentication yang salah maka akan ada error bahwa authentication failed
6. Firmware yang anda gunakan versi berapa? lihat di Status --> Device Info misalnya : V3.02B01T01.EU.20070207

Mudah2an membantu

D-Link Indonesia mengatakan...

To: Frank & Ninz

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Network Magic yang ada dalam paket penjualan DIR-300 adalah Trial Edition, dimana Pure Networks (vendor dari Network Magic) bekerja sama dengan D-Link untuk menawarkan software buatannya. Firmware yang sudah di-test dan diconfirm oleh Pure Networks bisa jalan adalah versi 1.00 (versi awal), referensi (DIR-301 n DIR-300 adalah produk yg sama): http://www.purenetworks.com/product/supported/netlock.php

Namun anda bisa coba firmware terbaru ini utk Network Magic yang terbaru : http://support.dlink.co.id/firmware/dir300_v1.05_B02.rar (walaupun saya tidak bisa jamin akan jalan, baca Note saya dibawah)

Note: Pure Networks sudah diakuisisi oleh competitor kami, jadi di masa depan, kemungkinan besar Network Magic tidak dimasukkan lagi kedalam paket penjualan kami, namun ini masih dalam pembicaraan antara kami dan pihak Pure Networks.

Mudah2an membantu

Fendy mengatakan...

Saya memakai DWM-652 utk tsel flash unlimited,tapi sering disconnect.Apa ada tips2 yg bisa dilakukan?ato mungkin upgrade firmware?

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Ada beberapa pertanyaan untuk troubleshoot lebih jauh :

1. Sistem operasi apa yang anda gunakan? Bila Vista, pastikan anda sudah melakukan hal dibawah ini :
Jalankan aplikasi DWM-652 sebagai Administrator, caranya, buka : Program Files --> D-Link --> D-Link DWM-652 3.5G Data Card, klik kanan CManager.exe lalu pilih Properties, lalu pilih Compatibility Tab, lalu cek "Run this program as an administrator"

2. Interface apa yang anda gunakan? Express card atau USB? bila USB pastikan anda sudah plug kedua konektor USB

3. Apakah ada software Anti-Virus atau Security Suite atau Firewall di PC anda? Bila ya, coba anda matikan terlebih dahulu semua itu

4. Apakah masalah disconnect ini terjadi di-satu lokasi saja atau disemua lokasi yang anda pernah coba?

5. Apakah masalah disconnect ini terjadi pada komputer anda saja? atau terjadi pada semua komputer?

6. Pada waktu disconnect, apa yang ditampilkan pada layar? "No Device" atau tetap menampilkan tampilan operator misalnya T-Sel dalam hal ini.

Mudah2an membantu

Fendy mengatakan...

Saya memakai windows XP dan memakai interface USB. Firewall sudah saya coba matikan,tetapi masih disconnect juga. Masalah disconnect ini terjadi di semua lokasi dan terjadi juga di komputer saya yg lainnya. Pada waktu disconnect,keluar "No Device",kemudian Searching Device dan seterusnya sampai connect kembali. Tiap connected selalu tidak lebih dari 10 menit. Apa ada solusi nya?

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas update anda.

Apakah anda sudah coba dengan SIM card dari operator lain? Bila masih sama, sepertinya modem anda bermasalah. Anda bisa menukarnya ke salah dari distributor D-Link di Indonesia yaitu Sistech atau Berca. Anda lihat dulu segel warranty di modem anda, apakah dari Sistech atau Berca, bila dari Sistech maka anda bisa klaim ke Sistech, cek di http://www.sistech.co.id/ untuk alamat-nya. Bila Berca, anda bisa klaim ke http://www.bercacomputel.com untuk alamatnya.

Mudah2an membantu

Hafsah mengatakan...

Dan setelah modemnya diistirahatkan 2 hari baru bisa connect lagi. Apa memang modemnya bermasalah? Kemudian jika digunakan seharian, selalu putus ditengah-tengah.

1. Bagaimana status lampu ADSL-nya?
Lampu adsl-nya terus menerus berkedip.

2. Apakah nilai VPI dan VCI sudah dipastikan benar? Re-check kembali dan bandingkan dengan modem dari Telkom
vpi dan vci nya sudah mengikuti aturan dari speedy.

3. Pastikan username dan password yang dimasukkan benar
PAssword dan id dari telkom sudah benar

4. Pastikan dengan Telkom apakah menggunakan PPPoA atau PPPoE
Menggunakan PPPoE

5. Pada saat tidak terkoneksi, log DSL-522T mengatakan apa? (lihat pada Status --> Log), bila line ADSL tidak up maka ditandai dengan lampu ADSL yang tidak nyala solid dan di log tertera "Carrier is down", namun bila Authentication yang salah maka akan ada error bahwa authentication failed
Carrier is down

6. Firmware yang anda gunakan versi berapa? lihat di Status --> Firmware Version : V3.02B01T01.EU.20061013

Nanya lagi...type d-link saya dsl-522T. Saya ingin share internet dengan menggunakan 2 laptop. Yang pertama memakai ethernet dan laptop kedua memakai usb. Caranya gimana ya? Saya sudah install drivernya ke kedua laptop.

Terima kasih

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas update anda.

Dari update anda disebutkan :

1. Lampu adsl-nya terus menerus berkedip
2. Status : Carrier is Down

Dari informasi tersebut, kemungkinan besar masalah ada di line ADSL-nya. Firmware yang anda gunakan masih menggunakan ATM dan Datapump versi lama, coba anda bisa upgrade modem anda ke versi 20070604, bisa didownload di ftp://public.dlink.co.id/ADSL%20modem-router/DSL-522T/Firmware-Driver-Software/DLinkEU_DSL-522T_V3.02B01T01.EU_20070604.rar

Cara upgrade-nya :
1. Extract file hasil download itu
2. Masuk ke halaman Tools --> Firmware
3. Browse file hasil extract tadi dan klik apply, biarkan beberapa saat
4. Setelah selesai, cek apakah firmware sudah berubah atau belum
5. Bila sudah berubah, masuk ke Tools --> System, klik Restore pada bagian Reset to Factory Default
6. Setelah ter-reset ke factory default, setting ulang DSL-522T anda dan klik Apply
7. Setelah itu masuk ke Tools --> System, lalu klik Save and Reboot

Untuk konek via USB, anda hanya perlu meng-install USB Driver SEBELUM anda plug USB cable dari DSL-522T ke PC anda. Jadi misalnya PC-1 plug ke port Ethernet dan PC-2 plug ke port USB, jadi pada PC-2 sebelum connect ke USB port DSL-522T, harus install USB Driver dulu. Setelah itu di-plug ke DSL-522T kemudian PC-2 akan mengenali adanya modem dan membuat virtual interface, selebihnya PC-2 akan dapat IP dari DSL-522T layaknya konek lgs via port Ethernet.

Namun saya pribadi tidak terlalu suka menggunakan port USB utk sharing PC karena limitasi cable length. Jadi lbh baik beli switch kecil 8 port (misal DES-1008D) lalu plug ke port Ethernet DSL-522T, kemudian konek PC-1 dan PC-2 ke switch tsb.

Mudah2an membantu

Sesuatu yang bermakna mengatakan...

saya masih pemula tentang router wireless,kemarin beli dir-300,trus dah upgrade firmware 1.05, mau nanya klo dd-wrt apa keungulannya,perlukah saya update ke dd-wrt,trimakasih

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas pertanyaan anda.

dd-wrt adalah third-party firmware dimana terdapat fitur2 yang tidak ada di firmware original dari masing2 vendor, misalnya feature VLAN, Dynamic Routing Protocol spt RIP/OSPF/BGP atau Mesh Networking OLSR ataupun fitur WDS (pada umumnya fitur WDS hanya ada di AP dan bukan wireless router).

Kembali ke pertanyaan anda, apakah perlu anda upgrade ke dd-wrt? Jawabannya tergantung kebutuhan anda. Bila anda membutuhkan fitur2 itu dan tidak mau membeli perangkat yang lbh mahal, anda bisa gunakan dd-wrt. Namun tentunya anda harus memperhitungkan kemampuan hardware si router itu sendiri, misalnya anda ingin peer-ing BGP dengan ISP menggunakan DIR-300 plus dd-wrt, tentulah bukan pilihan yang baik mengingat hardware DIR-300 tidak didesign untuk handle peering BGP utk production.

Buat saya pribadi, dd-wrt sangat berguna utk research (istilah di Indonesia : "ngoprek"), misalnya anda sedang belajar routing protocol, misalnya OSPF, tapi karena bila harus membeli beberapa router "sungguhan"/PC tentunya sangat mahal, jadi saya bisa beli 10 DIR-300 dan install dd-wrt utk simulasi OSPF. Maupun utk testing protocol lainnya misalnya OLSR.

Bila anda hanya menggunakan utk sharing internet dirumah saja, saya rasa tidak perlu upgrade ke dd-wrt.

Mudah2an membantu

fyanuar mengatakan...

Di mana saya bisa men-download firmware versi terbaru untuk modem DSL-520T.
Versi yang saya miliki saat ini adalah:

Current Firmware Version : V3.02B01T01.EU.20061011

Thanks.

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Seperti yang sudah pernah saya tulis di komentar sebelumnya (2008 November 17 13:05), fw utk DSL-520T bisa didownload di sini : http://support.dlink.co.id/firmware/DLinkEU_DSL-520T-20070928.rar

Mudah2an membantu

Autorave mengatakan...

Salam pak....

Waduh... bagus banget blognya..
Pak, saya nie dari Malaysia, guna Dlink DWM-652.. ada satu masalah yang ingin saya tanya...

Ianya akan diconnect jika guna +- jam.. sudah cuba di komputer lain, sudah cuba masuk sim card brodband lain sama juga masalahnya... walaupun kawasan saya memang mempunyai signal broadband yang kuat....

ada 3 pengguna DWM-652 juga seperti saya (beli di kedai berasingan)... juga mengalami masalah ini...

saya ingin tahu, jika modem ini ada software/firmware versi terbaru yang perlu di d/load...

harap Pak dapat membantu saya...

Salam...

Hafsah mengatakan...

Terima kasih atas jawabannya. Mau nanya lagi, sebenarnya fungsi firmware itu apa ya?

Terima kasih

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Setiap appliance sebenarnya merupakan sebuah komputer yang di-customized sedemikian rupa untuk kebutuhan khusus. Selayaknya sebuah komputer, appliance tidak dapat bekerja tanpa sistem operasi dan aplikasi didalamnya. Nah Firmware itu adalah nama lain dari sistem operasi dan aplikasi yang ada didalam sebuah appliance atau embedded system.

Mudah2an membantu

qwertyman mengatakan...

Kemaren saya mencoba untuk mengupdate firmware dlink 520t saya dari V3.02B01T01.EU.20070207 ke 20070928. Proses update berhasil, namun setelah itu ping ke dns telkom naik menjadi dua kali lipat dan sering terjadi destination net unreachable, browsing pun terasa lambat, pdhal sebelumnya tidak ada masalah. apakah ini berarti modem saya tidak cocok dengan firmware yang baru ini? saya hendak mengembalikan firmware tersebut ke firmware yg lama, drimana saya bisa mendownloadnya? terima kasih

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Setelah anda upgrade, sebaiknya reset to factory default DSL-520T anda dan configure dari awal lagi, baru liat hasilnya.

Untuk download firmware bisa buka ftp://public.dlink.co.id/ADSL%20modem-router/DSL-520T/Firmware-Driver-Software/DLinkEU_DSL-520T_V3.02B01T01.EU_20070207.rar

Mudah2an membantu

qwertyman mengatakan...

Terima kasih atas bantuannya, setelah modem saya seting ke factory default, semuanya kembali normal.

Hafsah mengatakan...

Terima kasih...terima kasih... semenjak sdh saya upgrade firmware-nya, saya jadi nggak lama menunggu utk online. Emang ngaruh ya ma kedip2 lampu kemarin, apa gara2 firmwarenya msh make' yg lama?

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Hafsah

Terima kasih atas update anda, senang mendengar masalah anda sudah teratasi.

Perbedaan antara firmware yang anda pakai sebelumnya dan yang baru ada di ATM driver dan Datapump. 2 hal ini yang berpengaruh dalam hal sinkronisasi dengan DSLAM Telkom.

Lampu kedip2 pada LED ADSL ada 2, pertama kedip2 cepat sekali menandakan koneksi ADSL sudah establish dan sedang ada traffic, ini normal. Sedangkan yang kedua, kedip2 namun konstan dan lambat kemudian diselingi dengan mati sebentar lalu mulai lagi, ini menandakan koneksi ADSL masih dalam tahap sinkronisasi dengan DSLAM.

Mudah2an membantu

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Autorave

Terima kasih atas pertanyaan anda. Sorry for late reply, pertanyaannya terlewat hehehe

"Waduh... bagus banget blognya.." --> Terima kasih pujiannya namun kami merasa belum bagus dan masih akan terus di-improve dimasa depan :-)

Ada beberapa pertanyaan lanjutan :

1. OS apa yang anda gunakan?
2. Bila Vista, apakah anda sudah set utk Run CManager.exe sbg Administrator?
3. Apakah ada software AntiVirus, FIrewall atau Security Suite di komputer anda? bila ada coba matikan semua-nya
4. Apakah anda sudah coba di komputer yang "fresh" install?
5. Pada waktu disconnect, bagaimana status dilayar CManager? apakah no device atau tetap menunjukkan operator?
6. Anda menggunakan interface apa? USB atau Express Card?

Mudah2an membantu

fyanuar mengatakan...

Saya pengguna modem DSL-520T. Selama ini tidak ada masalah menggunakan modem tersebut. Saya menggunakannya sebagai bridge dihubungkan ke komputer yg saya gunakan sbg router untuk internal jaringan. Saya mengkonfigurasikan komputer yg dijadikan router tersebut dengan tambahan fitur wccp (http://wccpd.sourceforge.net/).

Nah skr saya ingin menjadikan DSL-520T tersebut sebagai router, namun krn keterbatasan fitur itu akhirnya tidak jadi, modem tetap difungsikan sbg bridge.

- Apakah firmware DSL-520T bisa di-customize sendiri seperti halnya yg bisa dilakukan oleh router DD-WRT?
- Jika tidak bisa, melalui blog ini saya merequest fitur wccpd ditambahkan ke release firmware berikutnya krn sebagaimana kita tahu OS yg digunakan DSL-520T adalah linux. (di mana forum yang tepat untuk feature request firmware DSL-520T?)

Terima kasih.

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas pertanyaan anda. Berikut saya jawab pertanyaannya :

- Apakah firmware DSL-520T bisa di-customize sendiri seperti halnya yg bisa dilakukan oleh router DD-WRT?

---> Saat ini tidak ada third-party firmware untuk DSL-520T. Sebagai informasi saja, DSL-520T sudah memasuki masa EOL dan akan digantikan dengan DSL-520B, namun demikian DSL-520B pun sampai saat ini tidak ada third-party firmware-nya. Untuk customize sendiri, saat ini belum mungkin dilakukan.

- Jika tidak bisa, melalui blog ini saya merequest fitur wccpd ditambahkan ke release firmware berikutnya krn sebagaimana kita tahu OS yg digunakan DSL-520T adalah linux. (di mana forum yang tepat untuk feature request firmware DSL-520T?)

---> Penambahan fitur bisa dilakukan tergantung dari demand di market dan menyangkut juga ke skala ekonomis-nya (karena ini merupakan mass production). Bila fitur ini digunakan secara mayoritas pengguna (misalnya 90 percent pengguna DSL-520T menggunakan wccpd) maka itu bisa kami lakukan. Namun kita juga harus mengkalkulasi dari besarnya space RAM yang tersisa. Betul semua D-Link ADSL berbasiskan Busybox. Namun demikian terima kasih atas usulan anda dan akan menjadi evaluasi internal kami. Pada blog ini pengguna bisa memberikan inputan mengenai fitur baru yang akan menjadi bahan evaluasi kami dalam development firmware berikutnya.

Mudah2an membantu

REZA mengatakan...

salam kenal saya mau tanya Donk's dirumah saya terpasang D-Link Wireless G Router DIR-300. yang saya mau tanyakan :

1. bagai mana instalasi ulang dan DIR-300 cara dari 1-hingga tahap penggunaan.?

2. bagai mana Proteksi DIR-300 yang sudach terpasang agar Tidak dapat di gunakan oleh User selain yang dikenal?

Mohon bantuan'Y Trimakasih.

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Berikut jawabannya :

1. bagai mana instalasi ulang dan DIR-300 cara dari 1-hingga tahap penggunaan.?

---> Ada baiknya bila anda meluangkan waktu sejenak membaca buku QIG yang sudah disediakan, pada QIG itu dijelaskan langkah2 cara pemasangan DIR-300 dari tahap awal. Intinya, anda hanya perlu masuk ke dalam webUI DIR-300 (default IP-nya 192.168.0.1), lalu setting yang diperlukan, untuk dapat operasional, anda hanya perlu setting bagian Internet Setup. Sedangkan untuk wireless bisa anda customize kemudian.

2. bagai mana Proteksi DIR-300 yang sudach terpasang agar Tidak dapat di gunakan oleh User selain yang dikenal?

---> Anda bisa mengaktifkan wireless security, baca blog saya sebelumnya : http://blog.dlink.co.id/2008/11/ayo-ganti-security-wireless-anda-ke.html

Mudah2an membantu

REZA mengatakan...

Wah saya banyak2x bertrimakasih Untuk team D-link Indonesia yang telah menjawab Pertanyaan Saya..Jujur Saya masih Awam LOm nyape'Soal WIFi dan Sebagai nya'makanya saya merasa'cocok dengan Informasi'yang saya Butuhkan

Saya Akan Belajar Lebih giat Lagi'

Trimakasih D-Link Indonesia.

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas reply-nya.

Setiap produk D-Link dilengkapi oleh QIG yang informatif (bahkan untuk produk2 yang diproduksi belakangan ini sudah ada dalam bahasa Indonesia), jadi sebagai buku tsb bisa dijadikan sbg guidance awal. Bila ada masalah, anda bisa posting disini.

Mudah2an membantu

REZA mengatakan...

yach mungkin saya akan belajar lagi dari buku2x panduan'nya...mungkin lebih kaku dan monoton...bila ada keluhan atau kendala saya akan tanya teman2x di blog ini

trimakasih Y

yudi mengatakan...

mohon maaf sebelumnya saya tertarik dg blog ini karena sesuai dengan kebutuhan saya yang baru belajar.saya ingin nanya nih saya punya adsl sanex sa500 dan wireless router dlink dir 300. saya ingin membuat hotspot speedy prepaid jadi temen saya bisa akses line speedynya saja, tetapi kalau mau login dia harus menggunakan id speedy prepaid mereka.jadi singkatnya saya cuma menyediakan hotspot speedynya saja,tetapi untuk aksesnya mereka menggunakan voucer mereka sendiri he..he kayak telkom hotspot lah....he..he trims ya n salam kenal buat semua bloger sini,biar tambah rame

asyoy mengatakan...

Saya pake router d link DI-524 untuk share fastnet. Kemudian firmware-nya di upgrade. Setelah upgrede, router masih bisa berfungsi, tapi pada saat setelah dimatikan kemudian dinyalakan ulang, router-nya ngga bisa dipakai lagi. Sudah saya coba reset berulang ulang dalam kondisi hidup dan mati tapi router tak kunjung kembali berfungsi. Please tolong saya….

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Yudi

Terima kasih atas pertanyaan anda.

"saya ingin membuat hotspot speedy prepaid jadi temen saya bisa akses line speedynya saja, tetapi kalau mau login dia harus menggunakan id speedy prepaid mereka.jadi singkatnya saya cuma menyediakan hotspot speedynya saja,tetapi untuk aksesnya mereka menggunakan voucer mereka sendiri"

---> Berdasarkan informasi dari Telkom Speedy (https://portal.telkomspeedy.com/index.php?act=pp-koneksi), anda harus set modem ADSL anda ke mode bridge dan konek ke L2 devices (switch atau AP), lalu dial PPPoE dari masing2 PC (bikin PPPoE dial, contoh : lewat Internet Connection Wizard pada Windows). Lihat pertanyaan "Bagaimana contoh implementasi layanan untuk Speedy Prepaid di public area?" pada webpage Speedy yang saya berikan diatas.

Karena anda menggunakan DIR-300, dimana DIR-300 adalah router, maka anda harus mematikan fungsi router-nya dan aktifkan "AP mode" (cek di bagian Internet Setup, disitu ada option utk enable AP mode)

Cara koneksinya memang harus dial PPPoE dari masing2 PC.

Bila ingin seperti public hotspot dimana user akan diarahkan ke satu halaman web untuk login, hanya dapat dilakukan di jaringan TelkomHotspot karena user n password Speedy prepaid ini juga bisa digunakan utk konek ke jaringan TelkomHotspot, jadi idenya Telkom adalah single ID utk semua layanan mereka.

Apakah kita bisa bikin public hotspot, dimana user akan diarahkan ke satu halaman web utk login dan beli voucher dari kita sendiri? Tentu bisa, disini anda membutuhkan tool yang disebut captive portal, bentuknya bisa software atau appliance. Untuk software bisa pakai nocat atau chillispot atau software captive portal lainnya. Sedangkan utk appliances, D-Link juga menyediakannya, P/N-nya DSA-3600 dan DSA-6100, cek spek disini ftp://public.dlink.co.id/Hotspot%20Gateway/

Mudah2an membantu

D-Link Indonesia mengatakan...

To :asyoy

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Bisa jelaskan lebih detil apa yang anda maksud dengan "router tidak bisa dipakai lagi"? Apakah router sama sekali tidak hidup (bagaimana kondisi LED-nya)? Apakah router hidup namun tidak bisa diakses ke webUI-nya? Apakah anda bisa masuk webUI namun koneksi internet tidak dapat online?

Tolong berikan informasi fw yang anda gunakan sebelum dan sesudah. Juga hardware version dari router anda (lihat label pada unit-nya).

Mudah2an membantu

asyoy mengatakan...

"Bisa jelaskan lebih detil apa yang anda maksud dengan "router tidak bisa dipakai lagi"? Apakah router sama sekali tidak hidup (bagaimana kondisi LED-nya)? Apakah router hidup namun tidak bisa diakses ke webUI-nya? Apakah anda bisa masuk webUI namun koneksi internet tidak dapat online?

Tolong berikan informasi fw yang anda gunakan sebelum dan sesudah. Juga hardware version dari router anda (lihat label pada unit-nya)."

Router hidup, led power ON, router hidup namun tidak bisa diakses ke webUI-nya.

FW sebelum 2.02 kemudian di upgrde ke 2.03, kemudian di upgrade lagi ke 2.04, kemudian di upgrade lagi ke 2.06.

H/W Ver :B2

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas update anda.

Coba anda lakukan spt ini :

1. Tekan tombol reset selama 15 detik (DI-524 dalam kondisi hidup)
2. Cabut Power Adapter, tombol reset masih ditahan, tunggu selama 15 detik
3. Colok kembali Power Adapter, tombol reset masih ditahan, tunggu kembali selama 15 detik lalu release tombolnya.
Jadi tombol reset ditekan kurang lbh selama 45 detik dimana ada proses cabut colok power adapter pada selang 15 detik.
4. Setelah selesai, dan DI-524 hidup, perhatikan apakah lampu LED Status berkedip, sementara WLAN dan Power menyala.
5. Bila ya, set Local Area Connection PC anda ke "Obtain an IP Address Automatically", begitu juga utk DNS set ke Obtain.
6. Plug PC anda kesalah satu port Ethernet LAN, lalu coba lihat apakah dpt IP atau tidak
7. Bila dapat maka anda bisa coba ping ke gateway dan coba buka webUI-nya (alamat IP defaultnya sama dgn gatewaynya)

Bila hal tsb gagal, coba anda re-flash firmware, menggunakan utility yang disediakan dalam file ini : ftp://public.dlink.co.id/Internet%20Gateway/DI-524/Firmware-Driver-Software/20070507_524_V2.06b02.zip

Bila masih gagal, anda bisa klaim warranty ke distributor kami, anda bisa cek di label warranty unit apakah barang itu berasal dari Berca atau Sistech, bila sudah pasti anda bisa lihat di http://www.dlink.co.id/corporate/wheretobuy.asp

Jgn khawatir kalo takut warranty anda sudah habis, wireless router D-Link warranty-nya lifetime* (*limited lifetime, warranty baru berhenti setelah 5 thn brg itu EOL)

Mudah2an membantu

yudi mengatakan...

terimakasih, ats jawabnnya walaupun saya belum begitu paham karena keterbatasan wawasan saya.tetapi saya senang dengan pembahasan D-LINK yang begitu cepat merespon pertanyaan saya, saya tidak menyangka salut buat blog ini.akan saya pelajari dulu petunjuknya terimakasih..

yudi mengatakan...

D-Link Indonesia berkata...
anda harus set modem ADSL anda ke mode bridge dan konek ke L2 devices (switch atau AP), lalu dial PPPoE dari masing2 PC (bikin PPPoE dial ontoh : lewat Internet Connection Wizard pada Windows) <===== sudah saya praktekan dan saya udah berhasil konek melalui wireless router dir 300 saya dengan gambaran bahwa :
modem sanex telkom sebagai adsl, kabel ethernet bukan langsung ke PC/laptop tapi ke port LAN no 1 pada Roter wire less Dir 300 (bukan port ethernetnya) dan saya mengkasesnya melalui wifi adpter laptop saya, sehingga sebelum saya masuk kehalaman dial pppoe pada pc, saya harus tersambung dulu ke wireless router saya tersebut, jadi pertanyaan saya apakah sudah benar langkah2 saya tersebut, dan jika benar apakah setelah saya terhubung ke internet apakah teman saya yang lain juga bisa untuk terkoneksi dengan cara dial ke ppoe yang ada di pc mereka terlebih dahulu ( seperti yang saya lakukan ) walaupun saya sudah terhubung legih dahulu. Terimakasih maaf ya mas kalau pertanyaannya agak ribet dan susah dimengerti..kalau pertanyaan saya tidak dimengerti gak papa diabaikan : )

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas pertanyaan lanjutannya.

"modem sanex telkom sebagai adsl, kabel ethernet bukan langsung ke PC/laptop tapi ke port LAN no 1 pada Roter wire less Dir 300 (bukan port ethernetnya) dan saya mengkasesnya melalui wifi adpter laptop saya, sehingga sebelum saya masuk kehalaman dial pppoe pada pc, saya harus tersambung dulu ke wireless router saya tersebut, jadi pertanyaan saya apakah sudah benar langkah2 saya tersebut,"

---> langkah2 anda sudah benar, yang penting pada modem adsl hanya set sbg bridge only (hanya masukkan nilai VPI n VCI dan pilih mode ke bridge). Sementara pada PC lakukan connection wizard utk build PPPoE dial dan masukkan username dan password yang diberikan Telkom disini. Pada website Telkom Speedy (https://portal.telkomspeedy.com/index.php?act=pp-koneksi) dijelaskan bahwa akses multiple Speedy account dilakukan via switch. Nah disini kita hanya mengganti switch itu dgn AP utk mendapat koneksi wireless. Jadi bila pada switch sebelum dial PPPoE kita harus plug kabel-nya, maka pada AP analoginya sama saja, join dulu ke wireless setelah itu baru dial PPPoE

"jika benar apakah setelah saya terhubung ke internet apakah teman saya yang lain juga bisa untuk terkoneksi dengan cara dial ke ppoe yang ada di pc mereka terlebih dahulu ( seperti yang saya lakukan ) walaupun saya sudah terhubung legih dahulu."

---> betul, setiap PC harus dial PPPoE karena adsl modem hanya bertindak sbg "kepanjangan tangan" dari ADSL Telkom, sdgkan authentication tetap masing2 user sesuai dgn account speedy-nya masing2.

Mudah2an membantu

yudi mengatakan...

terimakasih banyak atas jawabnnya

yudi mengatakan...

mas satu lagi saya mau tanya nih he..he maaf yach kalau bosan dg pertanyaan saya

1.apakah ada perbedaan kecepatan antara menggunakan kabel ethernet dengan menggunakan wireless acces point ketika dihubungkan dengan modem untuk akses speedy internet

2.apakah wireless dlink dir 300 dan modem sanex sa 500 boleh kita aktifkan terus menerus karena untuk menjaga agar hotspot dilingkungan saya menyala terus

sekali lagi saya ucapkan terimakasih, salam buat penggemar blo ini.

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas pertanyaan anda.

"1.apakah ada perbedaan kecepatan antara menggunakan kabel ethernet dengan menggunakan wireless acces point ketika dihubungkan dengan modem untuk akses speedy internet"

---> Saya akan jelaskan perbedaan dgn layout dibawah :

1. Modem--DIR-300--wired--PC
2. Modem--DIR-300--wireless--PC

Kecepatan dibagi jadi 2 segment yaitu :
1. Kecepatan internet dimana bisa kita analogikan kecepatan antara Modem dengan DSLAM Telkom
2. Kecepatan lokal yaitu antara router dengan PC.

Untuk kecepatan internet sama saja karena ini sudah dilimitasi oleh pihak Telkom, kecepatan bisa berkurang bila misalnya jarak rumah anda terlalu jauh dari STO Telkom.
Yang menjadi perbedaan adalah kecepatan lokal dimana bila menggunakan wired maka kecepatan dari PC ke Router adalah 100 Mbps (bila routernya fast ethernet spt DIR-300) dan bila menggunakan wireless maka kecepatannya 54 Mbps (sharing dengan client lain).

Sekarang bila kita akumulasi kecepatan overal yaitu kecepatan "pengalaman" kita saat akses internet dgn menggunakan wireless dan wired bagaimana? Saya bisa bilang sama saja, kenapa? karena kecepatan rata2 ISP di Indonesia masih dibawah 1 Mbps, jadi efeknya tidak terasa antara menggunakan wireless dengan wired. Lain halnya jika kecepatan internet kita misalnya 24 Mbps, ini akan terasa bedanya bila kita akses dari wired (100 Mbps) dan wireless (54 Mbps), lihat layout dibawah :

1. Wired :
(1 Mbps)-Modem-Router-(100 Mbps)-PC
2. Wireless :
(1 Mbps)-Modem-Router-(54 Mbps)-PC

Lain halnya jika PC dibelakang router jumlahnya banyak, maka kecepatan wireless akan berkurang karena sifat-nya yg shared.

"2.apakah wireless dlink dir 300 dan modem sanex sa 500 boleh kita aktifkan terus menerus karena untuk menjaga agar hotspot dilingkungan saya menyala terus"

---> Tidak masalah, perangkat DIR-300 dirancang utk beroperasi 24x7 shg tidak masalah bila dihidupakn 24x7. Saya rasa modem anda pun demikian.

Mudah2an membantu

asyoy mengatakan...

Thanx for helping me

Sudah saya coba , semua yang disarankan.
Termasuk pake re flash.Dan belum berhasil.

Setelah prosedur reset 45 detik dijalankan :
LED power ON
LED Status berkedip cepat
LED WAN menyala terus (padahal dilepas koneksinya)
LED Port #1 nyala terus (padahal dilepas koneksinya)
LED yang lainnya mati semua
Belum bisa ping ke router.

Kamudian Power dilepas pasang :
LED power ON
LED Status berkedip lambat
LED WAN menyala terus (padahal dilepas koneksinya)
LED WLAN menyala terus
LED Port #1 nyala terus (padahal dilepas koneksinya)
LED port yang lainnya mati semua
Belum bisa ping ke router.

Router saya udah lama banget dan itupun dikasih orang,
jadi saya ga tau asal-usulnya.
yang ada:
model :DI-524
P/N :II524EEU..B2
S/N: DY0A15A001453

Please don't give up supporting


(*limited lifetime, warranty baru berhenti setelah 5 thn brg itu EOL)

EOL itu apa yah?

thanx berat

yudi mengatakan...

terima kasih atas jawabanyya sangat jelas dan detail.tapi ngomong2 dir 300 itu tahan petir gak? terusa ada saran gak, kalu untuk dlink dir 300 itu idealnya ketika bermain internet maksimal berapa PC/laptop. <=========maaf tanya melulu, soalnya aku banyak gunakan perangkat d-link ( yang sekarang saya pake dsl 2640T dan dir 300 )

D-Link Indonesia mengatakan...

To : asyoy

Terima kasih atas update anda.

Sepertinya terjadi flash writing corrupt pada saat anda mengupgrade yang terakhir.

EOL itu singkatan dari End-Of-Life artinya barang itu sudah tidak diproduksi lagi.

Saya sudah cek S/N anda, barang anda berasal dari :

Distributor: PT. SISTECH KHARISMA
Address: Jl. IR. H. Juanda IV
No.3 B-C,
Jakarta Pusat 10120, Indonesia
Telephone: (62-21) 350-5668
Fax: (62-21) 380-7640

Anda bisa hubungi Pak Andro / Pak Sun Ong utk klaim warranty.

Mudah2an membantu

D-Link Indonesia mengatakan...

To : yudi

Terima kasih atas pertanyaan anda.

"tapi ngomong2 dir 300 itu tahan petir gak?"

--> petir itu mengakibatkan spike tegangan listrik, jadi tegangannya akan naik tiba2 dan akan merusak device bila melebihi ambang batas yang bisa diterima oleh power supply/adapter. Petir umumnya dibagi jadi 2 yaitu petir "atas" dan petir "bawah". Petir "atas" merupakan sambaran langsung ke perangkat dan umumnya ini tidak pernah terjadi kalo perangkat anda ditaruh di indoor, sedangkan petir "bawah" umumnya akan menyebabkan perangkat kelistrikan anda naik tegangannya scr tiba2 pada saat adanya petir, ini biasa disebabkan bila sistem kelistrikan rumah tidak di-grounding dengan baik.

Kembali ke masalah DIR-300, power adapter DIR-300 dirancang utk tegangan antara 100-240V (umumnya semua network devices dirancang sama), jadi bila ada spike lbh dari itu maka otomatis akan merusak power adapter dan perangkat.

Berdasarkan pengalaman saya, untuk membuat network devices "tahan" thd petir, bukan bagaimana perangkat itu tahan atau tidak (krn semua perangkat (dari semua merk) mempunyai kemampuan yg sama dalam tegangan) tp bagaimana kita melindungi sistem kelistrikan kita, misalnya grounding sistem kelistrikan rumah/kantor dgn baik. Gunakan power outlet (colokan listrik) dgn 3 kaki dimana kaki yg satu sbg grounding, gunakan stabilizer utk semua network devices, gunakan surge protector utk ethernet ataupun kabel telepon, buat sistem grounding yang baik.

"terusa ada saran gak, kalu untuk dlink dir 300 itu idealnya ketika bermain internet maksimal berapa PC/laptop."

---> Untuk kapasitas wireless idealnya adalah sekitar 20-30 users utk penggunaan internet biasa.

Mudah2an membantu

mastotok mengatakan...

mas saya beli modem wireless indosat3.G ,wireless 108G access point D-Link ,dan ruter wireless G router DIR-300 IEE802.11b/g D-link ,
pertanyaan saya , dapatkah ketiganya dikonfigurasikan menjadi hotspot dirumah . atau mungkin saya salah belinya ya mas
thanks sebelumnya

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Sepertinya ada pertanyaan sejenis yang masuk ke email saya, jadi saya copy paste juga kesini jawabannya :

Dengan perangkat yang ada bisa saja bila Bapak ingin gabungkan semua, hanya Bapak perlu satu PC yang hidup trus menerus agar bisa provide akses internet 24 jam, jadi konfigurasinya :

(modem USB 3G)--(usb cable)--PC---(ethernet cable)---(port internet)DIR-300(port LAN)----(ethernet cable)--DWL-2100AP

Yang menjadi kunci disini adalah settingan di PC yaitu dimana koneksi USB tsb dishare ke LAN adapter si PC.

Yang sederhana adalah Bapak tukar DIR-300 dengan DIR-451 lalu USB modem lgs di plug ke DIR-451. Namun perlu diperhatikan merk dan model modem-nya karena tidak seluruh modem 3G yang ada dipasaran Indonesia compatible dengan DIR-451, lihat daftarnya disini ftp://public.dlink.co.id/Internet%20Gateway/DIR-450-451/Manual-QIG/

Mudah2an membantu

Mas'ud Rahmatullah mengatakan...

sekolah kami baru dapat dsl 520B setelah konek ke internet kami hanya bisa masuk ke www.google selain google kenapa browser kami tdak dapat masuk?
kemarin ada yg mensetting laptop saya menggunaakn drtcpo21. hasil nya koneksinya sanggat bagus.
apa settingan dsl 520b harus pakai drtcpo21 ?
tolong pencerahan agar komputer
sekolah saya bisa konek

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Ada beberapa pertanyaan lanjutan :

1. Firmware yang anda gunakan sekarang versi berapa?
2. Apakah masalah hanya ada di satu komputer saja atau semua komputer disekolah anda?
3. Apa yang anda lakukan dengan utility Doctor TCP tsb? apakah anda hanya mengubah nilai MTU?

Mudah2an membantu

Mas'ud Rahmatullah mengatakan...

terima kasih sebelumnya
bagaimana cara mengetahui versi Firmware?
masalah yg terjadi tidak hanya pada satu komputer, saya sudah mencoba menggunakan komputer lain juga mengalami hal yg serupa, sepertinya hal ini tidak hanya terjadi dgn sekolah kami sekolah lain juga mengalami hal yg sama (hanya bisa browsing ke halaman google tidak situs yg lain.
kemarin yang mensetting di laptop saya adalh dari telkom dia menggunakan software tersebut, saya tidak memperhatikan ttg nilai mtu, katanya kalau tidak konek coba software ini dan pilih jenis lan card yg digunakan, save kemudian disconnect dan kemudian baru di conect kan lagi

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas update anda.

Untuk firmware anda bisa lihat di halaman Device Info dari webUI DSL-520B, contohnya spt ini http://img258.imageshack.us/img258/4357/dsl520blatestfirmwarejb0.jpg

Kami belum pernah menerima report spt ini sebelumnya karenanya saya perlu tahu versi firmware yang anda gunakan skrg utk analisa lbh jauh.

Btw sekolah anda ada didaerah mana? dan berapa nilai VPI/VCI yang Telkom berikan?

Apakah line internet yang anda gunakan masuk dalam bagian program SchoolNet Telkom? Bila ya, bisakah anda double confirm ke pihak Telkom apakah mereka mengharuskan adanya perubahan MTU dan apa yg mereka ubah dengan utility Doctor PC, karena utility itu utk mengubah parameter2 dari TCP/IP stack yang pada umumnya tidak dibutuhkan kecuali memang dikehendaki oleh pihak operator.

Mudah2an membantu

Daris Kadarisman mengatakan...

Saya di rumah menggunakan speedy, dan di share ke beberapa komputer dengan menggunakan hub D-Link, sekarang saya membeli Dir-300 Wireles G Router. mohon dibantu bagaimana menshare internet lewat wireles tetapi koneksi nya tetap dialup di salah satu komputer agar pemakaian internet bisa dikontrol. terimakasih

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Apakah yg anda maksud dgn dial di salah satu komputer itu dial PPPoE Speedy-nya? Bila ya maka hal ini tidak bisa dilakukan karena bila salah satu komputer yg mendial PPPoE maka komputer itu lah yang akan mendapat akses (baca: IP Public) dari Telkom, dan utk dapat sharing-nya, komputer itu harus menjadi gateway.

Namun bila anda ingin mengontrol siapa yang boleh dial, maka anda bisa put dial PPPoE-nya di DIR-300 dan set PPPoE Connection Mode-nya ke Manual Mode, artinya bila anda ingin connect ke internet, anda harus buka halaman webUI DIR-300 dan press connect scr manual.

Anda bisa baca blog saya sebelumnya : http://blog.dlink.co.id/2008/12/saya-sudah-punya-adsl-modem-router-1.html
Pada bagian "ADSL Modem-Router diset sbg Bridge", disitu dijelaskan caranya, anda hanya tinggal modifikasi Connection Mode dari Always On ke Manual.

Mudah2an membantu

adlimf mengatakan...

Saya memiliki modem D-Link ADSL-520B dengan koneksi Speedy yang d daerah saya telah mencapai 1 Mbps.
Saya sudah konfirmasi ke speedy dan memang kecepatan akses di daerah saya telah mencapai 1 Mbps

Sebelumnya saya juga sudah memastikan kecepatan tersebut di modem tetangga saya (bukan D-Link merknya) dan tertulis 1024 Kbps (download) dan 128 Kbps (upload).

Pertanyaannya, mengapa di modem D-Link saya hanya tertulis 384 Kbps (download) dan 64 Kbps (Upload)?

hal ini bukan sekedar tulisa kerana ketika saya melakukan testing di http://speedtest.net hasilnya meman menunjukkan demikian.

Padahal, settingan Speedy sudah saya lakukan dengan benar baik melalui CD Click and Connect yg disediakan D-Link maupun melalui web browser.

Ketika saya coba mereset ulang modem pun, sehingga semua settingan Speedy terhapus dan perlu disetting ulang, anehnya di modem sudah tertulis kecepatan Kbps (download) dan 64 Kbps (Upload).

Mohon tanggapan dan solusinya.
Terima kasih

adlimf mengatakan...

Tambahan pertanyaan di atas.,
di manakah setting untuk mengubah nilai MTU (Maximum Transmission Unit) di modem D-Link DSL-520B?

adlimf mengatakan...

Saya menemukan beberapa kejanggalan (mungkin bisa diangap bug) pada modem D-Link DSL-520B:

1. Seharusnya pengguna dapat mem-backup maupun me-restore/update konfigurasi yang telah ia lakukan. Untuk backup, memang hal ini dapat dilakukan, dan pengguna akan diminta men-save file yg berisi konfigurasi dg nama "backupsettings.conf". Namun, untuk me-restore konfigurasi dengan cara meng-update melalui file tersebut, yang seharusnya hanya dilakukan dengan menuju menu Management->Settings->Update, lalu browse file backup tadi, dan klik tombol "Update Setting", sayangnya hal ini hanya bisa dilakukan pada broser Internet Explorer (saya memakai versi 7).
Browser Mozilla Firefox 3.0.5 akan selalu melaporkan pesan kesalahan berisi "please input valid filename"
Adapun Browser Google Chrome 1 Final menampilkan pesan:
"This webpage is not available.

The webpage at http://192.168.1.1/uploadsettings.cgi might be temporarily down or it may have moved permanently to a new web address."

2. Tidak adanya opsi untuk mengubah nilai Maximum Transmission Unit (MTU) pada konfigurasi di web browser.

Saya menggunakan Speedy, yang di daerah saya (Bontang, Kalimantan Timur) mempunyai konfigurasi berikut:
MTU:1400
VCI:35
VPI:0
Encapsulation Mode: LLC/SNAP-BRIDGING

ketika saya melakukan Quick Setup melalui browser, akses internet memang berjalan, tetapi, upload tidak bisa dilakukan, hanya download yang bisa dilakukan. Menurut beberapa sumber, hal ini dikarenakan nilai MTU yang terlalu besar, sehingga saya tidak bisa meng-upload file dengan akses Speedy ini, dan benar saja, ketika saya cek nilai MTU pada konfigurasi modem saya, terdapat nilai MTU sebesar 1492. Hal ini saya lihat dari file backup yang telah saya buat (backupsettings.conf), saya membuka file tersebut dengan notepad, dan menemukan baris yang berisi:

pppMtu="1400"

Saya ingin mengganti nilai tersebut, sayang tidak ada opsi untuk melakukannya.

Lalu saya mencoba CD berisi software ClicknConnect dari D-Link. Di sana terdapat settingan Speedy, dan langsung saja saya memilih settingan tersebut, dan software mulai mengecek kondisi internet, yang sayangnya dilaporkan bahwa terjadi kegagalan.

Saya penasaran, lalu melihat konfigurasi yang telah dibuat oleh software ClicknConnect tersebut, ternyata settingannya adalah:
VCI:35
VPI:0
Encapsulation Mode: VC/MUX

melihat konfigurasi Encapsulation Mode yg telah berubah, saya memutuskan mengubahnya menjadi LLC/SNAP-BRIDGING.
Setelah saya reboot modem, semua berjalan lancar dan upload bisa dilakukan,
karena penasaran, saya mencoba mem-backup file konfigurasi dan melihat kembali isinya dengan notepad, serta kembali melihat baris yang berisi nilai MTU. Ternyata, nilai MTU telah berubah menjadi 1400 sebagaimana mestinya.

kesimpulannya: Software ClicknConnect mampu menyesuikan nilai MTU menjadi benar, tetapi malah mengganti Encapsulation Mode menjadi VC/MUX, sehingga konfigurasi tidak bisa dilakukan sepenuhnya melalui software ClicknConnect.
Alangkah baiknya kalau tersedia konfigurasi untuk menganti nilai MTU secara manual.

Mas'ud Rahmatullah mengatakan...

terima kasih banyak, ya kami memang pakai school net, sekarang sekolah kami sudah bisa konek, memang ternyata mtu nya memang harus di rubah

terimakasih banyak atas info nya

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Mas'ud Rahmatullah

Terima kasih banyak atas update-nya. Senang mendengar problem anda sudah solve :-) Bila ada pertanyaan lainnya, jgn ragu2 posting disini

D-Link Indonesia mengatakan...

To : adlimf

Terima kasih atas pertanyaan anda. Saya jawab scr borongan di satu posting saja ya :-)

"Sebelumnya saya juga sudah memastikan kecepatan tersebut di modem tetangga saya (bukan D-Link merknya) dan tertulis 1024 Kbps (download) dan 128 Kbps (upload).
Pertanyaannya, mengapa di modem D-Link saya hanya tertulis 384 Kbps (download) dan 64 Kbps (Upload)?"

---> Apakah anda sudah modem itu di tetangga anda? bila sudah bagaimana hasilnya? Bila dapat 1024 Kbps maka ada masalah diline anda, perlu anda ketahui pada DSLAM Telkom, profile diapply ke tiap line jadi kemungkinan bisa saja terjadi

"Ketika saya coba mereset ulang modem pun, sehingga semua settingan Speedy terhapus dan perlu disetting ulang, anehnya di modem sudah tertulis kecepatan Kbps (download) dan 64 Kbps (Upload)."

---> Ini kemungkinan besar masalah cache browser, hapus clear cache dr browser anda

"Tambahan pertanyaan di atas.,
di manakah setting untuk mengubah nilai MTU (Maximum Transmission Unit) di modem D-Link DSL-520B?"

---> Ini known issue, upgrade fw anda ke versi DSL-520B-SE_1.10_01192009, download di ftp://public.dlink.co.id/ADSL%20modem-router/DSL-520B/Firmware-Driver-Software/
Settingnya ada di WAN, setelah masukin PPPoE info, klik Next trus ada option utk ubah MTU n MRU


"Internet Explorer (saya memakai versi 7).
Browser Mozilla Firefox 3.0.5 akan selalu melaporkan pesan kesalahan berisi "please input valid filename"
Adapun Browser Google Chrome 1 Final menampilkan "

---> Ini known issue, kita akan fix di next release

"2. Tidak adanya opsi untuk mengubah nilai Maximum Transmission Unit (MTU) pada konfigurasi di web browser."

---> Lihat jawaban diatas

"Lalu saya mencoba CD berisi software ClicknConnect dari D-Link. Di sana terdapat settingan Speedy, dan langsung saja saya memilih settingan tersebut, dan software mulai mengecek kondisi internet, yang sayangnya dilaporkan bahwa terjadi kegagalan.
Saya penasaran, lalu melihat konfigurasi yang telah dibuat oleh software ClicknConnect tersebut, ternyata settingannya adalah:
VCI:35
VPI:0
Encapsulation Mode: VC/MUX"

---> Apakah anda pastikan sudah pilih PT. Telkom dengan VPI : 0 dan VCI : 35? bila ya, maka harusnya Encapsulation akan diset ke LLC. Coba anda copy paste apa isi dari isplist.txt (bagian Indonesia), file ini ada di CD DCC pada folder Language --> English

Mudah2an membantu

adlimf mengatakan...

Sebelumnya terima kasih atas jawabannya :-)

baik, untuk update firmware akan saya coba dulu...

mengenai isplist.txt, memang LLC yg tertulis, tetapi ketika saya pakai CD ClicknCOnnect tsb, tetap diubah ke VC/MUX

speerti ini:

PT Telkom (VPI/VCI: 0/35), PPPoE, LLC, 0, 35

adlimf mengatakan...

Lapor,
update firmware berhasil dilakukan dan kini setting MTU sudah ada di modem DSL-520B saya, saya sangat puas dan terima kasih banyak kepada D-Link Indonesia.

berikut detail lengkap isplist.txt

@Indonesia
PT Telkom (VPI/VCI: 0/35), PPPoE, LLC, 0, 35
PT Telkom (VPI/VCI: 8/35), PPPoA, LLC, 8, 35
PT Telkom (VPI/VCI: 1/33), PPPoA, Vc Mux, 1, 33
PT Telkom (VPI/VCI: 8/81), PPPoE, LLC, 8, 81

daerah saya memakai konfigurasi VPI/VCI: 0/35, seharusnya otomatis LLC, tapi ketika menggunakan ClicknConnect, selalu berganti ke VC/MUX. Hal ini sudah 3 kali terjadi.

Adapun untuk masalah kecepatan akses, akan saya teliti lebih lanjut.

CETAKAN dan PROMOSI mengatakan...

saya mau pasang 9 IP camera untuk daerah terpencil.sekarang ini acces internet melalui VSAT KU band.
saya mau pantau kegiatannya melalui HP atau komputer melalui internet.
kira2 peralatan apa saja yang harus saya beli. bgm agar mutu gambarnya maximal (bagus dan tidak ter-putus2)
dimana saya bisa konsultasi dengan AHLInya !! face to face untuk lebih jelas. email saya tonykurniawan@gmail.com

D-Link Indonesia mengatakan...

To : adlimf

Terima kasih atas update anda.

Senang mendengar sebagian masalah sudah teratasi, utk masalah DCC, saya akan coba duplicate lagi di daerah yang lain. Akan saya update hasilnya nanti.

Mudah2an membantu

D-Link Indonesia mengatakan...

To : CETAKAN dan PROMOSI (Tony Kurniawan)

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Untuk mendapatkan hasil remote viewing yg maksimal ada 2 faktor, pertama, faktor upstream speed pada sisi dimana kamera berada dan faktor downstream speed dimana viewer berada. Juga latency dari koneksi internet.

Biasanya latency koneksi via satellite sangat tinggi diatas 500 ms, juga adanya limitasi dari upstream speed. Namun ini bisa anda tanyakan ke provider internet anda.

Hitungan kasarnya mudah, 1 kamera dengan kualitas acceptable membutuhkan bandwidth kurang lbh 128 Kbps. Jadi kalau anda menggunakan 9 kamera dan berencana viewing secara bersama2, maka UPSTREAM bandwidth yang anda butuhkan 9 x 128 Kbps : 1,152 Kbps atau kurang lebih 1 Mbps (lbh besar tentu lbh baik).

Begitu pula disisi viewernya, DOWNSTREAM yang anda butuhkan kurang lebih 1 Mbps (lbh besar tentu lbh baik).

Untuk perangkat, tergantung kebutuhan anda, namun anda menyinggung kalau anda membutuhkan remote viewing via handphone artinya anda harus ambil IP Camera yang sudah support 3GPP. D-Link menyediakan line yang lengkap IP Camera. Utk kebutuhan anda, bisa menggunakan DCS-5220 (PTZ + Wireless), DCS-5610 (PTZ + PoE) atau DCS-3410 (Fixed + PoE). Untuk datasheet anda bisa download di ftp://public.dlink.co.id/Camera/

Untuk SI information, saya akan minta salah satu partner kami utk kontak anda.

Mudah2an membantu

hany mengatakan...

terima kasih untuk responnya yang CEPAT !!!

thanks

Yohanes R. Gagahlin mengatakan...

Halo. saya baru membeli D-Link DWM-652 dan saya install untuk MacBook Pro OSX LEOPARD ternyata driver nya tidak dikenali.
Saya baca2 ternyata driver yang bawaan D-LInk DWM-652 untuk OSX TIGER (versi lamanya LEOPARD).

Dimana saya bisa mendapatkan driver/program instalasi terbaru dari D-Link DWM-652 untuk MacBook Pro OSX LEOPARD ?

Sonny8 mengatakan...

Halo, saya ada masalah dengan DWL 2100 ap saya.. beberapa hari yang lalu tiba2 AP saya hang, tidak bisa di browse tidak bisa di scan via wireless.. begitu saya lihat hanya WLAN led yang nyala, tidak blinking hanya diam spt hang..

saya coba cabut adaptor dan colok lagi, tapi hasilnya sama... saya browse cara restart yg menahan tombol reset dan cabut pasang adaptor.

Tetapi permasalahannya justru berubah. Sekarang POWER led kedip selama 2 detik lalu mati, sedangkan LAN dan WLAN tidak nyala sama sekali. POWER led kedip selama 2 detik lalu mati, 2 detik kemudian nyala kembali tapi mati lagi.. Terus seperti itu... saya sudah coba ganti adaptor dan melakukan reset seperti di atas, tapi masih bermasalah. Apakah hardware yg rusak atau firmware nya yg rusak ? dan bagaimana solusinya?


Terima kasih

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Yohanes R. Gagahlin

Terima kasih atas pertanyaan anda. Coba anda ikuti langkah2 yang ada disini ftp://public.dlink.co.id/3G%20Modem/DWM-652/Manual-QIG/D-Link%20data%20card+MacPC_10.5__install-uninstall_ENG_V2.pdf

Semestinya driver yang kami sediakan compatible dgn MacOS X 10.4 (Tiger) dan MacOS X 10.5 (Leopard).

Mudah2an membantu

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Sonny8

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Sepertinya device anda ada masalah, anda bisa klaim warranty ke salah satu dari 2 distributor yang tertera di URL ini http://www.dlink.co.id/corporate/wheretobuy.asp

Perhatikan label distributor-nya, jika Sistech, anda bisa klaim ke Sistech, jika Berca anda bisa klaim ke Berca (NOTE : tidak bisa saling silang).

Bila labelnya sudah hilang, anda bisa posting serial numbernya di blog ini, nanti saya akan trace di database kami.

Mudah2an membantu

Imadori Faisal mengatakan...

saya mempunyai modem DSL 520B yang baru saja dibeli. Saya juga turut mempunyai wireless router DI-524. masalahnya, bila saya konek modem DSL 520B, kelajuan untuk melayari Internet adalah optimis. tetapi, sebaik sahaja saya menghubungkan router DI-524 saya kepada DSL 520B, saya nggk bisa melayari sebahagian laman web terutamanya Friendster dan kelajuan Internet agak perlahan. berbeda jika saya nggak konek modem tersebut kepada router saya. makanya, bisa D-Link bantu saya...terima kasih..

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Sepertinya anda berasal dari Malaysia :-)? Apakah anda melakukan double NAT atau dial-PPPoE langsung dari DI-524? (selengkapnya baca disini http://blog.dlink.co.id/2008/12/saya-sudah-punya-adsl-modem-router-1.html). Bila anda melakukan double NAT, kemungkinan besar dipengaruhi oleh layout ini (namun pada umumnya tidak terlalu pengaruh). Coba anda set modem sbg bridge dan dial PPPoE lgs dr DI-524.

Namun bila provider anda hanya mempunyai PPPoA connection, tidak ada pilihan lain, anda harus gunakan double-NAT. Bisa informasikan firmware yang anda gunakan utk kedua devices tsb?

Mudah2an membantu

CETAKAN dan PROMOSI mengatakan...

saya mau memasang 20 wirelesss IP camera.
lokasi A=10, IP wireless camera+server
lokasi B=10, IP Wireless Camera+server
dengan jarak setiap camera ke masing2 server 500M-2000M
lalu setiap server (A dan B) dikirim ke pusat melalui wireless pula.
jadi setiap sambungan semuanya melalui WIRELESS
pertanyaan:
Tolong penjelasannya yang detail.
- apakah dari Dlink bisa support semua kebutuhan saya (antena, router dll)
mulai dari Produk + install
tolong di email ke tonykurniawan@gmail.com

Mulyadi Lukman mengatakan...

Mohon bantuannya:
saya punya koneksi speedy dengan modem adsl ARTICONET ACN-100R (ADSL2+ Router) dan saya ingin bikin wifi koneksi supaya sambungan internetnya bisa dishare. Saya ada beli DLink DIR-300 wifi router, tapi setiap kali install DLink DIR-300 selalu error waktu mencek sambungan internetnya. Dan setelah saya coba pasang langsung modem adslnya Telkom speedynya jadi tidak bisa konek juga(menu loginnya hilang (tidak ada lagi)). Terima kasih sebelumnya.

D-Link Indonesia mengatakan...

To : CETAKAN dan PROMOSI

Terima kasih atas pertanyaan anda. Prinsipnya tidak ada masalah dengan kebutuhan itu, namun saya akan email ke anda untuk menanyakan lbh detail mengenai kebutuhan anda

Mudah2an membantu

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Mulyadi Lukman

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Pertanyaan anda sudah pernah saya singgung di blog kami sblmnya yaitu : http://blog.dlink.co.id/2008/12/saya-sudah-punya-adsl-modem-router-1.html

Mudah2an membantu

Mulyadi Lukman mengatakan...

trims atas jawabannya.

tapi saya belum mengerti juga, apakah DIR-300 sama dengan DIR-655?
Dan saya kurang tau dialnya pakai PPPoE atau PPPoA? misalnya pakai PPPoA apakah ada cara untuk bisa share internet dgn wifi ?

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Mulyadi Lukman

Terima kasih atas pertanyaan anda.

DIR-300 dan DIR-655 dalam hal ini diposisikan sama yaitu sama2 wireless router, jadi pada blog itu memang digambarkan menggunakan DIR-655 tapi tidak harus menggunakan DIR-655,bisa menggunakan wireless router (D-Link tentunya :-D) apa saja.

Masalah PPPoE dan PPPoA, anda bisa consult ke pihak Telkom karena ada sebagian jaringan mereka yang masih menggunakan PPPoA walaupun sebagian besar sudah menggunakan PPPoE.

Bila menggunakan PPPoA maka ada caranya juga yaitu melakukan double NAT (spt yg dijelaskan pada blog itu) atau memfungsikan DIR-300 sbg AP Mode atau beli saja Access Point murni misalnya DWL-2100AP :-)

Mudah2an membantu

Imadori Faisal mengatakan...

iya, saya dari malaysia. jadi, gimana mahu set mode bridge terhadap modem saya? dan gimana mau setkan dial PPPOE dr DI 524? harap bisa bantu saya...:-)

qiqi mengatakan...

mas or mbak or tante or om...
mau numpang tanya neh
gimana nambah jaringan wirelles menggunakan DIR-615 tanpa mengubah setingan jaringan yang sudah ada
mohon petunjuk nya
soal nya ip dlink nya sama dengan ip gateway nya sudah saya coba wirelles nya cuman ke detec tapi begitu di ping tidak bisa

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Imadori Faisal

Terima kasih atas update anda.

Anda hanya perlu mengubah koneksi skrg ke Bridging mode, masuk ke halaman WebUI DSL-520B, lalu masuk ke menu Advanced Setup, pilih WAN, lalu edit yg sudah ada skrg. Setelah itu masukkan VPI n VCI yg didapat (ini next saja krn sblmnya anda sudah memasukkan VPI n VCI), lalu Next, nah disini anda ubah dr PPPoE ke Bridging, sisanya anda Next sampai selesai.

Lalu set IP etc spt yg saya jabarkan pada blog itu pada model yg kedua. Lalu sambungkan port ethernet DSL-520B ke port WAN DI-524.

Setelah itu anda masuk ke menu DI-524, lalu masuk ke WAN, pilih PPPoE, masukkan username dan password yang anda dapat dr provider anda. Ganti connection mode ke always on, lalu klik Apply. Setting sudah selesai

Mudah2an membantu

D-Link Indonesia mengatakan...

To : qiqi

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Apakah yang dimaksud anda sudah mempunyai jaringan yg ada dan membeli DIR-615 sbg tambahan device hanya utk mendapatkan koneksi wireless?

Bila ya, ada beberapa pertanyaan :

1. Anda menggunakan subnet berapa utk jaringan yg existing?
2. Koneksi anda menggunakan apa? apakah ADSL, Speedy atau yg lain.

Ditunggu updatenya

Mudah2an membantu

Mas'ud Rahmatullah mengatakan...

koneksi kami dngan dsl 520b sudah konek dngn baik, kemarin ada nilai mtu nya yg diubah. namun computer yg bisa akses ke internet cuman satu, mengapa komputer yg lain tidak bisa konek pada hal mtunya pun sudah kami rubah. sebagai tambahan oprating system nya adalah vista dng spec computer acer aspire 1641
mohon bantuannya

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Mas'ud Rahmatullah

Terima kasih atas update anda.

Apakah anda sudah pastikan gateway dan IP addressnya sudah benar? misalnya :

DSL-520B
|
Switch---PC1
|
PC2

PC1 misalnya mendapat network info sbb :
IP : 192.168.1.100
Subnet : 255.255.255.0
Gateway : 192.168.1.1
DNS : 192.168.1.1

PC2 mendapat network info sbb :

IP : 192.168.1.101
Subnet : 255.255.255.0
Gateway : 192.168.1.1
DNS : 192.168.1.1

Lalu dari masing2 PC coba ping ke 192.168.1.1

Oh ya satu lagi, tolong informasikan firmware yang anda gunakan

Mudah2an membantu

asyoy mengatakan...

Saya sudah return router DI-524
yang flash corrupt setelah update firmware ke:
Distributor: PT. SISTECH KHARISMA
Address: Jl. IR. H. Juanda IV
No.3 B-C,
Jakarta Pusat 10120, Indonesia
Telephone: (62-21) 350-5668
Fax: (62-21) 380-7640
pada tanggal 24 Januari 2009.

Kira-kira untuk perbaikan atau penggantian perlu berapa lama ?

Saya sangat menunggu-nunggu.

Thanx for support.

D-Link Indonesia mengatakan...

To : asyoy

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Biasanya langsung diganti jika mereka ada stock tipe sejenis. Ada baiknya anda langsung menghubungi Sistech, cari yang namanya Pak Andro Mariano atau Pak Eko Subijoyo.

Mudah2an membantu

D-Link Indonesia mengatakan...

To : adlimf

Berikut update mengenai DCC, pada shipping firmware batch pertama menggunakan versi R22B03 kebawah shg ada masalah dengan fw 04302008 keatas.

Untuk fw 04302008 keatas gunakan DCC versi R22B05, saya sudah test di beberapa lokasi Speedy dan tidak ada masalah.

DCC versi ini bisa didownload di ftp://public.dlink.co.id/ADSL%20modem-router/DSL-520B/Firmware-Driver-Software/DSL-520B-CD_DCC_R22B05.zip

Ukurannya filenya sekitar 34 MB

Mudah2an membantu

adlimf mengatakan...

baik, terima kasih atas update nya.

Exa Aliens mengatakan...

Saya mencoba untuk Upgrade fw 520b saya cuman selalu gagal. gimana prosedur sebenarnya.
fw DSL-520b-se_1.10_01192009.rar dari ftp://public.dlink.co.id selalu dianggap corrupt.apa ada link mirrornya?
Mohon pencerahannya, Terima kasih

adlimf mengatakan...

To: Exa Aliens

apakah Anda sudah meng-ekstrak file fw DSL-520b-se_1.10_01192009.rar tersebut? jika belum, gunakan WinRar yang bisa didownload di sini http://www.rarlab.com/rar/wrar380.exe

untuk meng-ekstraknya, sehingga anda akan mendapatkan file DSL-520B-SE_1.10_01192009_cfe_fs_kernel yg merupakan file firmware.

Exa Aliens mengatakan...

Saya sudah Extract dan coba upload pada menu Update Software cuman muncul message error uploading image file.

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Exa Aliens

Terima kasih atas update anda.

Browser apa yang anda gunakan? Coba gunakan IE 7 atau FF 3.0. Oh ya firmware original yang anda gunakan skrg versi brp?

Mudah2an membantu

LowenHeart mengatakan...

bos mau nanya neh...saya punya dlink DSL-520T trus udah lama banget gak dipake karena gak pake speedy lagi...nah sekarang pas udah pake speedy lagi saya kembali pakai modemnya..pertama saya urut kabel seperti biasa dan komp saya tidak mendapatkan IP (DHCP mati) dan akhirnya saya tekan reset dibelakang trus power di cabut dan di pasangkan kembali..alhasil lampu power doang yang nyala..lampu ADSL link sama Ethernetnya mati...padahal sebelum di reset tuh nyala...kenapa yah bro??sekarang malah sama sekali gak dapet IP alias gak bisa konek ke modem nya...thx

D-Link Indonesia mengatakan...

To : LowenHeart

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Coba anda lakukan spt ini :

1. Tekan dalam kondisi hidup selama 20 detik (kondisi kabel telepon tidak tertancap)
2. Lepas power adapter, sambil tetap ditekan, tahan selama 20 detik lagi
3. Colok power adapter, sambil tetap ditahan, lalu tahan selama 20 detik lagi
4. Biarkan selama 30-60 detik
5. Set IP ke PC anda scr static ke 192.168.1.2, subnet 255.255.255.0, gateway 192.168.1.1
6. Pasang kabel ethernet ke modem dan lihat lampu ethernet-nya
7. Bila nyala, maka coba ping ke 192.168.1.1
8. Bila reply, anda coba masuk ke webUI-nya

Bila langkah2 diatas tidak berhasil kemungkinan besar ada failure pada saat anda melakukan prosedur "tekan, tahan, cabut, colok" sebelumnya. Bila anda beli dibawah 1 tahun, anda bisa klaim warranty ke salah satu dari 2 distributor kami (tergantung dari mana barang anda berasal)

Mudah2an membantu

CV Dwicore Mandiri mengatakan...

mengapa dir 615 selalu offline jika idle beberapa menit? setting sudah benar bisa buat inet tapi jika idle, dir-615 offline sendiri dan harus dicopot powernya beberapa detik dan colok in lagi powernya untuk bisa sambung inet lagi..kita pake firmware 2.23 2007/10/19..mohon pencerahannya

D-Link Indonesia mengatakan...

To : CV Dwicore Mandiri

Terima kasih atas pertanyaan anda. Yang anda maksud dengan idle itu koneksi internetnya atau device-nya tidak dapat diakses lagi (misalnya tidak bisa masuk webUI dll)?

Bila koneksi internetnya yg idle, anda menggunakan koneksi apa? dan menggunakan setting apa di sisi WAN-nya?

Saya tunggu updatenya.

andika mengatakan...

mw tanya nih..
sama ga DLink dan max-link..
saya punya Modem eksternal Max-Link 56K..tapi driver nya saya ga punya..

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Andika

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Beda :-) Anda bisa cari driver yg anda inginkan di google.

Mudah2an membantu

Teguh mengatakan...

Saya mengalami hal ygsama dgn bung Rene Baas, modem DWM-652 saya bekerja baik di windows XP. Tp begitu di coba di windows Vista muncul pesan error:
"Error Code:619
A connection to the remote computer could not be established, so the port used for this connection was closed. For further assistance ....... "

Saya sudah coba mengganti properties compatibility nya (klik kanan pilih properties terus pilih tab compatibility) menjadi run this program as an administrator bahkan coba mengganti compatibility mode nya ke windows XP SP 2, tp tetap saja pesan errornya muncul.

Kira2 ada lagi gak yg perlu di setting?
Thanks

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Teguh

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Untuk error di Vista pada umumnya ada "Access Denied" yg disebabkan oleh User Access Control-nya Vista.

Sdgkan bila errornya adalah error 619, ini bisa disebabkan oleh 2 hal yaitu firewall atau security software yang dipasang di komputer atau disebabkan oleh sisi operatornya dimana authentication server-nya tidak me-respond query dari modem. Namun error 619 ini biasanya lbh dikarenakan sisi operatornya. Coba ikut cara2 berikut ini :

Cara 1 :
Keluarkan SIM card dari DWM-652, biarkan selama kurang lbh 10 menit, lalu pasang lagi, lalu coba connect kembali.

Cara 2 :
Bila tidak berhasil, keluarkan SIM card dari DWM-652 lagi dan pasang di mobile phone anda, hidupkan mobile phone anda dan biarkan sampai SIM card itu registered ke provider anda, kemudian biarkan kira2 30 menit. Setelah itu lepas dan pasang kembali ke DWM-652 dan coba connect lagi.

Cara 3 :
Bila masih tidak berhasil, Hapus profile yang lama dan create profile baru, masukkan parameter2 yang diberikan oleh operator anda (username, password, APN, dial number, dll). Kemudian coba kembali

Cara 4 :
Bila masih tidak berhasil, coba anda lockdown ke 3G/3.5G only, atau ke GPRS only. Kemudian coba kembali

Cara 5 :
Bila masih tidak berhasil, coba anda buka Device Manager, di bagian Port & COM LPT, cari DWM-652, lalu pastikan COM port-nya tidak dipakai oleh perangkat lain yang ada disitu.

Cara 6 :
Bila masih tidak berhasil, coba anda matikan semua firewall, Anti-Virus dan Software Security lainnya, kemudian ulang dari cara 1.

Mudah2an membantu

asyoy mengatakan...

Sebelumnya saya pikir, ga mungkin banget router buluk masih bergaransi, tapi ternyata life time warranty D Link mengubah semua fikiran buruk saya. Terbukti, janji d link BUKAN janji Caleg, lupa setelah dipilih/dibeli.

Makasih dlink, makasih SISTech, router saya sudah diganti dengan yang baru dan OK.

Keep service excellent :-)

Untuk comment ini saya ga dibayar sepeser pun.

Sonny8 mengatakan...

Halo, saya punya masalah dengan dwl 2100 ap saya. Signalnya mendadak sangat lemah, saya baru beli dari teman saya dengan harga murah karena garansi sudah habis 2 minggu yg lalu (butuh emergency menggantikan dwl 2100 yg rusak). Selama 2 minggu ini signalnya sangat bagus. Kebetulan saya gunakan di kantor dan taruh di lantai 2. Signal bisa di tangkap di lantai 1 dan lantai 3. Mendadak kemarin signalnya lemah sekali (tidak ada yg bisa connect) begitu saya cek menggunakan laptop dengan jarak hanya 1 Meter saja signal yg di dapat hanya 3 Bar (Good). Begitu saya ambil jarak 10 meter di balik dinding Signal langsung hilang. Saya sudah coba update firmware dan perbesar daya output (dB) tapi hasil tetap sama. Mohon bantuannya.

Terima kasih

CETAKAN dan PROMOSI mengatakan...

apakah dlink 2400SM adalah sebuah acces point? dan harus memakai motorola canopy sbg tambahan? untuk orang awam apakah sulit memasang ipcamera wireless?

XXX mengatakan...

Ingin bertanya, modem saya sudah cukup lama, d-link 520T, waktu itu adaptornya sudah rusak, kemudian saya coba membeli universal adaptor yang sesuai dengan adaptor terdahulu. Saya pun bisa berinternet lagi, namun tidak lama kemudian adaptor itu pun rusak. Lalu saya beli adaptor universal lagi namun kali ini beda merk, modem jalan, namun lampu adslnya nyala-mati, nyala mati, padahal voltasenya sama, yang ingin saya tanyakan apakah ada spesifikasi khusus untuk adaptor modem selain voltase dan juga outputnya? Dimana saya bisa membeli adaptor yang sesuai?

D-Link Indonesia mengatakan...

To : asyoy

Terima kasih atas komentar anda yang sangat baik, kami senang mendengarnya :-) Semoga kami bisa meningkatkan layanan kami lebih baik lagi utk para pelanggan di Indonesia.

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Sonny8

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Sebenarnya penggunaan 1 AP utk serving multi-floor tidak baik karena setiap antenna mempunyai batasan beamwidth vertical-nya. Juga sifat gelombang radio 2.4 GHz sendiri tidaklah seperti GSM, shg ada keterbatasan2 dalam propagasi-nya terutama utk menembus object padat. Design yang baik adalah tetap gunakan AP yang berbeda utk melayani lantai yang berbeda.

Terlepas dari itu semua, anda mengatakan bahwa signal sebelumnya bagus dan tiba2 signal jadi buruk. Coba anda lakukan langkah2 spt dibawah ini :

1. Coba reset AP anda ke factory default (tekan tombol reset selama kurang lbh 20-30 detik)

2. Kemudian cek signal-nya, apakah masih sama atau tidak

3. Bila masih tetap lemah, coba anda copot antenna-nya dan pasang lagi, pastikan konektornya terpasang dengan baik. Bila anda punya dwl-2100ap yang lain, anda bisa copot dan tukar antenna-nya

4. Bila masih begitu, coba anda telnet DWL-2100AP dan login spt biasa, kemudian ketik command dibawah ini :

- get runtime
- get power

Posting hasilnya kesini

Mudah2an membantu

D-Link Indonesia mengatakan...

To : CETAKAN dan PROMOSI

Terima kasih atas pertanyaan anda.

2400SM bukanlah produk D-Link, ini adalah produk Motorola Canopy. Tempo hari anda sudah mengirimkan layout-nya dimana kamera yang anda akan pasang disatu lokasi sekitar 10-15 kamera dan jaraknya bervariasi antara 500 m - 2 km. Dan jarak antara 2 lokasi juga dipisahkan sejauh 2 km. Semua akan diakses dari lokasi pusat scr bersamaan utk melakukan recording dan monitoring.

Wi-Fi tidak dirancang utk aplikasi dengan bandwidth tinggi (at least sampai saat ini, menunggu draft N diratifikasi) dan jarak jauh (jarak ideal Wi-Fi dibawah 1 km). Kapasitas 1 Access Point Wi-Fi sekitar 54 Mbps, dgn throughput bersih sekitar 20-30 Mbps, jadi utk melayani IP kamera dengan jumlah yang banyak dan hasil yg maksimal serta jarak yang jauh, agak sulit walaupun bisa dengan adanya batasan2. Oleh karena itu SI yang menghubungi Bapak menyarankan menggunakan Motorola Canopy sbg access link-nya. Motorola Canopy menggunakan teknik proprietary utk packet wirelessnya shg lbh stabil utk jarak jauh dan lbh tahan thd interferensi bila dibandingkan dengan standar IEEE 802.11a/b/g. Sedangkan IP Camera-nya tetap menggunakan D-Link IP Camera, pastinya.

Pemasangan D-Link IP Camera sangat mudah, tutorial yang kita berikan sangat jelas. Namun memang installer-nya sebaiknya mempunyai basic networking yang cukup utk menentukan IP scheme dsb.

Mudah2an membantu

D-Link Indonesia mengatakan...

To : XXX

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Coba anda lihat adapter originalnya bagaimana outputnya :

- Bila 12V~ 1200mA ini berarti AC maka anda harus cari power adapter yang linear artinya AC to AC, Inputnya : 230V AC dan output-nya 12V AC, 1.2A

- Bila 5V --- 2A ini berarti DC maka anda harus cari yg inputnya AC dan outputnya DC

Untuk adapter, coba anda hubungi distributor dimana unit anda berasal, anda bisa cek labelnya, bila Sistech anda bisa hubungi mereka, bila Berca anda bisa hubungi mereka.

Oh ya sepertinya listrik ditempat anda kurang stabil karena adapter anda berkali2 rusak, pertimbangkan untuk menggunakan stabilizer dan grounding sistem kelistrikan anda.

Mudah2an membantu

architecture mengatakan...

saya mau tanya mas,
saya baru beli d-link DFE-528TX, untuk connect internet apa harus membeli antena nya? ditempat saya terdapat hotspot, dan saya ingin mengaksesnya... terima kasih... ^^

D-Link Indonesia mengatakan...

To : architecture

Terima kasih atas pertanyaan anda.

DFE-528TX adalah ethernet card jadi tidak bisa akses ke jaringan wireless.

Anda bisa membeli DWA-510 atau DWA-520.

Untuk hotspot di daerah anda, pastikan itu hotspot yang accessible dalam arti bisa digunakan oleh siapa saja (baik dgn membayar atau gratis)

Mudah2an membantu

Sonny8 mengatakan...

Hasil telnet saya :

get runtime
runtime version dwl2100ap_EU v240.rc245.t658-6

get power
17 dBm

Saya sudah coba power 20 dBm hasil masih sama, dan downgrade firmware ke 2.20 (firmware bawaan) hasil masih sama.

Terima kasih

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Sonny8

Terima kasih atas update anda.

By policy, kita tidak mengijinkan utk naekin tx power diatas 17 dBm (di internet banyak cara utk modifikasi tx power ini), karena bila chipset cooling tidak dimodifikasi (misalnya dipasang heatsink dan fan) maka akan memperpendek umur chipset.

Spt-nya DWL-2100AP anda pernah dimodifikasi tx power sblmnya.

Coba anda reset to factory default dulu, lalu upgrade ke fw 2.50, download di ftp://public.dlink.co.id/Wireless/DWL-2100AP/Firmware-Driver-Software/DWL2100AP-v250eu-rc358.tfp

Bila masih tidak berhasil, anda bisa klaim warranty ke salah satu distributor D-Link, tergantung berasal dari mana AP anda. DWL-2100AP warranty-nya limited lifetime asal tidak ada modifikasi hardware atau penggunaan tx power melebihi ketentuan.

Mudah2an membantu

yayan mengatakan...

saya bru saja berlangganan speedy..mnggunakan modem ADSL dan mggunakan DLINK DES 1008D
yang saya tanyakan apa langsung tancep kabel 2 komputer bisa langsug konek?kalo tidak bagaimana caranya supaya kedua komputer saya bisa saling conect internet?semua alat termasuk kabel sudah saya siapkan..lalu apa lg?mohon bantuan..

D-Link Indonesia mengatakan...

To : yayan

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Itu tergantung perangkat ADSL anda, bila hanya modem only tentunya tidak bisa karena modem hanya utk 1 PC, namun kalau ADSL modem-router, maka anda bisa menggunakan 2 PC atau lbh sekaligus.

Anda bisa double confirm dengan pihak penyedia modem-nya itu, apakah itu hanya modem only atau sudah plus router.

Bila plus router, konfigurasinya sederhana saja, anda perlu men-setting modem-router itu sampai up, lalu plus ke DES-1008D. Set Ethernet card PC ke automatically assigned IP, plug PC-PC itu ke switch, selesai.

Mudah2an membantu

Nugik mengatakan...

Dikantor saya mau pasang IP Camera Wireless di 5 lokasi.
Bisa gak tolong di rekomendasikan type yg stocknya saat ini ada, dgn kisaran budget 2-3 juta per IP camera.
Thanks sebelumnya.

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Nugik

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Untuk IP Camera, kualitasnya relatif buat masing2 org. Anda bisa liat live demo-nya di URL ini : http://www.dlink.co.id/products/livedemo/livedemo.asp

Untuk DCS-920 dan DCS-2121, anda bisa lihat menggunakan IE atau FF, sdgkan sisanya anda hanya dapat lihat menggunakan IE.

Dengan budget demikian, anda bisa mendapatkan tipe DCS-910/920 atau DCS-2102/DCS-2121. Untuk pembelian anda bisa hubungi salah satu reseller kami yang ada pada URL ini : http://www.dlink.co.id/corporate/wheretobuy.asp

Perlu diingat untuk mengimplementasikan IP Camera via wireless, design jaringan wireless anda harus benar2 optimal, bila tidak optimal maka hasil yang didapat juga tidak maksimal. Design yang optimal itu bagaimana? misalnya signal cover dengan rata disemua area (terutama di area yang akan dipasang IP Camera), lalu kapasitas AP cukup utk melakukan transfer video (tentunya anda tidak bisa menggunakan hanya 1 AP utk melayani semua camera beserta user lainnya).

Mudah2an membantu

adlimf mengatakan...

Menindaklanjuti pertanyaan di sini,
http://blog.dlink.co.id/2008/09/introduction.html?showComment=1232852400000#c4286473789314436969

saya melaporkan bahwa masalah telah selesai. Kesalahan ada di DSLAM milik Telkom di daerah pemukiman saya. Sekarang kecepatan sudah 1024/128 Kbps.
Terima kasih atas support D-Link Indonesia.

D-Link Indonesia mengatakan...

To : adlimf

Terima kasih atas update anda. Dan tetap selalu gunakan D-Link :-)

Roberto Edward mengatakan...

Om D-link... Bulan januari 2009 yang lalu saya membeli modem DSL-520B karena kecewa dengan kualitas modem bawaan speedy. Saya membeli modem ini dengan harapan bahwa saya akan memperoleh kecepatan ADSL yang lebih baik ketimbang modem bawaan speedy yang hanya mampu memberikan max ADSL speed 256Kbps.

setelah saya mengunakan modem DSL-520B, kecepatan ADSL saya memang naik drastis hingga 1024Kbps, dan saya sangat senang sekali. Namun kesenangan saya tidak bertahan lama.

modem DSL-520B saya mulai rewel. modem ini panasnya jauh melampaui modem bawaan speedy yang saya miliki. Padahal baru digunakan beberapa menit. Jika tetap digunakan, maka muncul masalah lampu DSL berkedip terus. Klo udah gitu, si modem harus didinginkan kurang lebih selama 2 jam baru bisa dipakai dengan normal lagi. tapi ketika digunakan lagi, panasnya muncul lagi, dan saya harus mendinginkannya lagi selama 2 jam lagi.. begitu seterusnya..

kira2 ini masalahnya dimana? terus saya juga mencoba mensetting modem ini dengan mode Bridge tapi kok ga ga bisa2 conek? padahal klo menggunakan setting PPPoE langsung di modemnya bisa. tolong berikan solusi untuk masalah modem saya ini.. terimakasih..

sebagai informasi, saya menggunakan speedy office regional banten.

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Roberto Edward

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Untuk masalah panas, pastikan airflow disekitar modem anda terjaga dengan baik, artinya ada ruang di kiri kanan, depan belakang modem itu.

Sejauh hasil testing kami, diruangan tanpa AC dan diletakkan disudut yang tertutup pun, DSL-520B dapat beroperasi normal 24x7.

Pada saat lampu berkedip-kedip terus, apakah berkedipnya dengan cepat sekali dan sewaktu2 mati? bila ya, ini biasanya disebabkan oleh signal line ADSL yang tidak stabil. Kejadian spt itu menandakan line ADSL anda sdg re-training dan re-sync ke DSLAM Telkom.

Anda bisa coba upgrade firmware ke versi terbaru, download di ftp://public.dlink.co.id/ADSL%20modem-router/DSL-520B/Firmware-Driver-Software/DSL-520B-SE_1.10_01192009.rar

Untuk masalah koneksi bridge, saya akan bahas sedikit mengenai cara kerja modem sampai terkoneksi ke Telkom Speedy :

1. Modem akan training dan sync line ADSL ke DSLAM Telkom, disini akan didapat berapa line speed yang didapat misalnya 1024/128. Pada stage ini, hanya parameter VPI dan VCI yang berperan. Jd stage pertama ini seolah2 hanya "menyambungkan kabel" ke DSLAM Telkom.

2. Setelah "kabel terhubung", maka proses selanjutnya adalah proses Authentication. Telkom Speedy saat ini menggunakan mekanisme PPPoE, dimana parameter yang berperan adalah username dan password.

Kembali ke kasus anda, bila anda set modem sbg Bridge maka yg baru dilakukan adalah tahap pertama, sdgkan tahap kedua harus dilakukan device dibelakang si modem itu, misalnya PC atau Router. Jadi si PC atau Router harus melakukan dial PPPoE.

Bila anda set PPPoE di modem, sbnrnya ada 2 tahap yang dilakukan oleh si modem, shg koneksi bisa establish.

Mudah2an membantu

Problem mengatakan...

Dear,
Saya barusan coba mengupdate fw DIR-451 IM2.file yang saya gunakan DIR-451_1.20b10_firmware.awalnya upload file lancar.namun pada saat sudah jalan prosesnya hanya disitu-situ saja.lampu status terus berkedip tanpa ada hasil kurang lebih 1,5jam.
saya mengambil inisiatif untuk merestart dengan mencabut dan memasang kembali power.
hasilnya,pas nyala seluruh lampu status nyala,router gak bisa diakses via browser.
saya sudah lakukan reset melalui tombol reset,hasilnya sama.
mohon advise..
thx b4

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Problem

Terima kasih atas pertanyaan anda. Apakah modem anda terpasang pada saat upgrade? Anda HaRuS melepas modem saat melakukan upgrade.

Coba ikuti langkah2 berikut :

1. Set IP PC anda ke static 192.168.0.2, subnet 255.255.255.0, GW : 192.168.0.1

2. Plug pada port 1

3. Lepas modem

3. Tekan reset kira2 10 detik, kemudian cabut power sambil tetap ditekan, kemudian colok lagi power sambil tetap ditekan, kemudian tahan kurang lbh 5 detik, lalu lepas

4. Kemudian coba ping 192.168.0.1 dari PC anda

5. Bila reply, anda buka via webUI, dan anda akan masuk ke backup mode

6. Download firmware 1.03WWB0011 di ftp://public.dlink.co.id/Internet%20Gateway/DIR-450-451/Firmware-Driver-Software/DIR-451_v1.03_WW_B0011_firmware.zip

7. Extract dan Upload firmware itu dan tunggu sampai selesai. Note: Jgn mencabut power pada saat proses berlangsung.

8. Bila sudah selesai, DIR-451 akan reboot sendiri dan anda bisa masuk ke halaman webUI lagi.

9. Masuk ke Tools dan reset to factory default DIR-451 anda.

Setelah itu anda bisa coba upgrade ke versi 1.20B20 bisa didownload di ftp://public.dlink.co.id/Internet%20Gateway/DIR-450-451/Firmware-Driver-Software/DIR-451_v1.20_b20_firmware.rar

Bila belum berhasil coba ulangi langkah2 diatas.

Mudah2an membantu

Problem mengatakan...

langkahnya udah diikutin.
pada uji coba pertama,udah bisa upload file tapi terhenti setelah restart,dan lampu status wireless terus berkedip.
saya ulang lagi,step update berhasil sampai bisa direset ke factory default.
dari situ router restart sendiri.setelah restart gak bisa lagi di ping.dan lampu status wireless terus berkedip.
what's next...?

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Problem

Terima kasih atas update anda.

Oke, coba anda ulang lagi langkah2 spt itu sampai bisa masuk ke webUI, namun jangan di restore to factory default dulu. Tp cukup reboot device (cabut powernya dan pasang lagi). Pastikan tidak ada modem yang terpasang. Pada saat device reboot, unplug UTP cable-nya.

Setelah itu anda lihat apakah router tetap reboot sendiri ato tidak, bila tidak maka set NIC anda ke DHCP lagi dan plug ke salah satu port itu.

Mudah2an membantu

Problem mengatakan...

udah..dan device berhasil reboot sendiri ampe bisa login ke webUI.
what's next...?
( jangan bosan ya... :) )
note:
intinya sih,saya pengen agar modem ZTE-MF622 saya bisa dibaca juga di router.
jadi saya pengen upgrade firmware yang bisa dukung modem itu

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Problem

Terima kasih atas updatenya. Bila sudah terupgrade ke versi 1.03WWB0011, firmware ini sudah support ZTE MF-622 hanya tidak berada di setting country Indonesia.

Cara instalasinya mirip dgn disini ftp://public.dlink.co.id/Internet%20Gateway/DIR-450-451/Manual-QIG/Cara%20Pemasangan%20DIR-451%20dengan%20DWM-652.pdf

Hanya pada saat pilih Country, set ke None, lalu ISP pun set ke None, kemudian card-nya pilih ZTE MF-622, liat contoh gambar berikut : http://img26.imageshack.us/img26/2617/dir451fwww103b0011li6.jpg

Username, password, dial number dan APN, sesuaikan dengan provider anda.

Mudah2an membantu

Roberto mengatakan...

om D-Link, saya mencoba mengupdate firmware bwt DSL-520B dengan file yg anda berikan sebelumnya. kemudian saya ekstrak filenya dan saya melakukan update softwarenya melalui menu 192.168.1.1 > managemen > update software... tapi setelah dipilih filenya dan saya tekan update software selalu saja muncul tulisan "please enter a valid file name"

apa proses update firmware yg saya lukan salah? tolong beri pencerahan..

terimakasih sebelumnya atas jawaban dari pertanyaan saya yg om D-Link berikan sebelumnya.

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Roberto

Terima kasih atas update anda.

Firmware original anda versi brp? dan menggunakan browser apa? Coba gunakan IE 7 atau FF 3

Mudah2an membantu

Problem mengatakan...

sudah ketemu :)
cuman masih penasaran,kenapa gak bisa upgrade ke fw yang lebih tinggi lagi ya?

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Problem

Terima kasih atas update anda.

Mestinya tidak ada masalah diupgrade ke fw lbh tinggi, kemungkinan besar anda upgrade dari firmware IM2. Bila anda ingin coba lagi, anda bisa upgrade ke versi 1.20B20 dari firmware yg sekarang. Tapi bila anda tidak butuh fitur dual WAN (port 1 LAN akan jadi WAN,sdgkan WAN 2-nya adalah 3G connection) maka tidak perlu upgrade ke versi 1.2x

Firmware 1.20B20 bisa didownload di ftp://public.dlink.co.id/Internet%20Gateway/DIR-450-451/Firmware-Driver-Software/DIR-451_v1.20_b20_firmware.rar

Mudah2an membantu

asyoy mengatakan...

sebetulnya sekarang saya lagi ngga ada masalah, tapi saya seneng aja baca blog ini, lumayan buat pengalaman.

Tapi kayanya halamannya udah kepanjangan banget.

D-Link Indonesia mengatakan...

To : asyoy

Terima kasih atas masukannya. Memang sih udah agak panjang, mungkin kalau sudah lbh 250 komentar, saya akan buat page baru lagi :-) Sementara ini dijadikan satu dulu biar lbh mudah maintainnya hehehe

cinexen_intra mengatakan...

Dear support,

saya pengguna laptop Toshiba M305-s4822 dengan OS bundle Vista Home Premium. Selama ini tak ada masalah mengakses internet di kantor lama (dengan AP Router Linksys WRT54G jadul...) maupun di hotspot2 umum. Namun saat saya bekerja di kantor baru, yang menggunakan D-Link wireless G Router DIR-300 terkoneksi internet via Sanex modem bawaan Speedy, saya tidak bisa mengakses internet. Sinyal wireless teridentifikasi penuh, tapi tak bisa nyambung. Saya coba downgrade (dengan susah payah) ke XP professional SP2, tetap tidak bisa terkoneksi dengan status "validating network". Lagi-lagi sinyal penuh.

Mohon bantuan, apa yang harus saya lakukan?

Terimakasih banyak,

samodro
samodro@grativy.com

D-Link Indonesia mengatakan...

To : cinexen_intra

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Security apa yang anda gunakan? WPA/WPA2? Menggunakan apa cipher type apa? AES atau TKIP?

Bila tidak menggunakan security apakah tetap tidak bisa konek?

Mudah2an membantu

cinexen_intra mengatakan...

Pak Support,

saya tidak yakin apakah WPA atau TKIP security yang digunakan. Admin kantor baru hanya memberikan password (yang tidak bisa saya isi karena prompt untuk memasukkan password pun tak muncul) agar bisa koneksi ke internet. Beberapa rekan expat yang menggunakan vista juga bisa mengakses tanpa masalah. Persoalannya, saya kan newbie, dan mampu problem solving sendiri adalah nilai plus buat saya (mudah2an surat ini tak terbaca teman2 sekantor he he...). Intinya, kenapa dengan router jadul (linksys) saya bisa terkoneksi dengan baik (WPA/TKIP maupun WEP/open) bisa terhubung, demikian juga di hotspot kelas "foodcourt" vista saya bisa nyambung? Maaf lho Pak, mestinya kan DIR-300 sudah support vista... Maaf dan mohon bantuan amat sangat...

Regards,

Sam

D-Link Indonesia mengatakan...

To : cinexen_intra

Terima kasih atas update anda.

DIR-300 sudah mendapat Wi-Fi Forum Certification, jadi mechanism yang kita gunakans sesuai dengan standar IEEE. Ini terbukti rekan expat anda bisa konek tanpa ada masalah :-)

Coba anda buat wifi profiles baru di notebook anda (pastikan anda hanya gunakan salah satu wifi utility-nya either pake yg Windows punya atau yang Toshiba punya). Pada saat membuat profile baru maka anda akan dipindah utk set security-nya, anda bisa tanyakan ke admin kantor anda, menggunakan security yg mana, apakah WPA atau WEP. Selanjutnya anda hanya tinggal isi saja dan konek. Lihat gambar berikut : http://img100.imageshack.us/img100/716/intelutil.jpg

Itu contoh membuat profile baru menggunakan utility Intel.

Mudah2an membantu

cinexen_intra mengatakan...

"Coba anda buat wifi profiles baru di notebook anda (pastikan anda hanya gunakan salah satu wifi utility-nya either pake yg Windows punya atau yang Toshiba punya). Pada saat membuat profile baru maka anda akan dipindah utk set security-nya, anda bisa tanyakan ke admin kantor anda, menggunakan security yg mana, apakah WPA atau WEP."

Saya sudah buat profile baru. Maaf ini kedengaran bodoh, tapi sementara jalan ini yang saya pilih: saya mencoba semua kombinasi security yang ditawarkan plus password yang diberikan admin kantor. Hasilnya masih nol... saya tetap tidak terkoneksi. BTW, saya malah bisa masuk router setting-nya. dia masih pakai default. apakah ini membantu?

Please, saya butuh koneksi (walau "bocoran" wifi dari kafe sebelah bisa saya gunakan). Anda pasti tahu solusi terbaik. Saya percaya banget. Kecuali kalau gara2 D-link saya harus cari kantor yang AP/router-nya pakai linksys atau lainnya... he he he... atau saya harus ganti laptop dengan merek lain(?) sayang banget Pak...please Pak, saran Anda belum mujarab. Bantu saya...

Regards

Sam

cinexen_intra mengatakan...

Pak, saya dapat info baru, para expat yang bisa terkoneksi internet itu ternyata mengakses lewat wifi kafe sebelah yang jangkauannya tembus ke ruangan mereka... waa... mereka ternyata juga kesulitan mengoneksi internet dengan kombinasi vista, DIR-300, dan speedy/sanex. Sayangnya ruangan saya cukup jauh dan hanya dapat 1 "batang" sambungan. Lumayan kalau digeser2 bisa dapat 2. Tapi Pak... saya teteb butuh bantuan Anda... saya nyaris frustrasi dengan D-link ini... setelah saya ngobrol sambil lalu dengan si admin (he he ... speak2 ja-im gitu deh...) ketauan juga kalo dia konek pake aspire 5552 OS XP... ah... ternyata si IT man itu nyerah juga ... (dia ngelesnya: alat ini dah kepasang waktu dia masuk...) dia udah usulin buat ganti merek katanya (alhamdulilah...) soalnya sering dikomlpain bule... kalo pas wifi kafenya down...

Pak, Anda tahu opportunity saya kan? Kalo saya solved problem ini, banyak orang yang tertolong (termasuk saya he he ...)

Thanks Pak,
(kalo kelamaan "pening" saya gara2 D-link ini jadi status di Gtalk, YM, ma Facebook saya looo Pak... wakakak)

Hormat selalu,

Sam

Bagus Dd mengatakan...

Baru hari ini saya beli. dan saya coba connect ke speedy belum connect" juga.. masalahnya ada dimananya ya?
masih bingung dalam settingan
D-link 520B ini.
mohon bantuannya..
sampai saat ini yang blinking status nya saja. lampu lainnya tetap menyala normal..
tq

D-Link Indonesia mengatakan...

To : cinexen_intra

Terima kasih atas update anda.

"saya mencoba semua kombinasi security yang ditawarkan plus password yang diberikan admin kantor. Hasilnya masih nol... saya tetap tidak terkoneksi"

---> Anda tidak bisa mencoba2 kombinasi security tp anda harus menanyakan security yang digunakan oleh admin anda secara pasti

"BTW, saya malah bisa masuk router setting-nya. dia masih pakai default. apakah ini membantu?"

---> Anda bisa masuk ke router setting-nya via koneksi apa? apakah cable ato via wireless?

Oke nampaknya saya harus menanyakan topologi anda secara pasti, atau bisa anda berikan alamat email admin anda? saya akan kirim email ke admin anda scr langsung agar bisa tau masalahnya apa. Kita sudah jual DIR-300 bukan 100-200 unit perbulannya tapi sudah menyentuh ribuan unit, jadi kalo masalah ini sering terjadi pasti saya tidak tidur siang malam utk solve masalah ini ;-)

Berikut informasi yang harus saya tahu :

1. Topology jaringan anda

2. Koneksi internet anda

3. Screenshot settingan wireless anda

4. Firmware yang anda gunakan sekarang

Tolong update informasi itu

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Bagus Dd

Terima kasih pertanyaan anda.

Sebelum setting DSL-520B, anda HaRuS punya informasi ini :

- Nilai VPI
- Nilai VCI
- Username
- Password
- Authentication Method apakah PPPoE atau PPPoA

Setelah itu didapat, anda hanya tinggal masuk ke webUI DSL-520B dan ikuti Wizard yang ada dan masukkan semua parameter2 itu.

Pada saat operasi normal, lampu status memang berkedip2, sementara lampu ADSL, lampu Power dan lampu LAN (kalau dihubungkan ke PC) akan nyala steady.

Contoh screenshot pada saat sudah terkoneksi ke Telkom Speedy :

- http://img7.imageshack.us/img7/43/deviceinfowan.jpg

- http://img7.imageshack.us/img7/238/dnsresult.jpg

Mudah2an membantu

Bagus Dd mengatakan...

Makasih.. skg udah nyala pake bantuan yang terdapat di CD.

udah jalan nih, makasih ya,, Hehehe

owh ya..
misal saya udah matiin komputer.. apakah perlu di setting lagi?pada saat m'hidupkan komp?
apa sudah ke save settingan yang skg?
makasih..

hehe.. seneng nih.. modem baru nya..wkwkwk

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Bagus Dd

Terima kasih atas update anda.

Bila anda sudah melakukan setting, itu sudah termasuk melakukan "Save n Reboot" artinya settingan anda akan disimpan permanen ke flash memory modem.

Anda bisa melakukan "Save n Reboot" sekali lagi pada halaman webUI, bagian Management, bila tidak yakin settingan sudah tersimpan :-)

Anda bisa matikan dan hidupkan DSL-520B tanpa perlu men-setting-nya lagi.

Satu tips kecil tp bermanfaat :-) Biasakan selalu menyimpan file config perangkat network anda. Anda bisa lakukan ini pada menu Management --> Settings --> Backup. Setelah download file config-nya, anda bisa simpan di tempat (directory/forlder/media backup) yang anda rasa cukup aman

Mudah2an membantu

D-Link Indonesia mengatakan...

To : cinexen_intra

Biar ga penasaran, saya mau update kasus anda :-). Saya coba duplicate kasus anda, menggunakan Vista Home Premium persis seperti laptop anda (sama OS-nya maksudnya, kalo laptop yg saya pake sih hanya Acer :-) ).

Hasilnya saya bisa konek tanpa ada masalah baik menggunakan security ataupun tanpa security :

1. Screenshot tanpa security :

http://img27.imageshack.us/img27/4846/tanpasecurityvistahome.jpg

2. Screenshot menggunakan security WPA/WPA2 :

http://img27.imageshack.us/img27/700/dengansecuritywpa2vista.jpg

Yang saya lakukan persis sama dengan kebanyakan user utk konek ke jaringan wireless :

Tahap 1 : http://img12.imageshack.us/img12/5619/konek1.jpg

Tahap 2 : http://img27.imageshack.us/img27/8387/konek2.jpg

Tahap 3 : http://img27.imageshack.us/img27/4408/konek3.jpg

Sekarang balik lg ke pertanyaan saya sebelumnya, bagaimana layout jaringan anda? lalu screenshot setting wireless-nya gimana?

Oh ya, juga bisa ditanyakan ke admin anda, apakah sebelumnya admin anda (atau sebelum admin yg baru itu) pernah flash dir-300 itu ke dd-wrt?

Mudah2an membantu

One Stop Solution for IT mengatakan...

idle koneksi inet nya bukan webUI nya

pake dedicated line dari astinet dan di WAN nya pk static Ip

cv dwicore mandiri mengatakan...

dle koneksi inet nya bukan webUI nya

pake dedicated line dari astinet dan di WAN nya pk static Ip

D-Link Indonesia mengatakan...

To : cv dwicore mandiri / One Stop Solution for IT

Terima kasih atas update anda.

Jadi layout anda spt ini :

Astinet Modem --- DIR-615

Beberapa pertanyaan lanjutan :

1. Pada saat dikatakan "idle", apakah anda bisa ping ke gateway Astinet?

2. Jika bisa, selanjutnya bisakah anda ping ke DNS Astinet/Telkom?

3. Jika bisa, selanjutnya coba anda paste hasil traceroute ke www.cbn.net.id dan www.yahoo.com

4. Jika 1-3 tidak bisa, dalam kondisi idle itu, coba anda cabut kabel dr modem astinet kemudian pasang di salah satu PC shg menjadi spt ini :

Astinet Modem --- PC

Kemudian assign Public IP yang diberikan Astinet ke PC tsb (lengkap beserta gateway dan DNS-nya, perhatikan subnet-nya karena biasanya provider tidak memberikan blok /24). Kemudian bila sudah, lakukan langkah 1-3 spt diatas dan bagaimana hasilnya.

5. Dalam keadaan idle, bila anda reboot modem Astinet-nya saja, tanpa reboot DIR-615-nya apakah menyelesaikan masalah?

Firmware terbaru utk DIR-615 h/w: B adalah 2.25B02 dapat didownload di
ftp://public.dlink.co.id/Internet%20Gateway/DIR-615/Firmware-Driver-Software/DIR-615B2_FW225B02.rar

Saya tunggu update selanjutnya.

Problem mengatakan...

sebenarnya sebelum mas infokan filenya udah saya download dan coba upgrade.nah pas upgrade itu yang masalah. makanya jadi penasaran. tapi akan saya coba kembali.
ntar saya update lagi.

makasih n maaf baru sempat reply :)

cinexen_intra mengatakan...

dear support,

thanks problem saya sudah teratasi dengan reset dir-300 dan upgrade firmware. memang buat vista bawaan toshiba saya autentifikasi dan enkripsinya harus detail dan assigned manually ya... si expat udah ketawa-ketawa, apalagi sambungan indosat im2 3G dia suka macet2 he he he... thanks for kind support n banyak salam dari Lia...

D-Link Indonesia mengatakan...

To : cinexen_intra

Terima kasih atas update anda. Senang mendengar masalah anda sudah teratasi :-)

Memang beberapa merk Laptop biasanya utk utility wireless-nya ada bawaannya sendiri dan bukan menggunakan bawaan Windows. Tp ini terserah si penggunanya, bisa menggunakan utility bawaan Laptop, bawaan card (dalam hal ini Intel Utility) atau pakai Windows Utility.

Salam balik utk Lia :-)

Yanweka mengatakan...

Saya membeli AP jenis DWL-2100AP, sebenarnya yang ingin saya beli itu D-LINK DIR 300. pertanyaannya adalah, apakah saya boleh menukarnya dengan D-link dir 300. krn memang sebelumnya saya pikir sama.

Tambahan Informasi DWL-2100AP ini masih saya gunakan walaupun jarang sekali. Kardus dan kartu garansi masih lengkap kok.

Mohon tanggapannya. Makasih

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Yanweka

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Untuk masalah tukar menukar barang, ini tergantung reseller atau toko tempat anda membeli. Anda bisa menanyakan ke reseller atau ke toko tempat anda membeli.

Mudah2an membantu

Rabu mengatakan...

D-Link Indonesia, saya seorang pemula. Mau nanya masalah internet.

Saya dan teman saya baru membeli modem D-Link. Saya ambil yg seri DLINK DSL-520T sedangkan teman saya DLINK DSL-520B.

Yg mau saya tanyakan pertama apa perbedaan antara kedua modem tersebut? Mana yg lebih baik?

Lalu saya memakai koneksi internet speedy dan sebelumnya memakai modem merek lain.

Apakah kalau mau mengakses internet lagi saya bisa langsung klik icon koneksi yg telah disetting teknisi dari speedy dulu? Koneksinya tipe PPPoE kalau tidak salah.

Atau untuk modem D-Link baru saya ini harus klik itu tulisan 'create a new connection' lagi?

Dan itu angka-angka internet protocol (tcp/ip) IP dan DNS Server nya apakah boleh dimasukkan angka yg dituliskan teknisinya dulu atau harus angka-angka baru khusus D-Link?

Terakhir untuk modem saya dan teman saya ini apakah siap digunkan atau kami mesti update firmware lagi? Kalau tanpa firmware terbaru apa bisa berjalan lancar? Soalnya cukup rumit langkahnya.

Terima kasih atas jawabannya.

banjir_duit mengatakan...

Saya kemarin beli D-link DWM-652, yang ingin saya tanyakan bagaimana cara setting dilinux, apakah saya harus download sofware untuk linux, klo memang ada dimana saya harus download, terimakasih sebelumnya

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Rabu

Terima kasih atas pertanyaan anda.

DSL-520B adalah penerus DSL-520T, kami sudah tidak memproduksi lagi DSL-520T dan menggantinya ke DSL-520B.

Adapun DSL-520T yang masih beredar dipasaran, kemungkinan besar itu sisa stock lama. Perbedaannya hanya pada chipset, pada DSL-520T kami menggunakan chipset Texas Instruments, sedangkan pada DSL-520B kami menggunakan chipset Broadcom. Secara kualitas sama saja.

DSL-520T dan DSL-520B adalah modem router, jadi anda tidak perlu men-dial PPPoE dari Komputer anda, cukup setting di unitnya saja dan anda bisa menggunakan internet tanpa perlu melakukan dial apa2 lagi di komputer anda.

Masalah pemasangan, setelah memasang DSL-520T maka layout anda akan seperti dibawah ini :

Line telp--DSL-520T---PC

Pada PC, anda hanya cukup set ethernet card anda ke Automatically Assigned IP dan DNS. Nanti otomatis akan dapat IP dan DNS dari si DSL-520T. Selanjutnya anda tinggal masuk kehalaman webUI seperti yang dijelaskan di buku petunjuknya dan memasukkan parameter2 yang diberikan oleh pihak Telkom Speedy spt : nilai VPI, nilai VCI, PPPoE/PPPoA, Username dan password.

Khusus untuk DSL-520T, setelah anda set semua dan klik Apply, anda harus ke halaman Tools --> System dan klik Save and Reboot, agar settingan anda tersimpan secara permanent.

Bila tidak ada masalah, firmware tidak perlu diupgrade. Memang ada beberapa wilayah dimana modem D-Link khususnya yg T series agar diupgrade firmwarenya menggunakan ATM dan Datapump versi baru agar bisa bekerja mulus dengan jaringan Telkom Speedy. Namun tidak semua daerah spt ini.

Andai kata anda membutuhkan upgrade, anda bisa download firmwarenya di ftp://public.dlink.co.id/ADSL%20Modem-Router/DSL-520T/Firmware-Driver-Software/DLinkEU_DSL-520T_V3.02B01T01.EU_20081031.rar

Upgrade dilakukan via webUI dan cukup mudah dilakukan.

Mudah2an membantu

andika mengatakan...

mw mnta tolong nih..yang pnya Manual Book tntng PPPoE tolong sy dikirimin om..ke cidawang@gmail.com ja...
makasih ya

«Paling tua ‹Lebih tua   1 – 200 dari 1938   Lebih baru› Terbaru»