Jumat, September 12, 2008

Inter-VLAN Routing plus LACP pada D-Link Manageable Switch

Bagi yang belum tahu, mungkin hanya mengenal D-Link sbg SOHO product. Pada kenyataannya kita mempunyai line product yang lengkap baik untuk SOHO, SMB, SME, Enterprise bahkan Telco sekalipun :-)

Pada kesempatan ini saya akan membahas mengenai VLAN, Inter-VLAN Routing dan LACP pada D-Link Manageable Switch. Mengapa hal itu yang dibahas duluan? Dilihat dari kenyataan lapangan, 3 fitur tersebut yang paling banyak digunakan. Disini saya akan menggunakan DES-3828 sebagai L3 Switch dan DES-3026 sebagai L2 Switch.

Topology-nya spt dibawah ini :




Langkah2nya :

DES-3828 :

1. Buat VLAN



2. Buat VLAN Interface utk masing-masing VLAN



3. Buat Link Aggregation untuk trunking port 1 dan 2



4. Assign tagging port dari masing-masing VLAN ke port 1 dan 2



5. Show VLAN, pastikan port 1 dan 2 masuk dalam tagged port pada masing-masing VLAN



6. Show Link Aggregation dan Show LACP



7. Show Interface masing-masing VLAN



8. Show Routing Tables


9. Show Switch (Cek IP address Switch dan VLAN Management) :




DES-3026 :

1. Buat VLAN



2. Buat Link Aggregation untuk trunking port 1 dan 2



3. Delete port 3-17 dari VLAN default



4. Assign port 3-7 sebagai anggota (un-tagged) VLAN DUA, port 8-12 sebagai anggota (un-tagged) VLAN TIGA dan port 13-17 sebagain anggota (un-tagged) VLAN EMPAT



5. Assign port 1 dan 2 sebagai tagged port untuk masing-masing VLAN DUA, VLAN TIGA dan VLAN EMPAT



6. Show VLAN, pastikan semua port masuk ke dalam VLAN yang benar



7. Show Link Aggregation dan Show LACP



8. Show Switch (Cek IP address Switch dan VLAN Management) :




Tes apakah inter-VLAN routing dan LACP sudah berjalan dengan baik atau belum :

1. Plug PC ke port 3-7 dan assign IP Address 192.168.2.2/24 dengan Gateway 192.168.2.1, ping ke Gateway 192.168.2.1, 192.168.3.1, 192.168.4.1



2. Plug PC ke port 8-12 dan assign IP Address 192.168.3.2/24 dengan Gateway 192.168.3.1, ping ke Gateway 192.168.3.1, 192.168.2.1, 192.168.4.1



3. Plug PC ke port 13-17 dan assign IP Address 192.168.4.2/24 dengan Gateway 192.168.4.1, ping ke Gateway 192.168.4.1, 192.168.2.1, 192.168.3.1

67 komentar:

atmadhi@radiant-utama.com mengatakan...

tanya ttg switch
sebenernya bedanya anatara switch manageable layer 2 dan switch manageable layer 2 itu apa?
dan, kalo saya buat jaringan dengan segementasi jaringan menggunakan vlan apakah masih perlu router utk menghubungkan antar vlan tersebut?
terima kasih sebelumnya....

D-Link Indonesia mengatakan...

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Maksud pertanyaannya adalah apa bedanya layer 2 dan layer 3 managed switch? Scr singkat bedanya hanya di fungsi routing-nya, layer 3 switch bisa melakukan routing (static dan dynamic) sdgkan layer 2 tidak bisa (walaupun ada beberapa switch dgn tagline "layer 2+" yaitu layer 2 switch dgn static routing).

Untuk pertanyaan kedua, itu tergantung kebutuhan anda, bila antar vlan itu tidak perlu komunikasi maka tidak perlu adanya fungsi router, misalnya hanya ada 3 vlan, vlan A, vlan B dan vlan C, dan ketiga vlan itu tidak saling berhubungan sama sekali, maka tidak perlu fungsi routing disini.

Namun bagaimana jika ingin membagi vlan tp masing2 vlan bisa konek ke server yang sama namun antar vlan tetap tidak bisa komunikasi. D-Link punya solusi utk mengatasi ini yaitu dgn menggunakan Asymmetric VLAN, misalnya File Server bisa diakses oleh vlan A, vlan B dan vlan C, sedangkan antara vlan A, B dan C sendiri tidak bisa saling komunikasi. Itu adalah salah satu penggunaan dari Asymmetric VLAN

Mudah2an membantu

rAdEn DhUrO mengatakan...

mas kebetulan saya suka dg artikel ini....
misal...aku sekarang pakek 3c0m 4500G
vlan default = port 1-4 dg ip 192.168.1.5/24
valan satu = port 5-8 dg ip 192.168.3.5/24
vlan dua = port 9-12 dg ip 192.168.4.5/24
vlan tiga = port 13-16 dg ip 192.168.5.5/24

sekarang yg saya tanyakan bagaimana agar vlan dua dan vlan tiga tidak adapat berhubungan tetapi vlan satu dapat di request vlan dua dan vlan tiga karena server ada di vlan satu....mgkin ada solusih nih...saya tunggu jawabanyya...trims...!!!!

D-Link Indonesia mengatakan...

To : rAdEn DhUrO

Terima kasih atas pertanyaan anda.

Mohon maaf sebelumnya, dikarenakan ini blog resmi D-Link Indonesia, maka saya tidak bisa menjawab mengenai cara setting pada merk kompetitor :-)

Saya akan menjelaskan dari sisi D-Link : pada switch D-Link terdapat fitur Access List, jadi kita bisa set misalnya vlan A dgn block 192.168.1.0/24 tidak bisa akses ke vlan B dgn block 192.168.0.0/24 tp bisa akses ke vlan C dgn block 192.168.5.0/24.

Contoh block dr vlan tamu dgn net 192.168.1.0/24 ke net 192.168.0.0/24 utk port 1-4 :

# ACL

create access_profile ip vlan source_ip_mask 255.255.255.0 destination_ip_mask 255.255.255.0 profile_id 1
config access_profile profile_id 1 add access_id 1 ip vlan TAMU source_ip 192.168.1.0 destination_ip 192.168.0.0 port 1 deny
config access_profile profile_id 1 add access_id 2 ip vlan TAMU source_ip 192.168.1.0 destination_ip 192.168.0.0 port 2 deny
config access_profile profile_id 1 add access_id 3 ip vlan TAMU source_ip 192.168.1.0 destination_ip 192.168.0.0 port 3 deny
config access_profile profile_id 1 add access_id 4 ip vlan TAMU source_ip 192.168.1.0 destination_ip 192.168.0.0 port 4 deny

Untuk kasus anda, bila jumlah node tidak banyak, maka bisa menggunakan fitur unik D-Link yaitu Asymmetric VLAN. Keunggulannya : mudah dan tidak ada routing antar VLAN (artinya tidak perlu beli L3 switch), dan semua satu block network. Misalnya ada 3 vlan : vlan server, vlan finance dan vlan accouting.

Vlan finance dan vlan accounting bisa akses ke vlan server namun vlan finance dan vlan accounting tidak bisa akses satu sama lain. Namun semuanya masih dalam network yg sama yaitu 192.168.1.0/24 misalnya.

Mudah2an membantu

SnediX a.k.a sN12 mengatakan...

salam,
saya bingung ketika menggunakan syntaxnya pada DES-3526, berbeda ya syntaxnya? adakah konfigurasi untuk 3526? Mohon pencerahannya.

terimakasih.

D-Link Indonesia mengatakan...

To : SnediX a.k.a sN12

Terima kasih atas pertanyaan anda.

"saya bingung ketika menggunakan syntaxnya pada DES-3526, berbeda ya syntaxnya? adakah konfigurasi untuk 3526?"

---> CLI semua D-Link Managed Switch sama, tapi karena DES-3800 Series adalah L3 Switch sementara DES-3500 Series adalah L2 Switch maka beberapa fitur tidak ada misalnya untuk create interface dan iproute.

Anda ingin setting DES-3526 spt apa?

CLI Guide DES-3500 Series bisa didownload di ftp://public.dlink.co.id/Switch/MANAGED/DES-3500%20Series/Manual-QIG/DES-3500%20CLI%20Manual_R5.1.pdf

Mudah2an membantu

snedix mengatakan...

wah terimakasih untuk balasannya. cepat sekali. ya itu, konfigurasi vlan namun menggunakan 3526. saya sudah baca2 manualnya dari cd bawaannya namun belum bisa memahami untuk mensinkronkan antara tutorial diatas. kami punya 2 buah switch 3526 adakah konfigurasi yang tepat? jika tidak ada bagaimana solusinya? mohon pencerahannya. saya ingin memaksimalkan utilitas kedua switch tersebut.

terimakasih.

D-Link Indonesia mengatakan...

To : snedix

Terima kasih atas pertanyaan anda.

"wah terimakasih untuk balasannya. cepat sekali."

---> Tidak selalu cepat :-) tergantung load kerjaan juga hehehe

"konfigurasi vlan namun menggunakan 3526. saya sudah baca2 manualnya dari cd bawaannya namun belum bisa memahami untuk mensinkronkan antara tutorial diatas."

---> Tutorial diatas itu untuk men-demonstrasikan bagaimana membuat vlan dan routing antar vlan itu via LACP link.

"kami punya 2 buah switch 3526 adakah konfigurasi yang tepat? jika tidak ada bagaimana solusinya?"

---> Jika anda ingin membuat vlan pada kedua switch itu cukup ikuti langkah2 membuat vlan-nya saja, tanpa membuat interface atau lacp link.

Misalnya :

DES-3526-1-----DES-3526-2

Koneksi antara 1 dan 2 menggunakan port 25. Dan masing2 switch ada 3 vlan, misalnya vlan A,B,C

Setting di kedua switch :

#keluarkan semua port dr vlan default
config vlan default delete 1-26
#create masing2 vlan
create vlan A tag 2
create vlan B tag 3
create vlan C tag 4
#assign port sbg untagged port ke masing2 vlan tsb
config vlan A add untagged 1-8
config vlan B add untagged 9-16
config vlan C add untagged 17-24
#assign port 25 sbg tagged port yang utk ketiga vlan tsb
config vlan A add tagged 25
config vlan B add tagged 25
config vlan C add tagged 25
#simpan konfigurasi
save

Lalu anda bisa tes dgn plug sebuah PC ke port 1 pada DES-3526-1 dan sebuah PC ke port 1 pada DES-3526-2, set IP yang satu subnet kemudian ping, maka kedua PC bisa berhubungan. Jika anda pindahkan PC ke port 2 pada DES-3526-2 maka tidak bisa berhubungan lagi karena sudah beda vlan.

Mudah2an membantu

Psilocybin Attack mengatakan...

bisakah kita menghubungkan dua subnet yg berbeda menggunakan switch layer 2 saja tanpa perangkat managed switch?

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Psilocybin Attack

Terima kasih atas pertanyaan anda.

"bisakah kita menghubungkan dua subnet yg berbeda menggunakan switch layer 2 saja tanpa perangkat managed switch?"

---> Untuk me-route 2 subnet yang berbeda, mutlak dibutuhkan sebuah router atau L3 switch (L3 switch adalah L2 switch + fungsi router). Jadi anda tidak bisa me-route 2 subnet tanpa router.

Bila anda sudah punya L2 Managed Switch dan ingin route antar subnetnya, anda bisa tambahkan router/firewall yang support vlan, misalnya DFL-210/800. Jadi layoutnya :

DFL-210----L2ManagedSwitch

Antara DFL-210 dan L2Managed Switch adalah tag port yang membawa vid dari 2 subnet tsb dan route 2 subnet tsb di DFL-210.

Namun bila tujuan anda ingin segmentasi jaringan saja dan tetap mengijinkan segment2 itu mengakses segment lain, anda bisa gunakan fitur kami yaitu Asymmetric VLAN. Bisa dibaca disini http://blog.dlink.co.id/2009/06/asymmetric-vlan.html

Mudah2an membantu

symbalpecah mengatakan...

Konfigurasi diatas, bisa dijadikan redundant link ??


Terima Kasih
wiwid

D-Link Indonesia mengatakan...

To : symbalpecah

Terima kasih atas pertanyaan anda.

"Konfigurasi diatas, bisa dijadikan redundant link ??"

---> LACP adalah link aggregation artinya bisa juga dianggap redundant link dalam arti kalo satu kabel unplug atau putus, koneksi masih berjalan normal.

Dalam contoh diatas 2 port di aggregate menjadi 1 virtual port.

Namun bila topologi anda ring, maka lacp tetap harus dikombinasi dgn STP.

Mudah2an membantu

symbalpecah mengatakan...

Terima kasih DLINK Indonesia,, responnya sangat cepat..kebetulan topologi saya sdh ring,, saya sudah coba konfig port dg STP,,bisa dijelaskan kembali versi STP untuk MSTP, RSTP.. sebaiknya saya menggunakan apa...

D-Link Indonesia mengatakan...

To : symbalpecah

Terima kasih atas pertanyaan anda.

"bisa dijelaskan kembali versi STP untuk MSTP, RSTP.. sebaiknya saya menggunakan apa..."

---> Jika anda sudah membaca URL yang saya berikan sebelumnya yaitu http://support.dlink.co.id/STP/index.html, disitu dijelaskan dengan detail perbedaan RSTP dan MSTP.

Perbedaan dasarnya adalah STP dan RSTP tidak support utk VLAN. Sementara MSTP support untuk VLAN.

Mengenai yang harus anda gunakan, tergantung anda menggunakan VLAN atau tidak, jika ya maka anda harus menggunakan MSTP karena banyak VLAN yang butuh individual STP.

Mudah2an membantu

symbalpecah mengatakan...

Terima kasih banyak atas infonya...

Sukses terus untuk D-Link Indonesia ...


Wiwid

D-Link Indonesia mengatakan...

To : symbalpecah/Wiwid

"Terima kasih banyak atas infonya... Sukses terus untuk D-Link Indonesia ..."

---> Sama2 :-). Sukses selalu juga untuk anda. Tetap selalu gunakan produk2 D-Link :-)

Lifin mengatakan...

Hi...
salam kenal.
to the point aja ya, :-)
bisa nggak ya masing2 port pada DES-3526 kita batasi range ip addressnya? misalnya network menggunakan 192.168.0.0/23 dan hanya ada satu vlan.

port 1----> range ip addressnya 192.168.0.0 - 192.168.0.63

port 2----> range ip addressnya 192.168.0.64 - 192.168.0.127

port 3-----> dst

masing2 networknya bisa saling berkomunikasi.

ok, dtunggu penjelasannya

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Lifin

Terima kasih atas pertanyaan anda.

"bisa nggak ya masing2 port pada DES-3526 kita batasi range ip addressnya? misalnya network menggunakan 192.168.0.0/23 dan hanya ada satu vlan.
port 1----> range ip addressnya 192.168.0.0 - 192.168.0.63
port 2----> range ip addressnya 192.168.0.64 - 192.168.0.127
port 3-----> dst
masing2 networknya bisa saling berkomunikasi."

---> Maksudnya anda ingin masing2 port hanya untuk range network tertentu sementara semua port berada dalam vlan yang sama?

Hal ini tidak bisa dilakukan karena switch tidak punya kontrol thd IP yang lewat di-dirinya, DES-3526 adalah L2 devices jd dia hanya forwarding based on mac address yg ada di fdb table.

Kalau boleh tahu mengapa anda membutuhkan konfigurasi spt itu? mungkin saya bisa bantu dgn solusi lainnya?

Mudah2an membantu

Aheng mengatakan...

Saya ada beberapa DES-3026 tapi belum saya maksimalkan dengan Vlan, sebelumnya beberapa yang sya baca artikel vlan hanya yang dari cisco managable sw, dan biasanya saya hanya coba remote DES-3026 sya via browser.
Pertanyaan saya :
1 . ketika saya set IP 3026 saya dah sudah bisa di akses, kok waktu mau akses lain kali IP tersebut tidak bisa di panggil lagi, dan setelah saya cek kembali de defaul lagi, bagaimana cara menyimpat konfigurasinya??
2. bagaimana mengintegrasikan vlan 3026 (layer 2) dengan router no Dlink seperti miktorik??

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Aheng

Terima kasih atas pertanyaan anda.

"1 . ketika saya set IP 3026 saya dah sudah bisa di akses, kok waktu mau akses lain kali IP tersebut tidak bisa di panggil lagi, dan setelah saya cek kembali de defaul lagi, bagaimana cara menyimpat konfigurasinya??"

---> Anda harus Save Configuration di Main Menu, Save Changes, lalu pilih Save All.

Yang paling enak adalah setting lewat CLI lalu setelah setting ketik save

"2. bagaimana mengintegrasikan vlan 3026 (layer 2) dengan router no Dlink seperti miktorik??"

---> Intinya sama saja dengan contoh diatas, minus LACP part. Nah pada settingan L3 switch diatas dilakukan di router anda, anda bisa baca user manual router anda untuk membuat vlan dan vlan-interfaces.

Mudah2an membantu

Puguh mengatakan...

Postingan ini membantu sekali dalam menyeting xstack.
Saya mo tanya lagi soal DES-3526 Pak.
Saya perlu mixed traffic vlan-voice dan vlan-data untuk bbrp site (kalo di cisco tinggal ditambah "switchport voice vlan" dan cos) sehingga vlan data dan voice bisa 1 port saja, tapi saya tidak bisa menemukan caranya di switch d-link ini. Atau memang seri ini belum mendukung untuk itu? Kalau sudah mendukung, bisa dibantu konfigurasinya? Terima kasih.

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Puguh

Terima kasih atas pertanyaan anda.

"Saya mo tanya lagi soal DES-3526 Pak.Saya perlu mixed traffic vlan-voice dan vlan-data untuk bbrp site (kalo di cisco tinggal ditambah "switchport voice vlan" dan cos) sehingga vlan data dan voice bisa 1 port saja, tapi saya tidak bisa menemukan caranya di switch d-link ini. Atau memang seri ini belum mendukung untuk itu? Kalau sudah mendukung, bisa dibantu konfigurasinya?"

---> Seri DES-3500 (DES-3526/3550) belum support voice vlan scr dynamic (based on OUI), yang sudah support adalah seri DES-3528/52 (DES-3528/3528P/3528DC/3552). Namun untuk mendukung kebutuhan anda bisa gunakan cara ini :

Misalnya port 1-12 itu utk vlan diberikan vid 2, sementara data digunakan vid 3. Maka set untagged port utk port 1-12 ke vid 3 dan tagged port utk port 1-12 ke vid 2.

Commandnya (saya contohkan di DES-3028P, tp sama saja utk DES-3526):

DES-3028P:4#config vlan vlanid 1 delete 1-12

DES-3028P:4#create vlan voip tag 2

DES-3028P:4#create vlan keuangan tag 3

DES-3028P:4#config vlan vlanid 2 add tagged 1-12

DES-3028P:4#config vlan vlanid 3 add untagged 1-12

Nanti di IP-Phonenya tinggal set VID-nya ke 2.

Begitu ada traffic dari IP-Phone maka akan ditruskan ke VLAN 2, contoh paketnya :

http://img69.imageshack.us/img69/215/vidvoip.jpg

Mudah2an membantu

Agung mengatakan...

Mas saya mau tanya. Utk switch d-link yg ini setiap vlan bisa dikasih ip atau beberapa range ip??
Atau misal 1 port utk sebuah vlan bisa sikasih 2 ip yg beda segmen?

Terima kasih

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Agung

Terima kasih atas pertanyaan anda.

"Utk switch d-link yg ini setiap vlan bisa dikasih ip atau beberapa range ip??
Atau misal 1 port utk sebuah vlan bisa sikasih 2 ip yg beda segmen?"

---> VLAN adalah Layer 2 sementara IP adalah Layer 3. Jadi tidak ada hubungan antara VLAN dengan IP assignment. VLAN hanya membuat segmentasi shg broadcast domain menjadi lbh kecil.

VLAN tidak bisa diberikan IP, yang bisa diberikan IP adalah VLAN interface dan ini hanya digunakan pada Layer 3 Switch untuk route antar VLAN.

Desain yang baik 1 VLAN tentu 1 Segment karena bila satu VLAN lebih dari 1 segment akan menyulitkan pada saat troubleshooting nanti dan IP scheme menjadi sulit didokumentasikan.

Mudah2an membantu

Luqman alghifari mengatakan...

Dear D- Link Indonesia,

Saya mempunyai D-Link DES 3026, tapi semua CD atau manual booknya hilang, sekarang saya bingung untuk mendapatkan IP dari D-Link tersebut, Bagaimana saya mendapatkan IP tersebut.

untuk dapat masuk kedalam OS D-Link tersebut menggunakan command apa yah, maaf sebelumnya saya newbie.

Kemudian..apakah bisa D-Link tersebut di jadikan sebagai single V-Lan yang terkonfigurasi. terkait dengan article yang anda tulis.


terima kasih

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Luqman alghifari

Terima kasih atas pertanyaan anda.

"Saya mempunyai D-Link DES 3026, tapi semua CD atau manual booknya hilang,"

---> Anda bisa buka ftp://public.dlink.co.id/Switch/MANAGED/DES-3000%20Series/, disitu terdapat manual dan firmware terbaru. Buka URL tsb dgn Firefox.

"sekarang saya bingung untuk mendapatkan IP dari D-Link tersebut, Bagaimana saya mendapatkan IP tersebut."

---> Anda bisa akses via console port-nya caranya : ftp://public.dlink.co.id/Switch/MANAGED/Koneksi-Switch-via-Hyperterminal.pdf

"untuk dapat masuk kedalam OS D-Link tersebut menggunakan command apa yah, maaf sebelumnya saya newbie."

---> Setelah anda masuk ke console, anda bisa set sesuai dgn yg anda mau. Anda bisa lihat CLI manual guide di URL yg saya berikan sebelumnya.

"apakah bisa D-Link tersebut di jadikan sebagai single V-Lan yang terkonfigurasi"

---> Single VLAN? Maksud ada hanya set satu buah VLAN? By default switch managed itu terdapat 1 VLAN default yaitu VLAN dgn VID 1, maka jika anda ingin jadi satu VLAN tanpa mengubah VID, maka anda tidak perlu set apa2.

Mudah2an membantu

Luqman alghifari mengatakan...

Terima kasih...

solusi anda membantu sekali..


Thanks

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Luqman alghifari

"Terima kasih...
solusi anda membantu sekali.."

---> Sama2, tetap selalu gunakan produk2 D-Link :-)

Mudah2an membantu

Luqman alghifari mengatakan...

mas saya mau tanya lagi bolehkan...:D

rencananya saya ingin menggunakan Sp**dy sebagai ISP company saya, dengan membeli paket yang sama dengan jumlah 3 line unlimited yang artinya kita menggunakan 3 modem adsl, apakah D-link 3026 itu support dengan PPPoE, kira-kira schematics dan config vlan apa yang dapat saya terapkan di D link 3026 tersebut. mohon bantuannya..

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Luqman alghifari

Terima kasih atas pertanyaan anda.

"membeli paket yang sama dengan jumlah 3 line unlimited yang artinya kita menggunakan 3 modem adsl, apakah D-link 3026 itu support dengan PPPoE, kira-kira schematics dan config vlan apa yang dapat saya terapkan di D link 3026 tersebut."

---> DES-3026 itu hanya L2 Switch dan bukan router. Disini anda butuh router yang bisa melakukan outbound load balancing 3 WAN. Anda bisa gunakan DFL-800/860 untuk melakukan ini, DFL-800/860 mempunyai 2 WAN, 1 DMZ (yg bisa diset sbg WAN ke-3) dan 7 LAN Port. Jadi layoutnya menjadi :

Inet--3line--DFL-800/860--DES-3026

Untuk VLAN nanti bisa diatur di DFL-800/860 dan DES-3026 tergantung policy yang akan anda terapkan.

Note : Just saran, penggunaan 3 line Internet dari provider dan infrastructure yang sama tidak begitu baik, karena bila ada problem di sisi infrastructure dan provider maka anda akan terputus sama sekali. Jika ditempat anda ada provider lainnya anda bisa mix 3 provider dengan 3 infrastructure yang berbeda misalnya 1 line ADSL, 1 line cable modem dan 1 line metro-ethernet.

Mudah2an membantu

Luqman alghifari mengatakan...

terima kasih pak....:D

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Luqman alghifari

"terima kasih pak....:D"

---> Sama2, tetap selalu gunakan produk2 D-Link.

Mudah2an membantu

Stupid mengatakan...

artikel yang sangat bagus, membantu banget pas malem2 gini :D, pak skalian tanya boleh kan,...

menggunakan switch L3 dengan Router lebih menguntungkan mana? soalnya saya ada rencana menggunakan 3-4 vLan dengan 1 manageble Switch dan 1 router untuk 2-3 ISP.
kemudian, rencana saya juga mau menambah WiFi.

gambaran saya, saya memisahkan, vLan 2 untuk browsing, vLan 3 untuk Game, dan vLan 4 untuk WiFi.

kalau menurut anda, lebih maksimal mana,load balancing atau satu vLan 1 ISP ? mungkin untuk wifi bisa load balancing dengan browsing?

hampir lupa, lebih baik menggunakan subnetting atau VLSM untuk menyederhanakan blok IP untuk tiap vLan? rancangan saya saat ini menggunakan subnetting, dan apa bisa swicth L3 melakukan routing protokol RIP V2 atau OSPF? terlebih untuk produk D-Link.
kalau saya lebih senang menggunakan OSPF,

untuk device, saya belum menentukan pilihan, kalau D-Link ada yang bagus, dan harga terjangkau(antara harga dan kualitas + after sales bagu), Insya Allah saya pakai D-Link. terlebih lagi kalau ditambah free bantuan untuk settingnya sekalian, heheheheheh :D

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Stupid

Terima kasih atas pertanyaan anda.

"artikel yang sangat bagus, membantu banget pas malem2 gini"

---> Terima kasih atas komentarnya yang baik :-)

"pak skalian tanya boleh kan,..."

---> Tentu boleh :-)

"menggunakan switch L3 dengan Router lebih menguntungkan mana? soalnya saya ada rencana menggunakan 3-4 vLan dengan 1 manageble Switch dan 1 router untuk 2-3 ISP."

---> Jawabannya tergantung kebutuhan. Bila yang dibutuhkan hanya routing, maka L3 switch sudah mampu menangani ini, namun bila dibutuhkan NAT dalam kasus anda, maka router lebih tepat. L3 switch yang bisa melakukan NAT biasanya hanya tipe high end, di D-Link sendiri hanya tipe chassis (DES-7200) yang bisa melakukan NAT dgn service module tambahan (ASE1).

"kalau menurut anda, lebih maksimal mana,load balancing atau satu vLan 1 ISP ? mungkin untuk wifi bisa load balancing dengan browsing?"

---> Lebih baik load balancing atau policy based routing plus failover utk mengeliminasi single point of failure dari connection.

"lebih baik menggunakan subnetting atau VLSM untuk menyederhanakan blok IP untuk tiap vLan? rancangan saya saat ini menggunakan subnetting,"

---> Sama saja, ini hanya alokasi IP saja. Untuk network small-size spt yang anda jelaskan, satu vlan satu subnet lebih mudah dan sederhana.

"dan apa bisa swicth L3 melakukan routing protokol RIP V2 atau OSPF? terlebih untuk produk D-Link."

---> L3 Switch D-Link support RIPv1/v2, OSPF dan BGP. Khusus utk BGP hanya dimiliki oleh seri DGS-3600.

"kalau saya lebih senang menggunakan OSPF,"

---> Untuk network dibawah 10 segment, menggunakan static routing lebih mudah, jadi karena network anda hanya punya 4 segment, static routing lebih mudah.

"untuk device, saya belum menentukan pilihan, kalau D-Link ada yang bagus, dan harga terjangkau(antara harga dan kualitas + after sales bagu)"

---> Produk2 kami khususnya managed switch, firewall, wireless mempunyai warranty limited lifetime tanpa harus membeli services tambahan apa2 lagi, jadi bisa menjadi pilihan terbaik utk anda :-)

"kalau ditambah free bantuan untuk settingnya sekalian, heheheheheh :D"

---> Anda bisa posting disini atau menghubungi tim support kami di blog-support@dlink.co.id (email lgs ke blog-support hanya untuk enterprise product, untuk retail product bisa kirim email ke support@dlink.co.id) bila ada kesulitan setting dan itu FREE :-)

Saran kami utk network anda, cukup gunakan firewall dan 1 buah L2 switch saja. Jadi firewall tsb sudah berfungsi utk inter-vlan routing, access control, bandwidth management, dan tentu saja routing (termasuk load balancing, policy based routing atau failover).

Tipe yang bisa anda gunakan :

- Firewall : DFL-210(mendukung up to 2 WAN)/DFL-800 (mendukung up to 3 WAN) (ftp://public.dlink.co.id/Firewall/DFL-210-800-1600-2500/Datasheet/DFL-210_800_1600_2500_Datasheet_18(W).pdf)
- Switch : DES-3526 (ftp://public.dlink.co.id/Switch/MANAGED/DES-3500%20Series/Datasheet/DES-3500%20Series_A5_Datasheet_14(W).pdf)
- Wireless : DWL-2100AP (ftp://public.dlink.co.id/Wireless/DWL-2100AP/Datasheet/DWL-2100AP_A4_Datasheet_Rev_07+For+WW.pdf) atau DWL-3200AP (ftp://public.dlink.co.id/Wireless/DWL-3200AP/Datasheet/DWL-3200AP_B1_Datasheet_12(W).pdf)

Anda bisa baca ini jg sbg referensi : http://blog.dlink.co.id/2009/08/desain-network-yang-simpel.html

Mudah2an membantu

Stupid mengatakan...

wah cepet banget nih responya,...manteb dah D-LINK

kalau boleh tau, harga Manageble Switch L2 48 port/ 24 port berapa ?

Firewall DFL-800 berapa pak?

perkiraan 40 client pak.

terima kasih

D-Link Indonesia mengatakan...

To : Stupid

Terima kasih atas pertanyaan anda.

"kalau boleh tau, harga Manageble Switch L2 48 port/ 24 port berapa ?
Firewall DFL-800 berapa pak?
perkiraan 40 client pak."

---> Mohon maaf sebelumnya, kami di tim blog support tidak diperkenankan memberikan harga. Anda bisa hubungi salah satu reseller kami disini : http://www.dlink.co.id/corporate/wheretobuy.asp

Atau bisa juga hubungi distributor kami yaitu PT. Sistech Kharisma atau PT. Berca Computel.

Mudah2an membantu

martin_bernadi mengatakan...

Mau tanya tipe D-Link yg Manage..kira2 spt Cisco 2950 atau 3750.....trims.....(skr saya dah pakai sekitar 75 pcs Des1008)

D-Link Indonesia mengatakan...

To : martin_bernadi

Terima kasih atas pertanyaan anda.

"Mau tanya tipe D-Link yg Manage..kira2 spt Cisco 2950 atau 3750.....trims"

---> Anda bisa gunakan DES-3526 L2 Managed Switch dan DGS-3627 L3 Managed Switch.

Datasheet DES-3526 : http://goo.gl/Jncl

Datasheet DGS-3627 : http://goo.gl/WZkj

Mudah2an membantu

martin_bernadi mengatakan...

Trims D-Link utk informasinya....

D-Link Indonesia mengatakan...

To : martin_bernadi

"Trims D-Link utk informasinya"

---> Sama2 :-)

Mudah2an membantu

martin_bernadi mengatakan...

Mau tanya harga DGS 3627 dan DES 3526, kontak ke Systech ditransfer kesana kemari, trus Tunggu sampai telepon Putus.....trims

D-Link Indonesia mengatakan...

To : martin_bernadi

Terima kasih atas pertanyaan anda.

"Mau tanya harga DGS 3627 dan DES 3526, kontak ke Systech ditransfer kesana kemari, trus Tunggu sampai telepon Putus"

---> Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang anda rasakan, anda bisa hubungi PT. Berca Computel dengan Ibu Merni Wirawan (0818185666/02191969555). Untuk PT. Sistech Kharisma, anda bisa hubungi langsung Product Manager-nya yaitu Bapak Eko Subijoyo (08151683666/02193123737)

Mudah2an membantu

martin_bernadi mengatakan...

Terima kasih untuk infonya....

Sukses D-Link.

D-Link Indonesia mengatakan...

To : martin_bernadi

"Terima kasih untuk infonya"

---> Sama2 :-)

"Sukses D-Link."

---> Sukses juga untuk anda dan keluarga, oh ya, khusus utk DES-3526 kami ada promo di Indocomtech 2010, lihat disini http://blog.dlink.co.id/2010/11/d-link-hadir-kembali-di-indocomtech.html

Mudah2an membantu

martin_bernadi mengatakan...

Halo D-Link,

Mau minta tolong untuk setup DES-3526.dng address 192.168.150.2

- port 1-7 dng VID 101
- port 8-15 dng VID 102
- port 16-24 dng VID 103

DES-3526 terkonek ke Cisco-6500.(192.168.150.1)

trims sebelumnya.

D-Link Indonesia mengatakan...

To : martin_bernadi

Terima kasih atas pertanyaan anda.

"Mau minta tolong untuk setup DES-3526.dng address 192.168.150.2"

---> Commandnya :
##Ubah ip ke 192.168.150.2 :
config ipif System ipaddress 192.168.150.2/24
##Arahkan gateway ke 192.168.150.1 (asumsi 192.168.150.1 adalah gateway)
create iproute default 192.168.150.1

"- port 1-7 dng VID 101"

---> commandnya :
create vlan 101 tag 101
config vlan 101 add untagged 1-7

"- port 8-15 dng VID 102"

---> commandnya :
create vlan 102 tag 102
config vlan 102 add untagged 8-15

"- port 16-24 dng VID 103"

---> commandnya :
create vlan 103 tag 103
config vlan 103 add untagged 16-24

Asumsi port 25 adalah tag/trunk port ke cat6500 :

config vlan 101 add tagged 25
config vlan 102 add tagged 25
config vlan 103 add tagged 25

Terakhir ketik :

save

Untuk interoperability dgn Cisco,bisa baca postingan berikut : http://goo.gl/qPg1I

Mudah2an membantu

martin_bernadi mengatakan...

Bravo.....

Terima kasih D-Link Support...

Sukses Selalu.....

D-Link Indonesia mengatakan...

To : martin_bernadi

"Terima kasih D-Link Support"

---> Sama2 :-)

"Sukses Selalu"

---> Sukses juga untuk anda dan keluarga serta org2 yang anda sayangi.

Mudah2an membantu dan tetap selalu gunakan produk2 D-Link :-)

agi_i5 mengatakan...

pak boleh tanya ga ?
need banget bantuannya
saya ceritain dulu kondisi jaringan saya

ada 6 ruangan yang dimana masing2
mempunyai 2 switch tipe des-1526+
nah setiap 2 switch ini ditarik kabel lagi menuju switch des-3526
nah pertanyaan saya gini
bisa ga kita configurasi vlannya di des-3526 saling berhubungan satu sama lain
misalkan contoh
ada 6 vlan yang dipakai
vlan 1 : port 1 dan port 5
dengan ip address
192.168.1.x
vlan 2 : port 2 dan port 6
dengan ip address
192.168.2.x
vlan 3 : port 3 dan port 7
dengan ip address
192.168.3.x
vlan 4 : port 4 dan port 8
dengan ip address
192.168.4.x
vlan 5 : port 9 dan port 13
dengan ip address
192.168.5.x
vlan 6 : port 10 dan port 14
dengan ip address
192.168.10.x

nah 6 vlan ini rencananya
bisa akses / tuker data satu sama lain misalkan sharing file antara
vlan 1 dengan vlan 2 begitu seterusnya
bisa ga pak
mohon bantuannya
thanks banget pak
^^

D-Link Indonesia mengatakan...

To : agi_i5

Terima kasih atas pertanyaan anda.

"pak boleh tanya ga ?"

---> Tentu boleh dunk :-)

"nah 6 vlan ini rencananya
bisa akses / tuker data satu sama lain misalkan sharing file antara
vlan 1 dengan vlan 2 begitu seterusnya bisa ga pak"

---> Untuk inter-VLAN routing, anda harus mempunyai L3 Switch misalnya DES-3828 atau DGS-3627. Kondisi jaringan anda sekarang hanya L2 Switch (DES-3526) dan Smart Switch (DES-1526). Jadi tidak bisa melakukan inter-VLAN routing.

Setting inter-VLAN routing persis spt contoh diatas.

Mudah2an membantu

agi_i5 mengatakan...

oh gitu
lanjut lagi yah pak
kalo misalkan kita
masih tetep vlan
terus kita mau tuker data
lewat server bisa ga ?
jadi di server nyediakan akses
sharing folder
dimana folder tersbut bisa di akses
oleh vlan mana saja ?

D-Link Indonesia mengatakan...

To : agi_i5

Terima kasih atas pertanyaan anda.

"kalo misalkan kita
masih tetep vlan
terus kita mau tuker data
lewat server bisa ga ?
jadi di server nyediakan akses
sharing folder
dimana folder tersbut bisa di akses oleh vlan mana saja ?"

---> Bisa dgn kondisi :

1. NIC pada server itu VLAN aware, jadi NIC pada server itu diset tagging ke vlan id yang ada dan port yang di-connect ke server itu diset tag port. Dan bila IP VLAN-nya berbeda maka buat sub-interface masing2 VLAN di NIC Server anda.

atau 2. Menggunakan fitur Asymmetric VLAN dari D-Link, lihat postingan berikut : http://goo.gl/U3wqn
Dengan fitur Asymmetric VLAN, IP yang digunakan semua VLAN berada dalam subnet yang sama.

Mudah2an membantu

vivadempo'98 mengatakan...

tanya tentang DES-3550,
DES-3550 ini bisa difungsikan sebagai router untuk vlan ato tidak?Kalau bisa kira-kira konfigurasinya seperti apa di des-3550 nya.Untuk sementara ini saya sudah bisa memakai system vlan des-3550 ke router saya.thx

D-Link Indonesia mengatakan...

To : vivadempo'98

Terima kasih atas pertanyaan anda.

"DES-3550 ini bisa difungsikan sebagai router untuk vlan ato tidak?Kalau bisa kira-kira konfigurasinya seperti apa di des-3550 nya.Untuk sementara ini saya sudah bisa memakai system vlan des-3550 ke router saya."

---> DES-3550 adalah L2 Switch jadi tidak punya fungsi routing. Adapun fungsi routing hanya dimiliki oleh L3 Switch spt :
- DES-3800 Series (DES-3828, DES-3852)
- DGS-3600 Series (DGS-3627, DGS-3627G, DGS-3650, DGS-3612, DGS-3612G)

Mudah2an membantu

adisaja mengatakan...

bro mo nanya donk,

sy punya D-link layer 3 switch type DES-3828...trs sy mempunyai manageable layer 2 switch ( not dlink product ) yang saya mo nanyakan ?

1. apakah des-3828 bisa di trunk dengan switch layer 2 merek lain ? bagaimana cara nya agar switch layer 2 tsb bisa mendapatkan vlan sehingga bisa diatur2 port nya ?

"Inter-VLAN Routing plus LACP pada D-Link Manageable Switch" ==> apakah prosedur ini dapat dilakukan ?

adisaja mengatakan...

bro mo nanya donk,

sy punya D-link layer 3 switch type DES-3828...trs sy mempunyai manageable layer 2 switch ( not dlink product ) yang saya mo nanyakan ?

1. apakah des-3828 bisa di trunk dengan switch layer 2 merek lain ? bagaimana cara nya agar switch layer 2 tsb bisa mendapatkan vlan sehingga bisa diatur2 port nya ?

"Inter-VLAN Routing plus LACP pada D-Link Manageable Switch" ==> apakah prosedur ini dapat dilakukan ?

D-Link Indonesia mengatakan...

To : adisaja

Terima kasih atas pertanyaan anda.

"1. apakah des-3828 bisa di trunk dengan switch layer 2 merek lain ? bagaimana cara nya agar switch layer 2 tsb bisa mendapatkan vlan sehingga bisa diatur2 port nya ?"

---> Tentu bisa, konsep-nya sama dengan contoh diatas namun mungkin CLI/Cara setting dari L2 switch anda berbeda, anda bisa membaca CLI manual dari L2 Switch anda mengenai cara membuat VLAN, assign port tag/trunk atau untagged/access, dan membuat LACP link.

""Inter-VLAN Routing plus LACP pada D-Link Manageable Switch" ==> apakah prosedur ini dapat dilakukan ?"

---> Ya, sama persis dengan diatas, namun yang membedakan adalah CLI/Management dr L2 Switch anda itu. Sementara tahapan dan konsep-nya sama.

Sbg contoh, interoperability D-Link dengan Cisco bisa dibaca disini : http://blog.dlink.co.id/2010/04/d-link-managed-switches-bisa-ngomong.html

Mudah2an membantu

valenilla mengatakan...

To TIM DLINK

Maaf saya baru dalam soal switch manageable. Saya mempunyai DES 3026. Apakah switch ini bisa membantu saya untuk membuat jaringan sebagai berikut:

1. Saya mempunyai server yang bisa diakses oleh beberapa client sekitar 500 dan sudah disetting VLAN untuk IP sebanyak 10 buah.
2. Saya ingin membagi tiap 50 client dengan IP berbeda.

Pertanyaannya adalah:
1. Apakah DES 3026 bisa memberihan IP dynamic (DHCP) pada masing2 portnya?
2. Jika tidak, bagaimana memblok tiap port yang saya sambungkan ke router DHCP agar tidak bentrok. (karena pernah saya coba, dengan Switch unmanage, client yang seharusnya mendapatkan IP dari router DHCP 1 malah dapat IP dari router DHCP 2.).

Jadi yang saya lakukan seperti ini, port 1, hingga port 5 masing-masing disambungkan dengan 5 Wireless yang mampu memberikan IP Dynamic ke client. Selebihnya port 6 hingga 10 masing-masing saya sambungkan ke 5 router yang bisa memberikan IP Dynamic ke Jaringan kabel LAN.

Semoga TIM DLINK bisa memahami maksud saya ini. Trima kasih banyak.

D-Link Indonesia mengatakan...

To : valenilla

Terima kasih atas pertanyaan anda.

"1. Apakah DES 3026 bisa memberihan IP dynamic (DHCP) pada masing2 portnya?"

---> Yang memberikan IP adalah DHCP Server, sementara DES-3026 memforward packet saja. DES-3026 adalah L2 switch dan tidak mempunyai fitur DHCP Server didalamnya. Yang mempunyai fitur DHCP Server adalah L3 Switch spt DGS-3627.

"2. Jika tidak, bagaimana memblok tiap port yang saya sambungkan ke router DHCP agar tidak bentrok. (karena pernah saya coba, dengan Switch unmanage, client yang seharusnya mendapatkan IP dari router DHCP 1 malah dapat IP dari router DHCP 2.)."

---> Itu adalah nature dari packet DHCP yang broadcast, jika anda tidak melakukan segmentasi maka yang terjadi memang seperti itu.

"Jadi yang saya lakukan seperti ini, port 1, hingga port 5 masing-masing disambungkan dengan 5 Wireless yang mampu memberikan IP Dynamic ke client. Selebihnya port 6 hingga 10 masing-masing saya sambungkan ke 5 router yang bisa memberikan IP Dynamic ke Jaringan kabel LAN."

---> Bila saya tidak salah menangkap maksud anda, pada jaringan anda banyak sekali terdapat DHCP Server (sekitar ada 10 DHCP Server).

Untuk mencapai tujuan anda itu ada beberapa cara, yang termudah memang cara spt anda yaitu dengan melakukan segmentasi dan memberikan 10 DHCP Server (walaupun cara ini juga tidak umum tp at least akan workable dengan perangkat yang ada). Jadi misalnya ada 10 VLAN, VLAN A-J dgn konfigurasi pada DES-3026 sbb :

- Port 1-2 diset untagged VLAN A
- Port 3-4 diset untagged VLAN B
- Port 5-6 diset untagged VLAN C
- Port 7-8 diset untagged VLAN D
- Port 9-10 diset untagged VLAN E
- Port 11-12 diset untagged VLAN F
- Port 13-14 diset untagged VLAN G
- Port 15-16 diset untagged VLAN H
- Port 17-18 diset untagged VLAN I
- Port 19-20 diset untagged VLAN J
- Port 21 diset tagged VLAN A-J

Pada setiap VLAN tsb diberikan DHCP Server dgn segment yang berbeda sementara server yang sudah diset 10 VLAN Interface (A-J) (Server tsb NIC-nya harus VLAN aware) di-plug ke port 21.

Maka packet DHCP broadcast yang ada tidak akan "menyebrang" dari VLAN yang satu ke VLAN yang lain.

Cara yang lebih baik adalah menggunakan L3 Switch dan menerapkan DHCP relay, shg DHCP Server yang digunakan hanya satu (atau relay ke beberapa DHCP Server jika usernya memang sangat banyak misalnya ratusan ribu users). Dengan cara ini lebih mudah untuk melakukan troubleshooting dan cara ini adalah cara yang lazim digunakan dan bisa dibilang cara yang benar dalam desain jaringan. Anda bisa baca tutornya disini : http://goo.gl/4FlTe

Mudah2an membantu

BebasBro mengatakan...

1. Apa perbedaan mendasar
a. DES-3828
b. DES-3828/E
c. DES-3828P

2. Dari segi Fitur dan harga, mohon diurutkan dari yg tertinggi dst.

D-Link Indonesia mengatakan...

To : BebasBro

Terima kasih atas pertanyaan anda.

"1. Apa perbedaan mendasar
a. DES-3828
b. DES-3828/E"

---> 2 diatas adalah produk yang sama. "/E" hanya SKU number utk ordering system saja.

"c. DES-3828P"

---> Ini support PoE

Anda bisa lihat fitur detailnya di : ftp://public.dlink.co.id/Switch/MANAGED/DES-3800%20Series/Datasheet/DES-3800-10.pdf

"2. Dari segi Fitur dan harga, mohon diurutkan dari yg tertinggi dst."

---> Fitur sama. Versi PoE lebih mahal dari yang biasa.

Mudah2an membantu

xeon mengatakan...

Mau tanya Dlink, saya punya topologi router---(DGS-3427).
Saya sudah menerapkan VLAN dan antar vlan sudah bisa saling komunikasi.Misal saya ingin hanya vlan tertentu saja yg bisa berkomunikasi, vlan A (server) bisa direquest oleh vlan B,vlan C, vlan D. Tetapi antara vlan B,C dan D tidak boleh saling berkomunikasi. Baiknya pengaturan dilakukan di switch layer 2(DGS-3427) dengan ACL-nya atau dilakukan di sisi router?

adika putra mengatakan...

numpang share gan
http://jaketkuning.unsri.ac.id/user_blog.php

tomi era mengatakan...

Dear D'Link Indonesia,

kalo dari yang saya liat tidak ada command untuk inter-vlan routing seperti di cisco "IP Routing"?
semua automatis?

saya juga ingin menanyakan untuk ACL,bagaimana memblok seluruh IP tapi hanya 10 IP yg di permit?
misal hanya 10 IP tersebut yang bisa koneksi ke internet?

Habib Afanudinnata mengatakan...

saya menggunakan switch d-link des 1024a,bisa ga dijadikan vlan.. kalau bisa bagaima cara aseting masuk ke switch,, mohon pencerahannya

Yunior Liu mengatakan...

Selamat siang, saya membeli 2 unit dcs-5020L. Waktu saya mau konek wireless lewat firstmedia koq ngga bisa ya? Kalau pakai kabel LAN tidak ada masalah.
Kemudian salah satu unit kamera autofocusnya tiba2 tidak berfungsi.
Mohon pencerahannya.. Terima kasih.

D-Link Indonesia mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.