Pada kesempatan ini saya akan membahas mengenai VLAN, Inter-VLAN Routing dan LACP pada D-Link Manageable Switch. Mengapa hal itu yang dibahas duluan? Dilihat dari kenyataan lapangan, 3 fitur tersebut yang paling banyak digunakan. Disini saya akan menggunakan DES-3828 sebagai L3 Switch dan DES-3026 sebagai L2 Switch.
Topology-nya spt dibawah ini :

Langkah2nya :
DES-3828 :
1. Buat VLAN
2. Buat VLAN Interface utk masing-masing VLAN
3. Buat Link Aggregation untuk trunking port 1 dan 2
4. Assign tagging port dari masing-masing VLAN ke port 1 dan 2
5. Show VLAN, pastikan port 1 dan 2 masuk dalam tagged port pada masing-masing VLAN
6. Show Link Aggregation dan Show LACP
7. Show Interface masing-masing VLAN
8. Show Routing Tables
9. Show Switch (Cek IP address Switch dan VLAN Management) :
DES-3026 :
1. Buat VLAN
2. Buat Link Aggregation untuk trunking port 1 dan 2
3. Delete port 3-17 dari VLAN default
4. Assign port 3-7 sebagai anggota (un-tagged) VLAN DUA, port 8-12 sebagai anggota (un-tagged) VLAN TIGA dan port 13-17 sebagain anggota (un-tagged) VLAN EMPAT
5. Assign port 1 dan 2 sebagai tagged port untuk masing-masing VLAN DUA, VLAN TIGA dan VLAN EMPAT
6. Show VLAN, pastikan semua port masuk ke dalam VLAN yang benar
7. Show Link Aggregation dan Show LACP
8. Show Switch (Cek IP address Switch dan VLAN Management) :
Tes apakah inter-VLAN routing dan LACP sudah berjalan dengan baik atau belum :
1. Plug PC ke port 3-7 dan assign IP Address 192.168.2.2/24 dengan Gateway 192.168.2.1, ping ke Gateway 192.168.2.1, 192.168.3.1, 192.168.4.1
2. Plug PC ke port 8-12 dan assign IP Address 192.168.3.2/24 dengan Gateway 192.168.3.1, ping ke Gateway 192.168.3.1, 192.168.2.1, 192.168.4.1
3. Plug PC ke port 13-17 dan assign IP Address 192.168.4.2/24 dengan Gateway 192.168.4.1, ping ke Gateway 192.168.4.1, 192.168.2.1, 192.168.3.1
36 komentar:
tanya ttg switch
sebenernya bedanya anatara switch manageable layer 2 dan switch manageable layer 2 itu apa?
dan, kalo saya buat jaringan dengan segementasi jaringan menggunakan vlan apakah masih perlu router utk menghubungkan antar vlan tersebut?
terima kasih sebelumnya....
Terima kasih atas pertanyaan anda.
Maksud pertanyaannya adalah apa bedanya layer 2 dan layer 3 managed switch? Scr singkat bedanya hanya di fungsi routing-nya, layer 3 switch bisa melakukan routing (static dan dynamic) sdgkan layer 2 tidak bisa (walaupun ada beberapa switch dgn tagline "layer 2+" yaitu layer 2 switch dgn static routing).
Untuk pertanyaan kedua, itu tergantung kebutuhan anda, bila antar vlan itu tidak perlu komunikasi maka tidak perlu adanya fungsi router, misalnya hanya ada 3 vlan, vlan A, vlan B dan vlan C, dan ketiga vlan itu tidak saling berhubungan sama sekali, maka tidak perlu fungsi routing disini.
Namun bagaimana jika ingin membagi vlan tp masing2 vlan bisa konek ke server yang sama namun antar vlan tetap tidak bisa komunikasi. D-Link punya solusi utk mengatasi ini yaitu dgn menggunakan Asymmetric VLAN, misalnya File Server bisa diakses oleh vlan A, vlan B dan vlan C, sedangkan antara vlan A, B dan C sendiri tidak bisa saling komunikasi. Itu adalah salah satu penggunaan dari Asymmetric VLAN
Mudah2an membantu
mas kebetulan saya suka dg artikel ini....
misal...aku sekarang pakek 3c0m 4500G
vlan default = port 1-4 dg ip 192.168.1.5/24
valan satu = port 5-8 dg ip 192.168.3.5/24
vlan dua = port 9-12 dg ip 192.168.4.5/24
vlan tiga = port 13-16 dg ip 192.168.5.5/24
sekarang yg saya tanyakan bagaimana agar vlan dua dan vlan tiga tidak adapat berhubungan tetapi vlan satu dapat di request vlan dua dan vlan tiga karena server ada di vlan satu....mgkin ada solusih nih...saya tunggu jawabanyya...trims...!!!!
To : rAdEn DhUrO
Terima kasih atas pertanyaan anda.
Mohon maaf sebelumnya, dikarenakan ini blog resmi D-Link Indonesia, maka saya tidak bisa menjawab mengenai cara setting pada merk kompetitor :-)
Saya akan menjelaskan dari sisi D-Link : pada switch D-Link terdapat fitur Access List, jadi kita bisa set misalnya vlan A dgn block 192.168.1.0/24 tidak bisa akses ke vlan B dgn block 192.168.0.0/24 tp bisa akses ke vlan C dgn block 192.168.5.0/24.
Contoh block dr vlan tamu dgn net 192.168.1.0/24 ke net 192.168.0.0/24 utk port 1-4 :
# ACL
create access_profile ip vlan source_ip_mask 255.255.255.0 destination_ip_mask 255.255.255.0 profile_id 1
config access_profile profile_id 1 add access_id 1 ip vlan TAMU source_ip 192.168.1.0 destination_ip 192.168.0.0 port 1 deny
config access_profile profile_id 1 add access_id 2 ip vlan TAMU source_ip 192.168.1.0 destination_ip 192.168.0.0 port 2 deny
config access_profile profile_id 1 add access_id 3 ip vlan TAMU source_ip 192.168.1.0 destination_ip 192.168.0.0 port 3 deny
config access_profile profile_id 1 add access_id 4 ip vlan TAMU source_ip 192.168.1.0 destination_ip 192.168.0.0 port 4 deny
Untuk kasus anda, bila jumlah node tidak banyak, maka bisa menggunakan fitur unik D-Link yaitu Asymmetric VLAN. Keunggulannya : mudah dan tidak ada routing antar VLAN (artinya tidak perlu beli L3 switch), dan semua satu block network. Misalnya ada 3 vlan : vlan server, vlan finance dan vlan accouting.
Vlan finance dan vlan accounting bisa akses ke vlan server namun vlan finance dan vlan accounting tidak bisa akses satu sama lain. Namun semuanya masih dalam network yg sama yaitu 192.168.1.0/24 misalnya.
Mudah2an membantu
salam,
saya bingung ketika menggunakan syntaxnya pada DES-3526, berbeda ya syntaxnya? adakah konfigurasi untuk 3526? Mohon pencerahannya.
terimakasih.
To : SnediX a.k.a sN12
Terima kasih atas pertanyaan anda.
"saya bingung ketika menggunakan syntaxnya pada DES-3526, berbeda ya syntaxnya? adakah konfigurasi untuk 3526?"
---> CLI semua D-Link Managed Switch sama, tapi karena DES-3800 Series adalah L3 Switch sementara DES-3500 Series adalah L2 Switch maka beberapa fitur tidak ada misalnya untuk create interface dan iproute.
Anda ingin setting DES-3526 spt apa?
CLI Guide DES-3500 Series bisa didownload di ftp://public.dlink.co.id/Switch/MANAGED/DES-3500%20Series/Manual-QIG/DES-3500%20CLI%20Manual_R5.1.pdf
Mudah2an membantu
wah terimakasih untuk balasannya. cepat sekali. ya itu, konfigurasi vlan namun menggunakan 3526. saya sudah baca2 manualnya dari cd bawaannya namun belum bisa memahami untuk mensinkronkan antara tutorial diatas. kami punya 2 buah switch 3526 adakah konfigurasi yang tepat? jika tidak ada bagaimana solusinya? mohon pencerahannya. saya ingin memaksimalkan utilitas kedua switch tersebut.
terimakasih.
To : snedix
Terima kasih atas pertanyaan anda.
"wah terimakasih untuk balasannya. cepat sekali."
---> Tidak selalu cepat :-) tergantung load kerjaan juga hehehe
"konfigurasi vlan namun menggunakan 3526. saya sudah baca2 manualnya dari cd bawaannya namun belum bisa memahami untuk mensinkronkan antara tutorial diatas."
---> Tutorial diatas itu untuk men-demonstrasikan bagaimana membuat vlan dan routing antar vlan itu via LACP link.
"kami punya 2 buah switch 3526 adakah konfigurasi yang tepat? jika tidak ada bagaimana solusinya?"
---> Jika anda ingin membuat vlan pada kedua switch itu cukup ikuti langkah2 membuat vlan-nya saja, tanpa membuat interface atau lacp link.
Misalnya :
DES-3526-1-----DES-3526-2
Koneksi antara 1 dan 2 menggunakan port 25. Dan masing2 switch ada 3 vlan, misalnya vlan A,B,C
Setting di kedua switch :
#keluarkan semua port dr vlan default
config vlan default delete 1-26
#create masing2 vlan
create vlan A tag 2
create vlan B tag 3
create vlan C tag 4
#assign port sbg untagged port ke masing2 vlan tsb
config vlan A add untagged 1-8
config vlan B add untagged 9-16
config vlan C add untagged 17-24
#assign port 25 sbg tagged port yang utk ketiga vlan tsb
config vlan A add tagged 25
config vlan B add tagged 25
config vlan C add tagged 25
#simpan konfigurasi
save
Lalu anda bisa tes dgn plug sebuah PC ke port 1 pada DES-3526-1 dan sebuah PC ke port 1 pada DES-3526-2, set IP yang satu subnet kemudian ping, maka kedua PC bisa berhubungan. Jika anda pindahkan PC ke port 2 pada DES-3526-2 maka tidak bisa berhubungan lagi karena sudah beda vlan.
Mudah2an membantu
bisakah kita menghubungkan dua subnet yg berbeda menggunakan switch layer 2 saja tanpa perangkat managed switch?
To : Psilocybin Attack
Terima kasih atas pertanyaan anda.
"bisakah kita menghubungkan dua subnet yg berbeda menggunakan switch layer 2 saja tanpa perangkat managed switch?"
---> Untuk me-route 2 subnet yang berbeda, mutlak dibutuhkan sebuah router atau L3 switch (L3 switch adalah L2 switch + fungsi router). Jadi anda tidak bisa me-route 2 subnet tanpa router.
Bila anda sudah punya L2 Managed Switch dan ingin route antar subnetnya, anda bisa tambahkan router/firewall yang support vlan, misalnya DFL-210/800. Jadi layoutnya :
DFL-210----L2ManagedSwitch
Antara DFL-210 dan L2Managed Switch adalah tag port yang membawa vid dari 2 subnet tsb dan route 2 subnet tsb di DFL-210.
Namun bila tujuan anda ingin segmentasi jaringan saja dan tetap mengijinkan segment2 itu mengakses segment lain, anda bisa gunakan fitur kami yaitu Asymmetric VLAN. Bisa dibaca disini http://blog.dlink.co.id/2009/06/asymmetric-vlan.html
Mudah2an membantu
Konfigurasi diatas, bisa dijadikan redundant link ??
Terima Kasih
wiwid
To : symbalpecah
Terima kasih atas pertanyaan anda.
"Konfigurasi diatas, bisa dijadikan redundant link ??"
---> LACP adalah link aggregation artinya bisa juga dianggap redundant link dalam arti kalo satu kabel unplug atau putus, koneksi masih berjalan normal.
Dalam contoh diatas 2 port di aggregate menjadi 1 virtual port.
Namun bila topologi anda ring, maka lacp tetap harus dikombinasi dgn STP.
Mudah2an membantu
Terima kasih DLINK Indonesia,, responnya sangat cepat..kebetulan topologi saya sdh ring,, saya sudah coba konfig port dg STP,,bisa dijelaskan kembali versi STP untuk MSTP, RSTP.. sebaiknya saya menggunakan apa...
To : symbalpecah
Terima kasih atas pertanyaan anda.
"bisa dijelaskan kembali versi STP untuk MSTP, RSTP.. sebaiknya saya menggunakan apa..."
---> Jika anda sudah membaca URL yang saya berikan sebelumnya yaitu http://support.dlink.co.id/STP/index.html, disitu dijelaskan dengan detail perbedaan RSTP dan MSTP.
Perbedaan dasarnya adalah STP dan RSTP tidak support utk VLAN. Sementara MSTP support untuk VLAN.
Mengenai yang harus anda gunakan, tergantung anda menggunakan VLAN atau tidak, jika ya maka anda harus menggunakan MSTP karena banyak VLAN yang butuh individual STP.
Mudah2an membantu
Terima kasih banyak atas infonya...
Sukses terus untuk D-Link Indonesia ...
Wiwid
To : symbalpecah/Wiwid
"Terima kasih banyak atas infonya... Sukses terus untuk D-Link Indonesia ..."
---> Sama2 :-). Sukses selalu juga untuk anda. Tetap selalu gunakan produk2 D-Link :-)
Hi...
salam kenal.
to the point aja ya, :-)
bisa nggak ya masing2 port pada DES-3526 kita batasi range ip addressnya? misalnya network menggunakan 192.168.0.0/23 dan hanya ada satu vlan.
port 1----> range ip addressnya 192.168.0.0 - 192.168.0.63
port 2----> range ip addressnya 192.168.0.64 - 192.168.0.127
port 3-----> dst
masing2 networknya bisa saling berkomunikasi.
ok, dtunggu penjelasannya
To : Lifin
Terima kasih atas pertanyaan anda.
"bisa nggak ya masing2 port pada DES-3526 kita batasi range ip addressnya? misalnya network menggunakan 192.168.0.0/23 dan hanya ada satu vlan.
port 1----> range ip addressnya 192.168.0.0 - 192.168.0.63
port 2----> range ip addressnya 192.168.0.64 - 192.168.0.127
port 3-----> dst
masing2 networknya bisa saling berkomunikasi."
---> Maksudnya anda ingin masing2 port hanya untuk range network tertentu sementara semua port berada dalam vlan yang sama?
Hal ini tidak bisa dilakukan karena switch tidak punya kontrol thd IP yang lewat di-dirinya, DES-3526 adalah L2 devices jd dia hanya forwarding based on mac address yg ada di fdb table.
Kalau boleh tahu mengapa anda membutuhkan konfigurasi spt itu? mungkin saya bisa bantu dgn solusi lainnya?
Mudah2an membantu
Saya ada beberapa DES-3026 tapi belum saya maksimalkan dengan Vlan, sebelumnya beberapa yang sya baca artikel vlan hanya yang dari cisco managable sw, dan biasanya saya hanya coba remote DES-3026 sya via browser.
Pertanyaan saya :
1 . ketika saya set IP 3026 saya dah sudah bisa di akses, kok waktu mau akses lain kali IP tersebut tidak bisa di panggil lagi, dan setelah saya cek kembali de defaul lagi, bagaimana cara menyimpat konfigurasinya??
2. bagaimana mengintegrasikan vlan 3026 (layer 2) dengan router no Dlink seperti miktorik??
To : Aheng
Terima kasih atas pertanyaan anda.
"1 . ketika saya set IP 3026 saya dah sudah bisa di akses, kok waktu mau akses lain kali IP tersebut tidak bisa di panggil lagi, dan setelah saya cek kembali de defaul lagi, bagaimana cara menyimpat konfigurasinya??"
---> Anda harus Save Configuration di Main Menu, Save Changes, lalu pilih Save All.
Yang paling enak adalah setting lewat CLI lalu setelah setting ketik save
"2. bagaimana mengintegrasikan vlan 3026 (layer 2) dengan router no Dlink seperti miktorik??"
---> Intinya sama saja dengan contoh diatas, minus LACP part. Nah pada settingan L3 switch diatas dilakukan di router anda, anda bisa baca user manual router anda untuk membuat vlan dan vlan-interfaces.
Mudah2an membantu
Postingan ini membantu sekali dalam menyeting xstack.
Saya mo tanya lagi soal DES-3526 Pak.
Saya perlu mixed traffic vlan-voice dan vlan-data untuk bbrp site (kalo di cisco tinggal ditambah "switchport voice vlan" dan cos) sehingga vlan data dan voice bisa 1 port saja, tapi saya tidak bisa menemukan caranya di switch d-link ini. Atau memang seri ini belum mendukung untuk itu? Kalau sudah mendukung, bisa dibantu konfigurasinya? Terima kasih.
To : Puguh
Terima kasih atas pertanyaan anda.
"Saya mo tanya lagi soal DES-3526 Pak.Saya perlu mixed traffic vlan-voice dan vlan-data untuk bbrp site (kalo di cisco tinggal ditambah "switchport voice vlan" dan cos) sehingga vlan data dan voice bisa 1 port saja, tapi saya tidak bisa menemukan caranya di switch d-link ini. Atau memang seri ini belum mendukung untuk itu? Kalau sudah mendukung, bisa dibantu konfigurasinya?"
---> Seri DES-3500 (DES-3526/3550) belum support voice vlan scr dynamic (based on OUI), yang sudah support adalah seri DES-3528/52 (DES-3528/3528P/3528DC/3552). Namun untuk mendukung kebutuhan anda bisa gunakan cara ini :
Misalnya port 1-12 itu utk vlan diberikan vid 2, sementara data digunakan vid 3. Maka set untagged port utk port 1-12 ke vid 3 dan tagged port utk port 1-12 ke vid 2.
Commandnya (saya contohkan di DES-3028P, tp sama saja utk DES-3526):
DES-3028P:4#config vlan vlanid 1 delete 1-12
DES-3028P:4#create vlan voip tag 2
DES-3028P:4#create vlan keuangan tag 3
DES-3028P:4#config vlan vlanid 2 add tagged 1-12
DES-3028P:4#config vlan vlanid 3 add untagged 1-12
Nanti di IP-Phonenya tinggal set VID-nya ke 2.
Begitu ada traffic dari IP-Phone maka akan ditruskan ke VLAN 2, contoh paketnya :
http://img69.imageshack.us/img69/215/vidvoip.jpg
Mudah2an membantu
Mas saya mau tanya. Utk switch d-link yg ini setiap vlan bisa dikasih ip atau beberapa range ip??
Atau misal 1 port utk sebuah vlan bisa sikasih 2 ip yg beda segmen?
Terima kasih
To : Agung
Terima kasih atas pertanyaan anda.
"Utk switch d-link yg ini setiap vlan bisa dikasih ip atau beberapa range ip??
Atau misal 1 port utk sebuah vlan bisa sikasih 2 ip yg beda segmen?"
---> VLAN adalah Layer 2 sementara IP adalah Layer 3. Jadi tidak ada hubungan antara VLAN dengan IP assignment. VLAN hanya membuat segmentasi shg broadcast domain menjadi lbh kecil.
VLAN tidak bisa diberikan IP, yang bisa diberikan IP adalah VLAN interface dan ini hanya digunakan pada Layer 3 Switch untuk route antar VLAN.
Desain yang baik 1 VLAN tentu 1 Segment karena bila satu VLAN lebih dari 1 segment akan menyulitkan pada saat troubleshooting nanti dan IP scheme menjadi sulit didokumentasikan.
Mudah2an membantu
Dear D- Link Indonesia,
Saya mempunyai D-Link DES 3026, tapi semua CD atau manual booknya hilang, sekarang saya bingung untuk mendapatkan IP dari D-Link tersebut, Bagaimana saya mendapatkan IP tersebut.
untuk dapat masuk kedalam OS D-Link tersebut menggunakan command apa yah, maaf sebelumnya saya newbie.
Kemudian..apakah bisa D-Link tersebut di jadikan sebagai single V-Lan yang terkonfigurasi. terkait dengan article yang anda tulis.
terima kasih
To : Luqman alghifari
Terima kasih atas pertanyaan anda.
"Saya mempunyai D-Link DES 3026, tapi semua CD atau manual booknya hilang,"
---> Anda bisa buka ftp://public.dlink.co.id/Switch/MANAGED/DES-3000%20Series/, disitu terdapat manual dan firmware terbaru. Buka URL tsb dgn Firefox.
"sekarang saya bingung untuk mendapatkan IP dari D-Link tersebut, Bagaimana saya mendapatkan IP tersebut."
---> Anda bisa akses via console port-nya caranya : ftp://public.dlink.co.id/Switch/MANAGED/Koneksi-Switch-via-Hyperterminal.pdf
"untuk dapat masuk kedalam OS D-Link tersebut menggunakan command apa yah, maaf sebelumnya saya newbie."
---> Setelah anda masuk ke console, anda bisa set sesuai dgn yg anda mau. Anda bisa lihat CLI manual guide di URL yg saya berikan sebelumnya.
"apakah bisa D-Link tersebut di jadikan sebagai single V-Lan yang terkonfigurasi"
---> Single VLAN? Maksud ada hanya set satu buah VLAN? By default switch managed itu terdapat 1 VLAN default yaitu VLAN dgn VID 1, maka jika anda ingin jadi satu VLAN tanpa mengubah VID, maka anda tidak perlu set apa2.
Mudah2an membantu
Terima kasih...
solusi anda membantu sekali..
Thanks
To : Luqman alghifari
"Terima kasih...
solusi anda membantu sekali.."
---> Sama2, tetap selalu gunakan produk2 D-Link :-)
Mudah2an membantu
mas saya mau tanya lagi bolehkan...:D
rencananya saya ingin menggunakan Sp**dy sebagai ISP company saya, dengan membeli paket yang sama dengan jumlah 3 line unlimited yang artinya kita menggunakan 3 modem adsl, apakah D-link 3026 itu support dengan PPPoE, kira-kira schematics dan config vlan apa yang dapat saya terapkan di D link 3026 tersebut. mohon bantuannya..
To : Luqman alghifari
Terima kasih atas pertanyaan anda.
"membeli paket yang sama dengan jumlah 3 line unlimited yang artinya kita menggunakan 3 modem adsl, apakah D-link 3026 itu support dengan PPPoE, kira-kira schematics dan config vlan apa yang dapat saya terapkan di D link 3026 tersebut."
---> DES-3026 itu hanya L2 Switch dan bukan router. Disini anda butuh router yang bisa melakukan outbound load balancing 3 WAN. Anda bisa gunakan DFL-800/860 untuk melakukan ini, DFL-800/860 mempunyai 2 WAN, 1 DMZ (yg bisa diset sbg WAN ke-3) dan 7 LAN Port. Jadi layoutnya menjadi :
Inet--3line--DFL-800/860--DES-3026
Untuk VLAN nanti bisa diatur di DFL-800/860 dan DES-3026 tergantung policy yang akan anda terapkan.
Note : Just saran, penggunaan 3 line Internet dari provider dan infrastructure yang sama tidak begitu baik, karena bila ada problem di sisi infrastructure dan provider maka anda akan terputus sama sekali. Jika ditempat anda ada provider lainnya anda bisa mix 3 provider dengan 3 infrastructure yang berbeda misalnya 1 line ADSL, 1 line cable modem dan 1 line metro-ethernet.
Mudah2an membantu
terima kasih pak....:D
To : Luqman alghifari
"terima kasih pak....:D"
---> Sama2, tetap selalu gunakan produk2 D-Link.
Mudah2an membantu
artikel yang sangat bagus, membantu banget pas malem2 gini :D, pak skalian tanya boleh kan,...
menggunakan switch L3 dengan Router lebih menguntungkan mana? soalnya saya ada rencana menggunakan 3-4 vLan dengan 1 manageble Switch dan 1 router untuk 2-3 ISP.
kemudian, rencana saya juga mau menambah WiFi.
gambaran saya, saya memisahkan, vLan 2 untuk browsing, vLan 3 untuk Game, dan vLan 4 untuk WiFi.
kalau menurut anda, lebih maksimal mana,load balancing atau satu vLan 1 ISP ? mungkin untuk wifi bisa load balancing dengan browsing?
hampir lupa, lebih baik menggunakan subnetting atau VLSM untuk menyederhanakan blok IP untuk tiap vLan? rancangan saya saat ini menggunakan subnetting, dan apa bisa swicth L3 melakukan routing protokol RIP V2 atau OSPF? terlebih untuk produk D-Link.
kalau saya lebih senang menggunakan OSPF,
untuk device, saya belum menentukan pilihan, kalau D-Link ada yang bagus, dan harga terjangkau(antara harga dan kualitas + after sales bagu), Insya Allah saya pakai D-Link. terlebih lagi kalau ditambah free bantuan untuk settingnya sekalian, heheheheheh :D
To : Stupid
Terima kasih atas pertanyaan anda.
"artikel yang sangat bagus, membantu banget pas malem2 gini"
---> Terima kasih atas komentarnya yang baik :-)
"pak skalian tanya boleh kan,..."
---> Tentu boleh :-)
"menggunakan switch L3 dengan Router lebih menguntungkan mana? soalnya saya ada rencana menggunakan 3-4 vLan dengan 1 manageble Switch dan 1 router untuk 2-3 ISP."
---> Jawabannya tergantung kebutuhan. Bila yang dibutuhkan hanya routing, maka L3 switch sudah mampu menangani ini, namun bila dibutuhkan NAT dalam kasus anda, maka router lebih tepat. L3 switch yang bisa melakukan NAT biasanya hanya tipe high end, di D-Link sendiri hanya tipe chassis (DES-7200) yang bisa melakukan NAT dgn service module tambahan (ASE1).
"kalau menurut anda, lebih maksimal mana,load balancing atau satu vLan 1 ISP ? mungkin untuk wifi bisa load balancing dengan browsing?"
---> Lebih baik load balancing atau policy based routing plus failover utk mengeliminasi single point of failure dari connection.
"lebih baik menggunakan subnetting atau VLSM untuk menyederhanakan blok IP untuk tiap vLan? rancangan saya saat ini menggunakan subnetting,"
---> Sama saja, ini hanya alokasi IP saja. Untuk network small-size spt yang anda jelaskan, satu vlan satu subnet lebih mudah dan sederhana.
"dan apa bisa swicth L3 melakukan routing protokol RIP V2 atau OSPF? terlebih untuk produk D-Link."
---> L3 Switch D-Link support RIPv1/v2, OSPF dan BGP. Khusus utk BGP hanya dimiliki oleh seri DGS-3600.
"kalau saya lebih senang menggunakan OSPF,"
---> Untuk network dibawah 10 segment, menggunakan static routing lebih mudah, jadi karena network anda hanya punya 4 segment, static routing lebih mudah.
"untuk device, saya belum menentukan pilihan, kalau D-Link ada yang bagus, dan harga terjangkau(antara harga dan kualitas + after sales bagu)"
---> Produk2 kami khususnya managed switch, firewall, wireless mempunyai warranty limited lifetime tanpa harus membeli services tambahan apa2 lagi, jadi bisa menjadi pilihan terbaik utk anda :-)
"kalau ditambah free bantuan untuk settingnya sekalian, heheheheheh :D"
---> Anda bisa posting disini atau menghubungi tim support kami di blog-support@dlink.co.id (email lgs ke blog-support hanya untuk enterprise product, untuk retail product bisa kirim email ke support@dlink.co.id) bila ada kesulitan setting dan itu FREE :-)
Saran kami utk network anda, cukup gunakan firewall dan 1 buah L2 switch saja. Jadi firewall tsb sudah berfungsi utk inter-vlan routing, access control, bandwidth management, dan tentu saja routing (termasuk load balancing, policy based routing atau failover).
Tipe yang bisa anda gunakan :
- Firewall : DFL-210(mendukung up to 2 WAN)/DFL-800 (mendukung up to 3 WAN) (ftp://public.dlink.co.id/Firewall/DFL-210-800-1600-2500/Datasheet/DFL-210_800_1600_2500_Datasheet_18(W).pdf)
- Switch : DES-3526 (ftp://public.dlink.co.id/Switch/MANAGED/DES-3500%20Series/Datasheet/DES-3500%20Series_A5_Datasheet_14(W).pdf)
- Wireless : DWL-2100AP (ftp://public.dlink.co.id/Wireless/DWL-2100AP/Datasheet/DWL-2100AP_A4_Datasheet_Rev_07+For+WW.pdf) atau DWL-3200AP (ftp://public.dlink.co.id/Wireless/DWL-3200AP/Datasheet/DWL-3200AP_B1_Datasheet_12(W).pdf)
Anda bisa baca ini jg sbg referensi : http://blog.dlink.co.id/2009/08/desain-network-yang-simpel.html
Mudah2an membantu
wah cepet banget nih responya,...manteb dah D-LINK
kalau boleh tau, harga Manageble Switch L2 48 port/ 24 port berapa ?
Firewall DFL-800 berapa pak?
perkiraan 40 client pak.
terima kasih
To : Stupid
Terima kasih atas pertanyaan anda.
"kalau boleh tau, harga Manageble Switch L2 48 port/ 24 port berapa ?
Firewall DFL-800 berapa pak?
perkiraan 40 client pak."
---> Mohon maaf sebelumnya, kami di tim blog support tidak diperkenankan memberikan harga. Anda bisa hubungi salah satu reseller kami disini : http://www.dlink.co.id/corporate/wheretobuy.asp
Atau bisa juga hubungi distributor kami yaitu PT. Sistech Kharisma atau PT. Berca Computel.
Mudah2an membantu
Poskan Komentar